logo
Polemik SPMB Siak Hulu, DPRD Kampar Soroti Kinerja Disdikpora hingga Dugaan Inte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Bongkar Modus Pengurangan Isi Truk Tangki BBM Bersubsidi, Tiga Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Bungkam Soal Amplop Suhardiman, KPK Tegaskan Sudah Masuk Ranah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS, Kekhawatiran Defisit APBN Mulai Mereda Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Residivis Spesialis Bobol Ruko Kosong Ditangkap, Beraksi 12 Kali di Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Petani Riau: Harga Sawit Naik, TBS Plasma Sentuh Rp3.930/Kg, Sw Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sebulan Dua Korban Tewas, Kini Harimau Sumatera Nyaris Menerkam Pekerja Sawit di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Mabuk, Pengendara Motor Tabrak Pemotor Lain di Jalan Tengku Bey Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Riau Bhayangkara Run 2026 Diluncurkan, Kapolda Ingatkan Ancaman Karhutla dan Bahaya Narkoba
Kapolda Irjen Pol Herry bersama jajaran lari pagi. (Foto: Istimewa)
Riau Bhayangkara Run 2026 Diluncurkan, Kapolda Ingatkan Ancaman Karhutla dan Bahaya Narkoba
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
10 Mei 2026 | 11:05:01

PEKANBARU-Suasana Car Free Day di Kota Pekanbaru, Minggu pagi, 10 Mei 2026, terasa berbeda. Ribuan warga yang memadati kawasan pusat kota bukan hanya menikmati olahraga akhir pekan, tetapi menyaksikan peluncuran Bhayangkara Run (RBR) 2026 yang digagas Polda Riau.

Event olahraga tahunan itu tak sekadar menjadi ajang lari massal. Di balik semangat olahraga, Polda Riau membawa pesan besar tentang persatuan masyarakat, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga pentingnya menyelamatkan generasi muda dari narkoba.

Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan mengatakan, Riau Bhayangkara Run 2026 dirancang sebagai ruang membangun solidaritas sosial sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Mengusung tagline “Run With Purpose, Move Forward With Riau”, kegiatan tersebut akan mencapai puncaknya pada 19 Juli 2026 di Mapolda Riau.

iklan-view

Menurut Herry, momentum Hari Bhayangkara ke-80 perlu diisi dengan gerakan yang lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, olahraga dipilih sebagai medium menyatukan berbagai elemen warga sekaligus menyampaikan pesan sosial dan ekologis.

“Riau menghadapi tantangan besar beberapa bulan ke depan. Berdasarkan informasi BMKG, periode Juni hingga Agustus diperkirakan memasuki musim kemarau panjang dan berpotensi diperparah fenomena Super El Nino,” kata Herry di hadapan peserta Car Free Day.

Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena Riau selama ini menjadi salah satu daerah rawan karhutla di Indonesia. Ancaman asap akibat kebakaran lahan dinilai bukan hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga ekonomi dan aktivitas pendidikan.

Karena itu, Kapolda mengajak masyarakat mulai membangun kesadaran ekologis sejak dini. Ia menegaskan menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau aparat keamanan semata.

“Bumi ini hanya satu. Kita punya tanggung jawab menjaga alam dan memastikan lingkungan tetap baik untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

Pesan yang dibawa dalam Riau Bhayangkara Run 2026 juga diperluas pada isu sosial lain yang kini menjadi perhatian serius di tengah masyarakat, yakni penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Polda Riau ingin olahraga menjadi bagian dari kampanye hidup sehat sekaligus ruang positif bagi anak muda.

Dalam beberapa tahun terakhir, Riau memang masih menjadi salah satu wilayah strategis peredaran narkotika internasional karena letaknya yang berbatasan langsung dengan jalur perdagangan laut. Kondisi itu membuat edukasi kepada masyarakat dinilai penting dilakukan secara masif.

Kapolda menyebut olahraga memiliki kekuatan membangun kedisiplinan, solidaritas dan pola hidup sehat. Karena itu, kegiatan seperti Riau Bhayangkara Run diharapkan mampu menghadirkan energi positif di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Riau Bhayangkara Run 2026, Kombes Pol Daniel Widya Mucharam, mengatakan event tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat dan diproyeksikan menjadi salah satu agenda olahraga terbesar di Riau.

Menurut Daniel, konsep kegiatan sengaja dibuat lebih luas agar tidak hanya menarik komunitas lari, tetapi juga keluarga, pelajar hingga masyarakat umum.

“Ini bukan sekadar lomba lari. Kami ingin mengajak masyarakat bergerak bersama untuk Riau yang lebih sehat, lebih peduli lingkungan dan lebih kuat dalam persatuan,” katanya.

Panitia menyiapkan tiga kategori utama dalam event tersebut. Kategori Half Marathon 21 kilometer akan diikuti peserta nasional dan internasional dengan jadwal start pukul 05.30 WIB. Sementara kategori 10 kilometer dimulai pukul 05.45 WIB dan kategori 5 kilometer pukul 06.00 WIB.

