
PEKANBARU – Tim gabungan Manggala Agni masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4 hektare dan api hingga kini masih aktif di sejumlah titik.
Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan proses pemadaman terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan di lapangan.
“Estimasi luasan sementara sekitar 4 hektare untuk satu lokasi yang ditangani. Untuk satu lokasi lainnya masih dilakukan pengukuran,” ujar Ferdian dalam keterangannya di Pekanbaru, Sabtu (9/5/2026).
Operasi pemadaman melibatkan satu regu Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama personel Balai Pengendalian Karhutla Sumatera, masyarakat setempat, serta satuan tugas kecamatan.

Meski sebagian area mulai berhasil dikendalikan, kondisi api di lapangan disebut masih cukup mengkhawatirkan. Titik api di bagian inti kebakaran masih aktif, sementara sejumlah area di sisi kebakaran terus mengeluarkan asap tebal.
“Keadaan kepala api masih aktif, beberapa lokasi sayap masih berasap sehingga membutuhkan penanganan lanjutan,” katanya.
Selain upaya pemadaman darat, Satgas Udara juga mengerahkan satu unit helikopter water bombing untuk membantu menjinakkan api dari udara.
Ferdian menambahkan, hujan ringan yang sempat turun di lokasi kebakaran diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman dan mengurangi potensi api kembali membesar.
“Kondisi di lokasi sempat hujan ringan, semoga dapat membantu ketersediaan air dan mematikan sisa-sisa api,” tuturnya.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, terdeteksi delapan titik panas di Provinsi Riau. Sebaran titik panas itu berada di Kabupaten Pelalawan sebanyak empat titik, Siak tiga titik, dan Indragiri Hilir satu titik. (ntr)






PEKANBARU – Tim gabungan Manggala Agni masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4 hektare dan api hingga kini masih aktif di sejumlah titik.
Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan proses pemadaman terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan di lapangan.
“Estimasi luasan sementara sekitar 4 hektare untuk satu lokasi yang ditangani. Untuk satu lokasi lainnya masih dilakukan pengukuran,” ujar Ferdian dalam keterangannya di Pekanbaru, Sabtu (9/5/2026).
Operasi pemadaman melibatkan satu regu Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama personel Balai Pengendalian Karhutla Sumatera, masyarakat setempat, serta satuan tugas kecamatan.
Meski sebagian area mulai berhasil dikendalikan, kondisi api di lapangan disebut masih cukup mengkhawatirkan. Titik api di bagian inti kebakaran masih aktif, sementara sejumlah area di sisi kebakaran terus mengeluarkan asap tebal.
“Keadaan kepala api masih aktif, beberapa lokasi sayap masih berasap sehingga membutuhkan penanganan lanjutan,” katanya.
Selain upaya pemadaman darat, Satgas Udara juga mengerahkan satu unit helikopter water bombing untuk membantu menjinakkan api dari udara.
Ferdian menambahkan, hujan ringan yang sempat turun di lokasi kebakaran diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman dan mengurangi potensi api kembali membesar.
“Kondisi di lokasi sempat hujan ringan, semoga dapat membantu ketersediaan air dan mematikan sisa-sisa api,” tuturnya.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, terdeteksi delapan titik panas di Provinsi Riau. Sebaran titik panas itu berada di Kabupaten Pelalawan sebanyak empat titik, Siak tiga titik, dan Indragiri Hilir satu titik. (ntr)