logo
Polemik SPMB Siak Hulu, DPRD Kampar Soroti Kinerja Disdikpora hingga Dugaan Inte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Bongkar Modus Pengurangan Isi Truk Tangki BBM Bersubsidi, Tiga Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Bungkam Soal Amplop Suhardiman, KPK Tegaskan Sudah Masuk Ranah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS, Kekhawatiran Defisit APBN Mulai Mereda Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Residivis Spesialis Bobol Ruko Kosong Ditangkap, Beraksi 12 Kali di Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Petani Riau: Harga Sawit Naik, TBS Plasma Sentuh Rp3.930/Kg, Sw Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sebulan Dua Korban Tewas, Kini Harimau Sumatera Nyaris Menerkam Pekerja Sawit di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Mabuk, Pengendara Motor Tabrak Pemotor Lain di Jalan Tengku Bey Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Alarm El Nino 2026 Mulai Menyala, Indonesia Terancam Kemarau Lebih Panjang
Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. (dok: Int)
Alarm El Nino 2026 Mulai Menyala, Indonesia Terancam Kemarau Lebih Panjang
Editor: putrajaya | Penulis: rea
9 Mei 2026 | 14:31:00

PEKANBARU - Alarm El Nino 2026 Mulai Menyala, Indonesia Terancam Kemarau Lebih Panjang

Ancaman El Nino kembali menghantui sejumlah negara, termasuk Indonesia. Badan Meteorologi Dunia (WMO) memberi sinyal kuat bahwa fenomena pemanasan suhu laut di Samudra Pasifik berpotensi berkembang dalam beberapa bulan ke depan.

Perubahan suhu laut yang terus meningkat di kawasan Pasifik ekuator menjadi perhatian para ahli iklim internasional. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu perubahan pola cuaca global pada paruh kedua 2026.

Dalam laporan iklim musiman terbarunya, WMO menyebut peluang kemunculan El Nino mulai terbuka pada pertengahan tahun. Sejumlah model atmosfer dan lautan menunjukkan tren pemanasan yang konsisten sejak beberapa pekan terakhir.

iklan-view

Kepala layanan prediksi iklim WMO, Wilfran Moufouma Okia, menjelaskan bahwa mayoritas simulasi iklim global mulai mengarah pada terbentuknya El Nino. Intensitasnya pun diperkirakan dapat meningkat apabila pemanasan suhu laut terus berlanjut.

Meski demikian, para peneliti belum ingin terburu-buru memastikan kekuatannya. Saat ini para ilmuwan masih memasuki fase evaluasi yang dalam dunia klimatologi dikenal sebagai periode dengan tingkat ketidakpastian prediksi cukup tinggi.

WMO berencana memperbarui proyeksi iklim global pada akhir Mei 2026 untuk melihat apakah tren pemanasan tersebut benar-benar berkembang menjadi El Nino penuh.

Fenomena El Nino sendiri dikenal sebagai salah satu penggerak utama perubahan cuaca dunia. Saat terjadi, suhu permukaan laut di bagian tengah hingga timur Samudra Pasifik meningkat di atas kondisi normal.

Dampaknya bisa berbeda di tiap wilayah. Indonesia umumnya menghadapi penurunan curah hujan yang berujung pada musim kering lebih panjang, gangguan pertanian, hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Sebaliknya, beberapa negara di kawasan Amerika Selatan justru berpotensi mengalami hujan lebih tinggi dari biasanya.

Fenomena serupa pernah terjadi pada 2023 hingga 2024 dan disebut ikut memperparah kenaikan suhu bumi secara global. Saat itu, gelombang panas terjadi di banyak negara bersamaan dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca.

Di sisi lain, Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat (NOAA) juga mulai melihat tanda-tanda yang sejalan. Dalam pembaruan terbarunya, NOAA menyebut kondisi iklim global saat ini masih netral, tetapi peluang terbentuknya El Nino setelah pertengahan tahun terus meningkat.

