
PEKANBARU– Setelah menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, ribuan jemaah Riau kini bersiap kembali ke Indonesia. Proses pemulangan haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dijadwalkan berlangsung secara bertahap sesuai kelompok terbang (kloter), dimulai awal Juni mendatang.
Kepastian jadwal pemulangan tersebut menjadi kabar yang paling dinantikan keluarga jemaah di berbagai daerah di Riau. Sebab, setelah berminggu-minggu menjalankan ibadah di Makkah dan Madinah, para jemaah akan kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing.
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau menyebutkan bahwa pemulangan jemaah haji tahun ini dibagi dalam dua gelombang. Skema tersebut dilakukan untuk memastikan proses kepulangan berjalan tertib, aman, dan sesuai jadwal penerbangan internasional yang telah ditetapkan.
Gelombang pertama dijadwalkan berangkat dari Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAIAA) Jeddah pada 4 Juni 2026 pukul 02.25 waktu Arab Saudi. Jemaah yang masuk dalam kelompok ini akan langsung menuju Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.
Sementara itu, gelombang kedua akan diberangkatkan melalui Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Airport (AMAA) Madinah pada 20 Juni 2026 pukul 00.35 waktu Arab Saudi.
Setibanya di Bandara Hang Nadim Batam, seluruh jemaah akan menjalani tahapan pemulangan lanjutan menuju kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Mekanisme kepulangan tersebut akan diatur oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) daerah sesuai jadwal masing-masing kloter.
Momentum kepulangan ini bukan hanya menjadi akhir perjalanan fisik dari Tanah Suci menuju kampung halaman. Lebih dari itu, kepulangan jemaah haji juga menjadi simbol dimulainya babak baru kehidupan spiritual setelah menyelesaikan rukun Islam kelima.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, H. Defizon, berharap seluruh proses pemulangan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ia juga mendoakan seluruh jemaah diberikan kesehatan dan keselamatan hingga tiba di rumah masing-masing.
Menurut Defizon, kebahagiaan keluarga yang menanti kepulangan para tamu Allah merupakan bagian dari keberkahan ibadah haji yang telah dijalankan selama berada di Tanah Suci.
“Perjalanan ibadah boleh berakhir, namun semangat menjadi hamba yang lebih baik harus terus berlanjut,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai utama dari ibadah haji tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan Makkah atau Madinah. Justru setelah kembali ke lingkungan masyarakat, para jemaah diharapkan mampu menunjukkan perubahan sikap, akhlak, serta kepedulian sosial yang lebih baik.
Dalam tradisi masyarakat Melayu Riau, kepulangan jemaah haji selalu memiliki makna khusus. Kehadiran mereka sering kali menjadi sumber inspirasi dan teladan di lingkungan sekitar, terutama dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan sosial.
Karena itu, predikat haji mabrur bukan hanya menjadi harapan pribadi setiap jemaah, tetapi juga harapan keluarga dan masyarakat yang menyaksikan perjalanan spiritual tersebut.
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau memastikan seluruh informasi terkait jadwal kedatangan dan proses pemulangan ke daerah akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. Jemaah maupun keluarga diimbau mengikuti informasi resmi dari PPIH agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai jadwal kepulangan.
Dengan dimulainya fase pemulangan ini, pelaksanaan ibadah haji 2026 bagi jemaah asal Riau memasuki tahap akhir. Harapannya, seluruh jemaah dapat kembali ke kampung halaman dalam kondisi sehat, membawa pengalaman spiritual yang mendalam, serta menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. (ckl)







PEKANBARU– Setelah menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, ribuan jemaah Riau kini bersiap kembali ke Indonesia. Proses pemulangan haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dijadwalkan berlangsung secara bertahap sesuai kelompok terbang (kloter), dimulai awal Juni mendatang.
Kepastian jadwal pemulangan tersebut menjadi kabar yang paling dinantikan keluarga jemaah di berbagai daerah di Riau. Sebab, setelah berminggu-minggu menjalankan ibadah di Makkah dan Madinah, para jemaah akan kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing.
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau menyebutkan bahwa pemulangan jemaah haji tahun ini dibagi dalam dua gelombang. Skema tersebut dilakukan untuk memastikan proses kepulangan berjalan tertib, aman, dan sesuai jadwal penerbangan internasional yang telah ditetapkan.
Gelombang pertama dijadwalkan berangkat dari Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAIAA) Jeddah pada 4 Juni 2026 pukul 02.25 waktu Arab Saudi. Jemaah yang masuk dalam kelompok ini akan langsung menuju Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.
Sementara itu, gelombang kedua akan diberangkatkan melalui Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Airport (AMAA) Madinah pada 20 Juni 2026 pukul 00.35 waktu Arab Saudi.
Setibanya di Bandara Hang Nadim Batam, seluruh jemaah akan menjalani tahapan pemulangan lanjutan menuju kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Mekanisme kepulangan tersebut akan diatur oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) daerah sesuai jadwal masing-masing kloter.
Momentum kepulangan ini bukan hanya menjadi akhir perjalanan fisik dari Tanah Suci menuju kampung halaman. Lebih dari itu, kepulangan jemaah haji juga menjadi simbol dimulainya babak baru kehidupan spiritual setelah menyelesaikan rukun Islam kelima.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, H. Defizon, berharap seluruh proses pemulangan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ia juga mendoakan seluruh jemaah diberikan kesehatan dan keselamatan hingga tiba di rumah masing-masing.
Menurut Defizon, kebahagiaan keluarga yang menanti kepulangan para tamu Allah merupakan bagian dari keberkahan ibadah haji yang telah dijalankan selama berada di Tanah Suci.
“Perjalanan ibadah boleh berakhir, namun semangat menjadi hamba yang lebih baik harus terus berlanjut,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai utama dari ibadah haji tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan Makkah atau Madinah. Justru setelah kembali ke lingkungan masyarakat, para jemaah diharapkan mampu menunjukkan perubahan sikap, akhlak, serta kepedulian sosial yang lebih baik.
Dalam tradisi masyarakat Melayu Riau, kepulangan jemaah haji selalu memiliki makna khusus. Kehadiran mereka sering kali menjadi sumber inspirasi dan teladan di lingkungan sekitar, terutama dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan sosial.
Karena itu, predikat haji mabrur bukan hanya menjadi harapan pribadi setiap jemaah, tetapi juga harapan keluarga dan masyarakat yang menyaksikan perjalanan spiritual tersebut.
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau memastikan seluruh informasi terkait jadwal kedatangan dan proses pemulangan ke daerah akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. Jemaah maupun keluarga diimbau mengikuti informasi resmi dari PPIH agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai jadwal kepulangan.
Dengan dimulainya fase pemulangan ini, pelaksanaan ibadah haji 2026 bagi jemaah asal Riau memasuki tahap akhir. Harapannya, seluruh jemaah dapat kembali ke kampung halaman dalam kondisi sehat, membawa pengalaman spiritual yang mendalam, serta menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. (ckl)