
ROKAN HILIR – Fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, Posyandu Suka Jaya di Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri Hilir, Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba), Kabupaten Rokan Hilir, hangus terbakar dalam peristiwa yang diduga akibat aksi pembakaran oleh orang tidak dikenal (OTK), Selasa (21/4/2026) malam.
Kebakaran tersebut menghanguskan seluruh isi bangunan berukuran sekitar 4 x 6 meter yang berada di Jalan Poros RT 015/RW 06, Dusun Kh. Kama. Akibatnya, pelayanan kesehatan bagi balita dan ibu hamil di wilayah tersebut untuk sementara waktu terganggu.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui pada Rabu sore (22/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB oleh sejumlah anak yang tengah bermain di sekitar lokasi. Saat ditemukan, kondisi bangunan sudah dalam keadaan hangus terbakar.


Menindaklanjuti kejadian itu, Datuk Penghulu Rantau Panjang Kiri Hilir, Rusli Karim, bersama Ketua PKK, Kepala Puskesmas Rantau Panjang Kiri Ns. Juli Herawati, tenaga medis, serta kader Posyandu langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan.
Rusli Karim menyebutkan, seluruh perlengkapan Posyandu tidak dapat diselamatkan, termasuk timbangan balita, peralatan kesehatan, serta dokumen administrasi penting.
“Di lokasi tidak terdapat aliran listrik PLN, sehingga kecil kemungkinan kebakaran disebabkan korsleting. Selain itu, tercium kuat bau minyak solar. Dugaan sementara, pelaku masuk dengan merusak jendela belakang lalu menyiram bahan bakar sebelum membakar bangunan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Sebagai langkah darurat, pelayanan Posyandu sementara dipindahkan ke kantor Kepenghuluan agar kegiatan rutin bulanan tetap dapat berjalan.
“Untuk sementara pelayanan kita alihkan ke kantor penghulu sambil menunggu perbaikan gedung,” tambahnya.
Sementara itu, aparat Kepolisian Sektor Polsek Kubu telah melakukan pengamanan lokasi dengan memasang garis polisi di tempat kejadian perkara TKP, Kamis (23/4/2026). Langkah ini dilakukan guna mensterilkan area sekaligus mendukung proses penyelidikan.
Kapolsek Kubu AKP Rudi Artono Sitinjak melalui Kanit Reskrim Polsek Kubu, Bripka Hardiansyah, membenarkan bahwa pihaknya tengah menangani kasus tersebut.
“Garis polisi sudah dipasang di sekitar lokasi yang terbakar. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ungkapnya.
Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk kader Posyandu dan pihak pemerintah kepenghuluan, guna mengumpulkan informasi awal terkait kejadian yang diduga terjadi pada malam hari tersebut.
Selain itu, aparat kepolisian bersama pemerintah setemput turut meninjau langsung lokasi guna mengidentifikasi kemungkinan sumber api dan mengungkap penyebab pasti kebakaran.
“Hingga saat ini kami masih melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk meminta keterangan dari para saksi,” tambah Hardiansyah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tersangka yang ditetapkan. Polisi masih mendalami motif serta memburu pelaku di balik dugaan pembakaran tersebut. (rom)







ROKAN HILIR – Fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, Posyandu Suka Jaya di Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri Hilir, Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba), Kabupaten Rokan Hilir, hangus terbakar dalam peristiwa yang diduga akibat aksi pembakaran oleh orang tidak dikenal (OTK), Selasa (21/4/2026) malam.
Kebakaran tersebut menghanguskan seluruh isi bangunan berukuran sekitar 4 x 6 meter yang berada di Jalan Poros RT 015/RW 06, Dusun Kh. Kama. Akibatnya, pelayanan kesehatan bagi balita dan ibu hamil di wilayah tersebut untuk sementara waktu terganggu.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui pada Rabu sore (22/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB oleh sejumlah anak yang tengah bermain di sekitar lokasi. Saat ditemukan, kondisi bangunan sudah dalam keadaan hangus terbakar.

Menindaklanjuti kejadian itu, Datuk Penghulu Rantau Panjang Kiri Hilir, Rusli Karim, bersama Ketua PKK, Kepala Puskesmas Rantau Panjang Kiri Ns. Juli Herawati, tenaga medis, serta kader Posyandu langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan.
Rusli Karim menyebutkan, seluruh perlengkapan Posyandu tidak dapat diselamatkan, termasuk timbangan balita, peralatan kesehatan, serta dokumen administrasi penting.
“Di lokasi tidak terdapat aliran listrik PLN, sehingga kecil kemungkinan kebakaran disebabkan korsleting. Selain itu, tercium kuat bau minyak solar. Dugaan sementara, pelaku masuk dengan merusak jendela belakang lalu menyiram bahan bakar sebelum membakar bangunan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Sebagai langkah darurat, pelayanan Posyandu sementara dipindahkan ke kantor Kepenghuluan agar kegiatan rutin bulanan tetap dapat berjalan.
“Untuk sementara pelayanan kita alihkan ke kantor penghulu sambil menunggu perbaikan gedung,” tambahnya.
Sementara itu, aparat Kepolisian Sektor Polsek Kubu telah melakukan pengamanan lokasi dengan memasang garis polisi di tempat kejadian perkara TKP, Kamis (23/4/2026). Langkah ini dilakukan guna mensterilkan area sekaligus mendukung proses penyelidikan.
Kapolsek Kubu AKP Rudi Artono Sitinjak melalui Kanit Reskrim Polsek Kubu, Bripka Hardiansyah, membenarkan bahwa pihaknya tengah menangani kasus tersebut.
“Garis polisi sudah dipasang di sekitar lokasi yang terbakar. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ungkapnya.
Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk kader Posyandu dan pihak pemerintah kepenghuluan, guna mengumpulkan informasi awal terkait kejadian yang diduga terjadi pada malam hari tersebut.
Selain itu, aparat kepolisian bersama pemerintah setemput turut meninjau langsung lokasi guna mengidentifikasi kemungkinan sumber api dan mengungkap penyebab pasti kebakaran.
“Hingga saat ini kami masih melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk meminta keterangan dari para saksi,” tambah Hardiansyah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tersangka yang ditetapkan. Polisi masih mendalami motif serta memburu pelaku di balik dugaan pembakaran tersebut. (rom)