Pemantauan suhu laut terbaru menunjukkan kawasan Pasifik ekuator mengalami pemanasan bertahap sejak April. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator awal yang biasa diamati sebelum El Nino berkembang lebih luas.

Jika fenomena ini benar-benar terjadi, Indonesia diperkirakan perlu bersiap menghadapi dampak musim kemarau yang lebih panas dan kering dibanding tahun sebelumnya.

Tags: elnino cuaca
Alarm El Nino 2026 Mulai Menyala, Indonesia Terancam Kemarau Lebih Panjang
Editor: putrajaya | Penulis: rea
Rubrik: lingkungan | 9 Mei 2026 | 14:31:00
Alarm El Nino 2026 Mulai Menyala, Indonesia Terancam Kemarau Lebih Panjang
Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. (dok: Int)

PEKANBARU - Alarm El Nino 2026 Mulai Menyala, Indonesia Terancam Kemarau Lebih Panjang

Ancaman El Nino kembali menghantui sejumlah negara, termasuk Indonesia. Badan Meteorologi Dunia (WMO) memberi sinyal kuat bahwa fenomena pemanasan suhu laut di Samudra Pasifik berpotensi berkembang dalam beberapa bulan ke depan.

Perubahan suhu laut yang terus meningkat di kawasan Pasifik ekuator menjadi perhatian para ahli iklim internasional. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu perubahan pola cuaca global pada paruh kedua 2026.

Dalam laporan iklim musiman terbarunya, WMO menyebut peluang kemunculan El Nino mulai terbuka pada pertengahan tahun. Sejumlah model atmosfer dan lautan menunjukkan tren pemanasan yang konsisten sejak beberapa pekan terakhir.

Kepala layanan prediksi iklim WMO, Wilfran Moufouma Okia, menjelaskan bahwa mayoritas simulasi iklim global mulai mengarah pada terbentuknya El Nino. Intensitasnya pun diperkirakan dapat meningkat apabila pemanasan suhu laut terus berlanjut.

Meski demikian, para peneliti belum ingin terburu-buru memastikan kekuatannya. Saat ini para ilmuwan masih memasuki fase evaluasi yang dalam dunia klimatologi dikenal sebagai periode dengan tingkat ketidakpastian prediksi cukup tinggi.

WMO berencana memperbarui proyeksi iklim global pada akhir Mei 2026 untuk melihat apakah tren pemanasan tersebut benar-benar berkembang menjadi El Nino penuh.

Fenomena El Nino sendiri dikenal sebagai salah satu penggerak utama perubahan cuaca dunia. Saat terjadi, suhu permukaan laut di bagian tengah hingga timur Samudra Pasifik meningkat di atas kondisi normal.

Dampaknya bisa berbeda di tiap wilayah. Indonesia umumnya menghadapi penurunan curah hujan yang berujung pada musim kering lebih panjang, gangguan pertanian, hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Sebaliknya, beberapa negara di kawasan Amerika Selatan justru berpotensi mengalami hujan lebih tinggi dari biasanya.

Fenomena serupa pernah terjadi pada 2023 hingga 2024 dan disebut ikut memperparah kenaikan suhu bumi secara global. Saat itu, gelombang panas terjadi di banyak negara bersamaan dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca.

Di sisi lain, Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat (NOAA) juga mulai melihat tanda-tanda yang sejalan. Dalam pembaruan terbarunya, NOAA menyebut kondisi iklim global saat ini masih netral, tetapi peluang terbentuknya El Nino setelah pertengahan tahun terus meningkat.

Pemantauan suhu laut terbaru menunjukkan kawasan Pasifik ekuator mengalami pemanasan bertahap sejak April. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator awal yang biasa diamati sebelum El Nino berkembang lebih luas.

Jika fenomena ini benar-benar terjadi, Indonesia diperkirakan perlu bersiap menghadapi dampak musim kemarau yang lebih panas dan kering dibanding tahun sebelumnya.

Tags: elnino cuaca