
PEKANBARU - Kinerja perekonomian Kota Pekanbaru pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Pertumbuhan tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, hingga investasi yang masuk ke ibu kota Provinsi Riau. Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa roda perekonomian daerah bergerak semakin kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi secara nasional maupun global.
Data BPS mencatat Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,03 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Sementara itu, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga mengalami kenaikan sebesar 4,13 persen.

Di sisi lain, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni mencapai 20,69 persen. Adapun Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang menjadi indikator investasi turut menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan sebesar 8,55 persen.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyambut baik capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang mendekati angka delapan persen pada triwulan pertama tahun ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Ia menilai arah kebijakan yang dijalankan pemerintah kota mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat disebut memiliki peran penting dalam menjaga momentum pertumbuhan yang saat ini sedang berlangsung.
Sejak awal masa kepemimpinannya, kata Agung, Pemko Pekanbaru berupaya mengoptimalkan pengelolaan anggaran daerah agar lebih efektif dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Belanja pemerintah diarahkan untuk menciptakan efek berganda yang dapat menggerakkan berbagai sektor ekonomi.
Menurutnya, tingginya pertumbuhan konsumsi pemerintah menjadi bukti bahwa percepatan realisasi anggaran mampu menjadi pendorong aktivitas ekonomi. Ketika program pembangunan berjalan, sektor usaha ikut bergerak, kebutuhan tenaga kerja meningkat, dan daya beli masyarakat terdorong naik.
Selain itu, meningkatnya nilai PMTB menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Pekanbaru semakin baik. Hal tersebut dinilai sebagai modal penting untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah dalam jangka panjang.
Ke depan, Pemko Pekanbaru berkomitmen mempertahankan tren positif tersebut melalui percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan sektor UMKM, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif. Pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja baru, dan memperluas peluang usaha bagi warga Pekanbaru. (*)




PEKANBARU - Kinerja perekonomian Kota Pekanbaru pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Pertumbuhan tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, hingga investasi yang masuk ke ibu kota Provinsi Riau. Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa roda perekonomian daerah bergerak semakin kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi secara nasional maupun global.
Data BPS mencatat Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,03 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Sementara itu, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga mengalami kenaikan sebesar 4,13 persen.
Di sisi lain, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni mencapai 20,69 persen. Adapun Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang menjadi indikator investasi turut menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan sebesar 8,55 persen.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyambut baik capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang mendekati angka delapan persen pada triwulan pertama tahun ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Ia menilai arah kebijakan yang dijalankan pemerintah kota mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat disebut memiliki peran penting dalam menjaga momentum pertumbuhan yang saat ini sedang berlangsung.
Sejak awal masa kepemimpinannya, kata Agung, Pemko Pekanbaru berupaya mengoptimalkan pengelolaan anggaran daerah agar lebih efektif dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Belanja pemerintah diarahkan untuk menciptakan efek berganda yang dapat menggerakkan berbagai sektor ekonomi.
Menurutnya, tingginya pertumbuhan konsumsi pemerintah menjadi bukti bahwa percepatan realisasi anggaran mampu menjadi pendorong aktivitas ekonomi. Ketika program pembangunan berjalan, sektor usaha ikut bergerak, kebutuhan tenaga kerja meningkat, dan daya beli masyarakat terdorong naik.
Selain itu, meningkatnya nilai PMTB menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Pekanbaru semakin baik. Hal tersebut dinilai sebagai modal penting untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah dalam jangka panjang.
Ke depan, Pemko Pekanbaru berkomitmen mempertahankan tren positif tersebut melalui percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan sektor UMKM, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif. Pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja baru, dan memperluas peluang usaha bagi warga Pekanbaru. (*)