logo
UPDATE: Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, Bantuan Dikerahkan ke Lo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Sumbar
Longsor Putus Akses Lubuk Basung-Bukittinggi, Kendaraan Dialihkan Melalui Panta
Alat berat milik Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar melakukan normalisasi jalan di kawasan Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, Rabu (10/6/2026) dini hari. (Antara/BPBD Agam)
Longsor Putus Akses Lubuk Basung-Bukittinggi, Kendaraan Dialihkan Melalui Panta
Editor: putrajaya | Penulis: rea
Rubrik: news | 10 Juni 2026 | 14:36:49

LUBUK BASUNG – Jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, dengan Kota Bukittinggi tertimbun tanah longsor di kawasan Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, Rabu (10/6/2026) dini hari. Akibatnya, akses lalu lintas di jalur tersebut untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan.

Camat Ampek Koto, Subhan, mengatakan longsor terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi sejak dini hari. Material longsor menimbun badan jalan sepanjang sekitar enam meter dengan ketinggian mencapai satu meter.

"Selain tanah, longsor juga membawa material kayu sehingga kendaraan dari arah Lubuk Basung menuju Bukittinggi maupun sebaliknya tidak bisa melintas. Arus lalu lintas sementara dialihkan melalui jalur Panta," ujar Subhan di Lubuk Basung, Rabu.

iklan-view

Menurutnya, warga setempat langsung melakukan gotong royong sejak pagi hari untuk membersihkan material longsor dan pohon tumbang menggunakan peralatan seadanya.

Tidak lama kemudian, alat berat milik UPT Jalan Provinsi tiba di lokasi untuk membantu mempercepat proses pembersihan material longsor sehingga akses jalan dapat segera kembali normal.

"Mudah-mudahan pembersihan material tanah longsor cepat selesai sehingga arus lalu lintas bisa kembali normal," katanya.

Subhan menjelaskan, lokasi longsor tersebut merupakan kawasan yang sebelumnya juga pernah mengalami longsor pada November 2025. Saat itu, tebing di sepanjang ruas jalan tersebut runtuh hingga menyebabkan sebagian badan jalan mengalami kerusakan.

Ia menambahkan, terdapat beberapa titik longsor lainnya yang juga terjadi di sepanjang ruas jalan provinsi di kawasan Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Abdul Ghafur, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan UPT Jalan Provinsi setelah menerima laporan kejadian tersebut.

"Kami telah melakukan koordinasi dengan UPT Jalan Provinsi untuk membantu penanganan dan pembersihan material longsor di Sungai Landia," ujarnya.

Selain longsor, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di kawasan Kelok 10. Untuk penanganannya, BPBD Agam telah menugaskan tim Satuan Tugas (Satgas) yang sebelumnya dibantu oleh pemerintah nagari dan masyarakat setempat.

Setelah proses pembersihan pohon tumbang selesai dilakukan, tim Satgas BPBD Agam akan bergerak ke Sungai Landia guna membantu percepatan pembersihan material longsor yang masih menutupi badan jalan. *


Sumber: Antarasumbar

Home / News
Longsor Putus Akses Lubuk Basung-Bukittinggi, Kendaraan Dialihkan Melalui Panta
Editor: putrajaya | Penulis: rea
Rubrik: news | 10 Juni 2026 | 14:36:49
Longsor Putus Akses Lubuk Basung-Bukittinggi, Kendaraan Dialihkan Melalui Panta
Alat berat milik Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar melakukan normalisasi jalan di kawasan Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, Rabu (10/6/2026) dini hari. (Antara/BPBD Agam)

LUBUK BASUNG – Jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, dengan Kota Bukittinggi tertimbun tanah longsor di kawasan Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, Rabu (10/6/2026) dini hari. Akibatnya, akses lalu lintas di jalur tersebut untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan.

Camat Ampek Koto, Subhan, mengatakan longsor terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi sejak dini hari. Material longsor menimbun badan jalan sepanjang sekitar enam meter dengan ketinggian mencapai satu meter.

"Selain tanah, longsor juga membawa material kayu sehingga kendaraan dari arah Lubuk Basung menuju Bukittinggi maupun sebaliknya tidak bisa melintas. Arus lalu lintas sementara dialihkan melalui jalur Panta," ujar Subhan di Lubuk Basung, Rabu.

Menurutnya, warga setempat langsung melakukan gotong royong sejak pagi hari untuk membersihkan material longsor dan pohon tumbang menggunakan peralatan seadanya.

Tidak lama kemudian, alat berat milik UPT Jalan Provinsi tiba di lokasi untuk membantu mempercepat proses pembersihan material longsor sehingga akses jalan dapat segera kembali normal.

"Mudah-mudahan pembersihan material tanah longsor cepat selesai sehingga arus lalu lintas bisa kembali normal," katanya.

Subhan menjelaskan, lokasi longsor tersebut merupakan kawasan yang sebelumnya juga pernah mengalami longsor pada November 2025. Saat itu, tebing di sepanjang ruas jalan tersebut runtuh hingga menyebabkan sebagian badan jalan mengalami kerusakan.

Ia menambahkan, terdapat beberapa titik longsor lainnya yang juga terjadi di sepanjang ruas jalan provinsi di kawasan Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Abdul Ghafur, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan UPT Jalan Provinsi setelah menerima laporan kejadian tersebut.

"Kami telah melakukan koordinasi dengan UPT Jalan Provinsi untuk membantu penanganan dan pembersihan material longsor di Sungai Landia," ujarnya.

Selain longsor, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di kawasan Kelok 10. Untuk penanganannya, BPBD Agam telah menugaskan tim Satuan Tugas (Satgas) yang sebelumnya dibantu oleh pemerintah nagari dan masyarakat setempat.

Setelah proses pembersihan pohon tumbang selesai dilakukan, tim Satgas BPBD Agam akan bergerak ke Sungai Landia guna membantu percepatan pembersihan material longsor yang masih menutupi badan jalan. *


Sumber: Antarasumbar