
PEKANBARU - Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Seorang calon jemaah haji asal Provinsi Riau yang tergabung dalam Kloter BTH 18 dilaporkan wafat di Kota Makkah, Minggu (24/5/2026) malam pukul 21.47 waktu Arab Saudi (WAS).
Jemaah tersebut bernama Zul Kanedi (52), asal Kota Pekanbaru, dengan nomor porsi 0400103264.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya jemaah haji asal Riau tersebut.
“Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala, diampuni segala dosanya, serta ditempatkan bersama orang-orang pilihan Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan,” ujar Defizon, Senin (25/5/2026).

Ia menegaskan, pemerintah akan menyelesaikan seluruh hak jemaah yang wafat di Tanah Suci, termasuk pelaksanaan badal haji.
“Kementerian Haji berkomitmen menyelesaikan seluruh hak-hak jemaah haji yang wafat di Tanah Suci, termasuk pelaksanaan badal hajinya,” tambahnya.
Defizon juga mengungkapkan, hingga saat ini jumlah jemaah haji asal Riau yang wafat pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M tercatat sebanyak tujuh orang.
“Rinciannya, satu orang wafat di Madinah, tiga orang di Makkah, dua orang di Batam, dan satu orang di daerah,” jelasnya.
Sementara itu, jemaah haji asal Riau saat ini tengah mempersiapkan diri untuk diberangkatkan menuju Arafah dalam rangka pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna. (mcr)






PEKANBARU - Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Seorang calon jemaah haji asal Provinsi Riau yang tergabung dalam Kloter BTH 18 dilaporkan wafat di Kota Makkah, Minggu (24/5/2026) malam pukul 21.47 waktu Arab Saudi (WAS).
Jemaah tersebut bernama Zul Kanedi (52), asal Kota Pekanbaru, dengan nomor porsi 0400103264.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya jemaah haji asal Riau tersebut.
“Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala, diampuni segala dosanya, serta ditempatkan bersama orang-orang pilihan Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan,” ujar Defizon, Senin (25/5/2026).
Ia menegaskan, pemerintah akan menyelesaikan seluruh hak jemaah yang wafat di Tanah Suci, termasuk pelaksanaan badal haji.
“Kementerian Haji berkomitmen menyelesaikan seluruh hak-hak jemaah haji yang wafat di Tanah Suci, termasuk pelaksanaan badal hajinya,” tambahnya.
Defizon juga mengungkapkan, hingga saat ini jumlah jemaah haji asal Riau yang wafat pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M tercatat sebanyak tujuh orang.
“Rinciannya, satu orang wafat di Madinah, tiga orang di Makkah, dua orang di Batam, dan satu orang di daerah,” jelasnya.
Sementara itu, jemaah haji asal Riau saat ini tengah mempersiapkan diri untuk diberangkatkan menuju Arafah dalam rangka pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna. (mcr)