logo
Polemik SPMB Siak Hulu, DPRD Kampar Soroti Kinerja Disdikpora hingga Dugaan Inte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Bongkar Modus Pengurangan Isi Truk Tangki BBM Bersubsidi, Tiga Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Bungkam Soal Amplop Suhardiman, KPK Tegaskan Sudah Masuk Ranah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS, Kekhawatiran Defisit APBN Mulai Mereda Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Residivis Spesialis Bobol Ruko Kosong Ditangkap, Beraksi 12 Kali di Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Petani Riau: Harga Sawit Naik, TBS Plasma Sentuh Rp3.930/Kg, Sw Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sebulan Dua Korban Tewas, Kini Harimau Sumatera Nyaris Menerkam Pekerja Sawit di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Mabuk, Pengendara Motor Tabrak Pemotor Lain di Jalan Tengku Bey Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / SEPAKBOLA
Mimpi
Mimpi PSPS menutup kompetisi tahun ini dengan kemenangan gagal terwuju, setelah kalah dramatis 2-3 dari tuan rumah Bekasi City, Sabtu (2/5/2026) petang. (Foto: dok. wartasuluh)
Mimpi "Happy Ending" Askar Bertuah Buyar, Bekasi City Ungguli PSPS di Injury Time
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
2 Mei 2026 | 18:48:32

BEKASI – Duel sengit dilakoni PSPS Pekanbaru saat dijamu FC Bekasi City dalam lanjutan Liga 2 Indonesia, Sabtu (2/5/2026) petang. Sayangnya, pertarungan di Stadion Patriot Candrabhaga itu harus berakhir dramatis dengan skor 3-2 untuk tuan rumah. Sekaligus memupus harapan “happy ending” Askar Bertuah.

PSPS sebenarnya sempat dua kali unggul dalam laga ini. Gol pembuka lahir dari Natanael Siringoringo di menit ke-45 yang membuat tim tamu memimpin 0-1. Namun keunggulan itu hanya bertahan sekejap. Di masa injury time babak pertama, Braze Ezechiel N Douassel menyamakan kedudukan pada menit 45+3. Skor 1-1 menutup paruh pertama.

Memasuki babak kedua, pertandingan makin terbuka. PSPS kembali mengambil alih keunggulan lewat gol Douglas Cruz di menit ke-55. Tapi lagi-lagi, keunggulan itu tak mampu dipertahankan. Sepuluh menit berselang, Douassel kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membuat kedudukan menjadi 2-2.

Saat laga tampak akan berakhir imbang, petaka datang bagi PSPS. Di menit 90+2, Renan Silva muncul sebagai pahlawan Bekasi City lewat gol penentu kemenangan. Skor berubah 3-2 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

iklan-view

Hasil ini membuat PSPS Pekanbaru tertahan di peringkat enam klasemen Grup Barat dengan 37 poin. Sementara Bekasi City kokoh di posisi tiga dengan koleksi 44 poin.

Pelatih PSPS, Aji Santoso, sebelumnya menegaskan timnya tetap memburu kemenangan meski laga tak lagi menentukan. “Kami tetap incar tiga poin dan ingin menutup musim dengan hasil manis,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang rotasi pemain demi memberi kesempatan kepada skuad lain untuk unjuk kemampuan. Senada, pemain PSPS, Reza Kusuma, menegaskan ambisi tim untuk memberikan hasil terbaik bagi suporter.

Namun di lapangan, kenyataan berkata lain. Alih-alih happy ending, PSPS justru harus menelan kekalahan menyakitkan—kali ini lewat skenario paling dramatis: gol di detik-detik terakhir dan di pertandingan terakhir PSPS di musim kompetisi 2025/2026. (wsc)

Home / News
Mimpi "Happy Ending" Askar Bertuah Buyar, Bekasi City Ungguli PSPS di Injury Time
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 2 Mei 2026 | 18:48:32
Mimpi "Happy Ending" Askar Bertuah Buyar, Bekasi City Ungguli PSPS di Injury Time
Mimpi PSPS menutup kompetisi tahun ini dengan kemenangan gagal terwuju, setelah kalah dramatis 2-3 dari tuan rumah Bekasi City, Sabtu (2/5/2026) petang. (Foto: dok. wartasuluh)

BEKASI – Duel sengit dilakoni PSPS Pekanbaru saat dijamu FC Bekasi City dalam lanjutan Liga 2 Indonesia, Sabtu (2/5/2026) petang. Sayangnya, pertarungan di Stadion Patriot Candrabhaga itu harus berakhir dramatis dengan skor 3-2 untuk tuan rumah. Sekaligus memupus harapan “happy ending” Askar Bertuah.

PSPS sebenarnya sempat dua kali unggul dalam laga ini. Gol pembuka lahir dari Natanael Siringoringo di menit ke-45 yang membuat tim tamu memimpin 0-1. Namun keunggulan itu hanya bertahan sekejap. Di masa injury time babak pertama, Braze Ezechiel N Douassel menyamakan kedudukan pada menit 45+3. Skor 1-1 menutup paruh pertama.

Memasuki babak kedua, pertandingan makin terbuka. PSPS kembali mengambil alih keunggulan lewat gol Douglas Cruz di menit ke-55. Tapi lagi-lagi, keunggulan itu tak mampu dipertahankan. Sepuluh menit berselang, Douassel kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membuat kedudukan menjadi 2-2.

Saat laga tampak akan berakhir imbang, petaka datang bagi PSPS. Di menit 90+2, Renan Silva muncul sebagai pahlawan Bekasi City lewat gol penentu kemenangan. Skor berubah 3-2 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini membuat PSPS Pekanbaru tertahan di peringkat enam klasemen Grup Barat dengan 37 poin. Sementara Bekasi City kokoh di posisi tiga dengan koleksi 44 poin.

Pelatih PSPS, Aji Santoso, sebelumnya menegaskan timnya tetap memburu kemenangan meski laga tak lagi menentukan. “Kami tetap incar tiga poin dan ingin menutup musim dengan hasil manis,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang rotasi pemain demi memberi kesempatan kepada skuad lain untuk unjuk kemampuan. Senada, pemain PSPS, Reza Kusuma, menegaskan ambisi tim untuk memberikan hasil terbaik bagi suporter.

Namun di lapangan, kenyataan berkata lain. Alih-alih happy ending, PSPS justru harus menelan kekalahan menyakitkan—kali ini lewat skenario paling dramatis: gol di detik-detik terakhir dan di pertandingan terakhir PSPS di musim kompetisi 2025/2026. (wsc)