Race Director Muhammad Ksatria Bakti Nagara memastikan seluruh aspek teknis telah dipersiapkan mengikuti standar event nasional. Mulai dari sistem registrasi peserta, pengaturan lintasan hingga prosedur keselamatan pelari disebut menjadi perhatian utama panitia.

Ia mengatakan pengalaman peserta menjadi fokus penting agar event tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan kesan positif bagi pelari dari luar daerah.

Panitia juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti jersey premium, timing chip, nomor peserta atau BIB, medali finisher hingga merchandise sponsor. Khusus peserta Half Marathon 21K, panitia menyiapkan jaket finisher eksklusif.

Selain itu, fasilitas kesehatan dan keamanan turut diperkuat. Sejumlah pos medis, ambulans siaga dan water station akan ditempatkan di titik-titik strategis sepanjang lintasan lari.

Pengaturan arus peserta juga akan disimulasikan sebelum hari pelaksanaan guna mengantisipasi penumpukan dan memastikan kenyamanan pelari.

Ketua Event Organizer, Rissandro Dian Pratama, menambahkan pihaknya juga tengah menyiapkan sejumlah hiburan pendukung untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Informasi lengkap nantinya akan diumumkan melalui media sosial resmi Riau Bhayangkara Run.

Menurut dia, event olahraga saat ini tidak lagi hanya berbicara soal kompetisi, tetapi juga pengalaman dan atmosfer yang dirasakan peserta.

“Kami ingin peserta datang bukan hanya untuk berlari, tetapi juga menikmati suasana dan membawa pulang pengalaman positif dari Pekanbaru,” ujarnya.

Riau Bhayangkara Run selama ini memang berkembang menjadi salah satu event olahraga yang cukup dinanti komunitas lari di Sumatera. Selain menghadirkan peserta dari berbagai daerah, kegiatan itu juga dinilai mampu menggerakkan sektor ekonomi lokal.

Hotel, UMKM, transportasi hingga pelaku kuliner biasanya ikut merasakan dampak meningkatnya kunjungan peserta dan wisatawan selama pelaksanaan event berlangsung.

Di sisi lain, peluncuran Riau Bhayangkara Run 2026 menunjukkan pendekatan berbeda yang kini mulai dilakukan institusi kepolisian. Tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga aktif membangun ruang interaksi sosial bersama masyarakat.

Dengan menggabungkan olahraga, edukasi lingkungan dan kampanye hidup sehat, Polda Riau berharap Riau Bhayangkara Run 2026 mampu menjadi gerakan kolektif yang memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.

Pendaftaran peserta telah dibuka secara daring melalui situs resmi penyelenggara. Sementara pengambilan race pack dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 18 Juli 2026 di Gelanggang Remaja Pekanbaru. (bsh)

Home / News
Riau Bhayangkara Run 2026 Diluncurkan, Kapolda Ingatkan Ancaman Karhutla dan Bahaya Narkoba
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 10 Mei 2026 | 11:05:01
Riau Bhayangkara Run 2026 Diluncurkan, Kapolda Ingatkan Ancaman Karhutla dan Bahaya Narkoba
Kapolda Irjen Pol Herry bersama jajaran lari pagi. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Suasana Car Free Day di Kota Pekanbaru, Minggu pagi, 10 Mei 2026, terasa berbeda. Ribuan warga yang memadati kawasan pusat kota bukan hanya menikmati olahraga akhir pekan, tetapi menyaksikan peluncuran Bhayangkara Run (RBR) 2026 yang digagas Polda Riau.

Event olahraga tahunan itu tak sekadar menjadi ajang lari massal. Di balik semangat olahraga, Polda Riau membawa pesan besar tentang persatuan masyarakat, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga pentingnya menyelamatkan generasi muda dari narkoba.

Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan mengatakan, Riau Bhayangkara Run 2026 dirancang sebagai ruang membangun solidaritas sosial sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Mengusung tagline “Run With Purpose, Move Forward With Riau”, kegiatan tersebut akan mencapai puncaknya pada 19 Juli 2026 di Mapolda Riau.

Menurut Herry, momentum Hari Bhayangkara ke-80 perlu diisi dengan gerakan yang lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, olahraga dipilih sebagai medium menyatukan berbagai elemen warga sekaligus menyampaikan pesan sosial dan ekologis.

“Riau menghadapi tantangan besar beberapa bulan ke depan. Berdasarkan informasi BMKG, periode Juni hingga Agustus diperkirakan memasuki musim kemarau panjang dan berpotensi diperparah fenomena Super El Nino,” kata Herry di hadapan peserta Car Free Day.

Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena Riau selama ini menjadi salah satu daerah rawan karhutla di Indonesia. Ancaman asap akibat kebakaran lahan dinilai bukan hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga ekonomi dan aktivitas pendidikan.

