
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau kembali menggencarkan operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.
Program ini dijalankan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan menyasar sejumlah titik strategis di Pekanbaru dan Kabupaten Kampar sepanjang pekan ketiga April 2026.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Riau, Tetty Nurdianti, menjelaskan bahwa operasi pasar murah digelar selama lima hari berturut-turut dengan total lima lokasi berbeda. Pada Senin (20/4/2026), kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim, Pekanbaru.
“Selanjutnya, Selasa (21/4) di Desa Pandau Jaya, Kampar. Rabu (22/4) di Tangkerang Tengah, Kamis (23/4) di Lembah Sari, dan Jumat (24/4) di Kelurahan Delima,” jelas Tetty.

Menurutnya, operasi pasar murah ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Selain menjaga stok, kegiatan ini juga memastikan distribusi bahan pangan tetap lancar.
Sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah pasar. Beras SPHP misalnya dibanderol Rp60 ribu per 5 kilogram. Sementara beras Anak Daro dan Sokan kemasan 10 kilogram dijual Rp165 ribu, serta kemasan 5 kilogram Rp83 ribu. Untuk kebutuhan lain, gula pasir dijual Rp18.500 per kilogram, Minyakita Rp15.500 per bungkus, serta tepung terigu Rp13 ribu per kemasan.
Adapun komoditas seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan kentang mengikuti harga petani. Sedangkan harga telur ayam bersifat dinamis menyesuaikan kondisi pasar.
Operasi pasar murah ini dimulai pukul 08.30 WIB di setiap lokasi. Masyarakat diimbau datang sesuai jadwal dan tetap tertib saat mengantre. Pemerintah juga mengingatkan warga untuk membawa kantong belanja sendiri guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Tetty menegaskan, langkah ini diharapkan mampu menekan lonjakan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat. “Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga stabil, sehingga masyarakat tidak terbebani,” ujarnya.
Program operasi pasar murah Riau ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah, terutama di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi menjelang momen tertentu. (mcr)




PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau kembali menggencarkan operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.
Program ini dijalankan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan menyasar sejumlah titik strategis di Pekanbaru dan Kabupaten Kampar sepanjang pekan ketiga April 2026.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Riau, Tetty Nurdianti, menjelaskan bahwa operasi pasar murah digelar selama lima hari berturut-turut dengan total lima lokasi berbeda. Pada Senin (20/4/2026), kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim, Pekanbaru.
“Selanjutnya, Selasa (21/4) di Desa Pandau Jaya, Kampar. Rabu (22/4) di Tangkerang Tengah, Kamis (23/4) di Lembah Sari, dan Jumat (24/4) di Kelurahan Delima,” jelas Tetty.
Menurutnya, operasi pasar murah ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Selain menjaga stok, kegiatan ini juga memastikan distribusi bahan pangan tetap lancar.
Sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah pasar. Beras SPHP misalnya dibanderol Rp60 ribu per 5 kilogram. Sementara beras Anak Daro dan Sokan kemasan 10 kilogram dijual Rp165 ribu, serta kemasan 5 kilogram Rp83 ribu. Untuk kebutuhan lain, gula pasir dijual Rp18.500 per kilogram, Minyakita Rp15.500 per bungkus, serta tepung terigu Rp13 ribu per kemasan.
Adapun komoditas seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan kentang mengikuti harga petani. Sedangkan harga telur ayam bersifat dinamis menyesuaikan kondisi pasar.
Operasi pasar murah ini dimulai pukul 08.30 WIB di setiap lokasi. Masyarakat diimbau datang sesuai jadwal dan tetap tertib saat mengantre. Pemerintah juga mengingatkan warga untuk membawa kantong belanja sendiri guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Tetty menegaskan, langkah ini diharapkan mampu menekan lonjakan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat. “Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga stabil, sehingga masyarakat tidak terbebani,” ujarnya.
Program operasi pasar murah Riau ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah, terutama di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi menjelang momen tertentu. (mcr)