logo
Polemik SPMB Siak Hulu, DPRD Kampar Soroti Kinerja Disdikpora hingga Dugaan Inte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Bongkar Modus Pengurangan Isi Truk Tangki BBM Bersubsidi, Tiga Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Bungkam Soal Amplop Suhardiman, KPK Tegaskan Sudah Masuk Ranah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS, Kekhawatiran Defisit APBN Mulai Mereda Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Residivis Spesialis Bobol Ruko Kosong Ditangkap, Beraksi 12 Kali di Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Petani Riau: Harga Sawit Naik, TBS Plasma Sentuh Rp3.930/Kg, Sw Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sebulan Dua Korban Tewas, Kini Harimau Sumatera Nyaris Menerkam Pekerja Sawit di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Mabuk, Pengendara Motor Tabrak Pemotor Lain di Jalan Tengku Bey Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Dari Lahan Warga di Pekanbaru, Polisi dan Masyarakat Bangun Ketahanan Pangan Lewat Jagung Manis
Jajaran Binmas Polsek Payung Sekaki mengunjungi kebun jagung warga. (Foto: Istimewa)
Dari Lahan Warga di Pekanbaru, Polisi dan Masyarakat Bangun Ketahanan Pangan Lewat Jagung Manis
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
25 Mei 2026 | 09:09:27

PEKANBARU-Ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari sawah luas atau proyek besar pemerintah. Di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, upaya itu justru tumbuh dari lahan sederhana milik warga yang ditanami jagung manis.

Di lokasi tersebut, Kanit Binmas Polsek Payung Sekaki Ipda Restu Inanda bersama Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan langsung terhadap perkembangan tanaman milik masyarakat.

Kegiatan itu menjadi bagian dari pendampingan kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang kini terus digalakkan hingga tingkat daerah.

Hamparan jagung yang mulai tumbuh subur menunjukkan hasil positif dari pemanfaatan lahan produktif warga. Selain memantau kondisi tanaman, petugas juga berdialog dengan masyarakat terkait pengembangan sektor pertanian mandiri.

iklan-view

Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin Lumban Gaol melalui Ipda Restu menyebut, ketahanan pangan harus dibangun dari lingkungan terkecil agar dampaknya lebih nyata dan berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting menjaga stabilitas pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan yang ada.

“Kalau lahan kosong dikelola dengan baik, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia menilai, budidaya jagung manis memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan. Selain mudah dirawat, hasil panen juga memiliki pasar yang luas di Pekanbaru.

Keterlibatan polisi dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pendekatan humanis Polri di tengah masyarakat. Polisi tidak hanya hadir saat ada persoalan keamanan, tetapi juga ikut mendorong kegiatan produktif warga.

Ipda Restu berharap, sinergi antara masyarakat dan kepolisian terus terjalin dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pangan.

Menurutnya, kemandirian pangan menjadi isu penting yang harus dijaga bersama, terutama menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan kondisi global.

“Harapan kami, masyarakat semakin termotivasi mengembangkan pertanian keluarga. Ketahanan pangan akan kuat kalau masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.

Pemanfaatan lahan pekarangan kini memang mulai menjadi tren positif di sejumlah daerah. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, pertanian sederhana juga mampu membuka peluang tambahan penghasilan bagi warga.

Di Payung Sekaki, langkah kecil itu mulai terlihat nyata. Dari tanaman jagung yang tumbuh di lahan warga, semangat membangun kemandirian pangan perlahan ikut berkembang di tengah masyarakat perkotaan. (*)

Home / News
Dari Lahan Warga di Pekanbaru, Polisi dan Masyarakat Bangun Ketahanan Pangan Lewat Jagung Manis
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 25 Mei 2026 | 09:09:27
Dari Lahan Warga di Pekanbaru, Polisi dan Masyarakat Bangun Ketahanan Pangan Lewat Jagung Manis
Jajaran Binmas Polsek Payung Sekaki mengunjungi kebun jagung warga. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari sawah luas atau proyek besar pemerintah. Di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, upaya itu justru tumbuh dari lahan sederhana milik warga yang ditanami jagung manis.

Di lokasi tersebut, Kanit Binmas Polsek Payung Sekaki Ipda Restu Inanda bersama Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan langsung terhadap perkembangan tanaman milik masyarakat.

Kegiatan itu menjadi bagian dari pendampingan kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang kini terus digalakkan hingga tingkat daerah.

Hamparan jagung yang mulai tumbuh subur menunjukkan hasil positif dari pemanfaatan lahan produktif warga. Selain memantau kondisi tanaman, petugas juga berdialog dengan masyarakat terkait pengembangan sektor pertanian mandiri.

Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin Lumban Gaol melalui Ipda Restu menyebut, ketahanan pangan harus dibangun dari lingkungan terkecil agar dampaknya lebih nyata dan berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting menjaga stabilitas pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan yang ada.

“Kalau lahan kosong dikelola dengan baik, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia menilai, budidaya jagung manis memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan. Selain mudah dirawat, hasil panen juga memiliki pasar yang luas di Pekanbaru.

Keterlibatan polisi dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pendekatan humanis Polri di tengah masyarakat. Polisi tidak hanya hadir saat ada persoalan keamanan, tetapi juga ikut mendorong kegiatan produktif warga.

Ipda Restu berharap, sinergi antara masyarakat dan kepolisian terus terjalin dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pangan.

Menurutnya, kemandirian pangan menjadi isu penting yang harus dijaga bersama, terutama menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan kondisi global.

“Harapan kami, masyarakat semakin termotivasi mengembangkan pertanian keluarga. Ketahanan pangan akan kuat kalau masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.

Pemanfaatan lahan pekarangan kini memang mulai menjadi tren positif di sejumlah daerah. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, pertanian sederhana juga mampu membuka peluang tambahan penghasilan bagi warga.

Di Payung Sekaki, langkah kecil itu mulai terlihat nyata. Dari tanaman jagung yang tumbuh di lahan warga, semangat membangun kemandirian pangan perlahan ikut berkembang di tengah masyarakat perkotaan. (*)