Karena itu, Kapolda mengajak masyarakat mulai membangun kesadaran ekologis sejak dini. Ia menegaskan menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau aparat keamanan semata.

“Bumi ini hanya satu. Kita punya tanggung jawab menjaga alam dan memastikan lingkungan tetap baik untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

Pesan yang dibawa dalam Riau Bhayangkara Run 2026 juga diperluas pada isu sosial lain yang kini menjadi perhatian serius di tengah masyarakat, yakni penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Polda Riau ingin olahraga menjadi bagian dari kampanye hidup sehat sekaligus ruang positif bagi anak muda.

Dalam beberapa tahun terakhir, Riau memang masih menjadi salah satu wilayah strategis peredaran narkotika internasional karena letaknya yang berbatasan langsung dengan jalur perdagangan laut. Kondisi itu membuat edukasi kepada masyarakat dinilai penting dilakukan secara masif.

Kapolda menyebut olahraga memiliki kekuatan membangun kedisiplinan, solidaritas dan pola hidup sehat. Karena itu, kegiatan seperti Riau Bhayangkara Run diharapkan mampu menghadirkan energi positif di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Riau Bhayangkara Run 2026, Kombes Pol Daniel Widya Mucharam, mengatakan event tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat dan diproyeksikan menjadi salah satu agenda olahraga terbesar di Riau.

Menurut Daniel, konsep kegiatan sengaja dibuat lebih luas agar tidak hanya menarik komunitas lari, tetapi juga keluarga, pelajar hingga masyarakat umum.

“Ini bukan sekadar lomba lari. Kami ingin mengajak masyarakat bergerak bersama untuk Riau yang lebih sehat, lebih peduli lingkungan dan lebih kuat dalam persatuan,” katanya.

Panitia menyiapkan tiga kategori utama dalam event tersebut. Kategori Half Marathon 21 kilometer akan diikuti peserta nasional dan internasional dengan jadwal start pukul 05.30 WIB. Sementara kategori 10 kilometer dimulai pukul 05.45 WIB dan kategori 5 kilometer pukul 06.00 WIB.

Race Director Muhammad Ksatria Bakti Nagara memastikan seluruh aspek teknis telah dipersiapkan mengikuti standar event nasional. Mulai dari sistem registrasi peserta, pengaturan lintasan hingga prosedur keselamatan pelari disebut menjadi perhatian utama panitia.

Ia mengatakan pengalaman peserta menjadi fokus penting agar event tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan kesan positif bagi pelari dari luar daerah.

Panitia juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti jersey premium, timing chip, nomor peserta atau BIB, medali finisher hingga merchandise sponsor. Khusus peserta Half Marathon 21K, panitia menyiapkan jaket finisher eksklusif.

Selain itu, fasilitas kesehatan dan keamanan turut diperkuat. Sejumlah pos medis, ambulans siaga dan water station akan ditempatkan di titik-titik strategis sepanjang lintasan lari.

Pengaturan arus peserta juga akan disimulasikan sebelum hari pelaksanaan guna mengantisipasi penumpukan dan memastikan kenyamanan pelari.

Ketua Event Organizer, Rissandro Dian Pratama, menambahkan pihaknya juga tengah menyiapkan sejumlah hiburan pendukung untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Informasi lengkap nantinya akan diumumkan melalui media sosial resmi Riau Bhayangkara Run.

Menurut dia, event olahraga saat ini tidak lagi hanya berbicara soal kompetisi, tetapi juga pengalaman dan atmosfer yang dirasakan peserta.

“Kami ingin peserta datang bukan hanya untuk berlari, tetapi juga menikmati suasana dan membawa pulang pengalaman positif dari Pekanbaru,” ujarnya.

Riau Bhayangkara Run selama ini memang berkembang menjadi salah satu event olahraga yang cukup dinanti komunitas lari di Sumatera. Selain menghadirkan peserta dari berbagai daerah, kegiatan itu juga dinilai mampu menggerakkan sektor ekonomi lokal.

Hotel, UMKM, transportasi hingga pelaku kuliner biasanya ikut merasakan dampak meningkatnya kunjungan peserta dan wisatawan selama pelaksanaan event berlangsung.

Di sisi lain, peluncuran Riau Bhayangkara Run 2026 menunjukkan pendekatan berbeda yang kini mulai dilakukan institusi kepolisian. Tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga aktif membangun ruang interaksi sosial bersama masyarakat.

Dengan menggabungkan olahraga, edukasi lingkungan dan kampanye hidup sehat, Polda Riau berharap Riau Bhayangkara Run 2026 mampu menjadi gerakan kolektif yang memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.

Pendaftaran peserta telah dibuka secara daring melalui situs resmi penyelenggara. Sementara pengambilan race pack dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 18 Juli 2026 di Gelanggang Remaja Pekanbaru. (bsh)