logo
Polemik SPMB Siak Hulu, DPRD Kampar Soroti Kinerja Disdikpora hingga Dugaan Inte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Bongkar Modus Pengurangan Isi Truk Tangki BBM Bersubsidi, Tiga Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Bungkam Soal Amplop Suhardiman, KPK Tegaskan Sudah Masuk Ranah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS, Kekhawatiran Defisit APBN Mulai Mereda Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Residivis Spesialis Bobol Ruko Kosong Ditangkap, Beraksi 12 Kali di Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Petani Riau: Harga Sawit Naik, TBS Plasma Sentuh Rp3.930/Kg, Sw Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sebulan Dua Korban Tewas, Kini Harimau Sumatera Nyaris Menerkam Pekerja Sawit di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Mabuk, Pengendara Motor Tabrak Pemotor Lain di Jalan Tengku Bey Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / Dumai
Korban Jatuh dari Pompong di Perairan Dumai Ditemukan Mengambang 6 Mil dari Lokasi Awal
Tim SAR mengevakuasi jasad Agustinus Laia (30), ABK yang sebelumnya dilaporkan jatuh dari kapal pompong di Perairan Selat Rupat, Dumai. (Foto: MCR)
Korban Jatuh dari Pompong di Perairan Dumai Ditemukan Mengambang 6 Mil dari Lokasi Awal
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
21 Mei 2026 | 15:52:44

PEKANBARU – Setelah tiga hari pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Agustinus Laia (30), Anak Buah Kapal (ABK) yang sebelumnya dilaporkan jatuh dari kapal pompong di Perairan Selat Rupat, Dumai. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (21/5/2026).

Korban diketahui merupakan warga Tuhemberua, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 11.52 WIB di titik koordinat 1°42’45” N 101°38’44” E atau sekitar 6 nautical mile (NM) arah timur laut dari lokasi awal kejadian.

“Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terjatuh dari kapal pada Selasa, 19 Mei lalu, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Budi.

iklan-view

Usai ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR gabungan dan dibawa ke RSUD Dumai untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi diusulkan ditutup pada pukul 12.45 WIB. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Budi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam proses pencarian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah terlibat dalam operasi ini. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan,” katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 11.10 WIB, Basarnas Pekanbaru menerima laporan dari anggota Lanal Dumai, Serma Khadirin, terkait seorang ABK pompong yang diduga terjatuh saat kapal berlayar dari Pelabuhan Wilmar Pelintung menuju Pelabuhan Pelindo Dumai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue USS Dumai bersama unsur SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian dan melakukan pencarian selama tiga hari menggunakan pola penyisiran paralel di sekitar Perairan Selat Rupat. (mcr)

Home / Hukum
Korban Jatuh dari Pompong di Perairan Dumai Ditemukan Mengambang 6 Mil dari Lokasi Awal
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: hukum | 21 Mei 2026 | 15:52:44
Korban Jatuh dari Pompong di Perairan Dumai Ditemukan Mengambang 6 Mil dari Lokasi Awal
Tim SAR mengevakuasi jasad Agustinus Laia (30), ABK yang sebelumnya dilaporkan jatuh dari kapal pompong di Perairan Selat Rupat, Dumai. (Foto: MCR)

PEKANBARU – Setelah tiga hari pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Agustinus Laia (30), Anak Buah Kapal (ABK) yang sebelumnya dilaporkan jatuh dari kapal pompong di Perairan Selat Rupat, Dumai. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (21/5/2026).

Korban diketahui merupakan warga Tuhemberua, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 11.52 WIB di titik koordinat 1°42’45” N 101°38’44” E atau sekitar 6 nautical mile (NM) arah timur laut dari lokasi awal kejadian.

“Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terjatuh dari kapal pada Selasa, 19 Mei lalu, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Budi.

Usai ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR gabungan dan dibawa ke RSUD Dumai untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi diusulkan ditutup pada pukul 12.45 WIB. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Budi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam proses pencarian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah terlibat dalam operasi ini. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan,” katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 11.10 WIB, Basarnas Pekanbaru menerima laporan dari anggota Lanal Dumai, Serma Khadirin, terkait seorang ABK pompong yang diduga terjatuh saat kapal berlayar dari Pelabuhan Wilmar Pelintung menuju Pelabuhan Pelindo Dumai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue USS Dumai bersama unsur SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian dan melakukan pencarian selama tiga hari menggunakan pola penyisiran paralel di sekitar Perairan Selat Rupat. (mcr)