logo
Pemko Pekanbaru Tegaskan Rumah Sakit Tak Boleh Bedakan Pasien BPJS dan Umum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Buka Peluang Bangun Waste Station di Kampus UNRI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Bengkalis, Diduga Bawa Lebih 2 Ton Methamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gempa NTT Rusak 19.297 Rumah, Lebih dari 6.000 Bangunan Masuk Kategori Berat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Desa Sungai Gantang Sukses Bentangkan Bendera 1.081 Meter di Jembatan Rumbai Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 133 HGB Pedagang STC Dipersoalkan, Pemko Pekanbaru Didesak Buka Dasar Kebijakan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Pekanbaru Soroti Data Desil Warga: Salah Klasifikasi Bisa Bikin Bantuan Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Keuangan
Sinyal Positif bagi Pasar Keuangan,  Rupiah Rebound Kuat dan Tinggalkan Level Rp18.000 dalam Sepekan
Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS. (Foto: Ist)
Sinyal Positif bagi Pasar Keuangan, Rupiah Rebound Kuat dan Tinggalkan Level Rp18.000 dalam Sepekan
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 14 Juni 2026 | 15:26:39

JAKARTA – Nilai tukar rupiah menunjukkan performa impresif sepanjang pekan perdagangan 8–12 Juni 2026. Mata uang Garuda berhasil menguat 327 poin atau 1,79 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dari posisi Rp18.187 menjadi Rp17.860 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat.

Penguatan tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik setelah Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tegas dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,5 persen.

Pergerakan rupiah selama sepekan berlangsung cukup dinamis. Pada awal pekan, Senin (8/6/2026), rupiah masih berada di bawah tekanan dan ditutup melemah 151 poin ke level Rp18.187 per dolar AS.

iklan-view

Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Pada Selasa (9/6), rupiah mulai bangkit dengan menguat 129 poin ke posisi Rp18.058 per dolar AS. Tren penguatan berlanjut pada Rabu (10/6) ketika mata uang domestik kembali menembus level psikologis Rp17.900 dan ditutup di Rp17.944 per dolar AS.

Meski sempat terkoreksi tipis pada Kamis (11/6) ke level Rp17.988 per dolar AS, rupiah kembali menunjukkan tenaga besar pada perdagangan Jumat (12/6). Mata uang domestik ditutup melonjak 128 poin ke posisi Rp17.860 per dolar AS, sekaligus menjadi level terkuat sepanjang pekan.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah tidak terlepas dari respons positif pasar terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia yang menaikkan BI-Rate menjadi 5,5 persen.

Di sisi lain, menurut Ibrahim, pasar global masih dibayangi ekspektasi kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat. Data ekonomi Negeri Paman Sam yang relatif kuat memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi masih bertahan, sehingga membuka peluang bagi Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga pada akhir tahun.

"Pasar saat ini memperkirakan sekitar 60 persen peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang. Hal itu didukung oleh data ekonomi AS yang menunjukkan pertumbuhan lebih kuat dari perkiraan pada kuartal pertama," ujar Ibrahim, Minggu (14/6/2026).

Ia memperkirakan indeks dolar AS pada pekan depan bergerak di area support 99,100 dan berpotensi menguji level resistance 100,700 apabila kembali menguat.

Untuk perdagangan Senin mendatang, Ibrahim memprediksi rupiah masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran Rp17.860 hingga Rp17.910 per dolar AS. Sementara dalam sepekan ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan berada pada rentang Rp17.780 hingga Rp18.040 per dolar AS.

Meski sentimen eksternal masih membayangi, penguatan rupiah sepanjang pekan ini menunjukkan bahwa pasar tetap memberikan respons positif terhadap langkah stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia, sekaligus menjadi modal penting bagi mata uang domestik untuk menghadapi gejolak global dalam beberapa waktu ke depan. (**)

Sumber: Investor.id

Home / Ekonomi
Sinyal Positif bagi Pasar Keuangan, Rupiah Rebound Kuat dan Tinggalkan Level Rp18.000 dalam Sepekan
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 14 Juni 2026 | 15:26:39
Sinyal Positif bagi Pasar Keuangan,  Rupiah Rebound Kuat dan Tinggalkan Level Rp18.000 dalam Sepekan
Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS. (Foto: Ist)

JAKARTA – Nilai tukar rupiah menunjukkan performa impresif sepanjang pekan perdagangan 8–12 Juni 2026. Mata uang Garuda berhasil menguat 327 poin atau 1,79 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dari posisi Rp18.187 menjadi Rp17.860 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat.

Penguatan tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik setelah Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tegas dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,5 persen.

Pergerakan rupiah selama sepekan berlangsung cukup dinamis. Pada awal pekan, Senin (8/6/2026), rupiah masih berada di bawah tekanan dan ditutup melemah 151 poin ke level Rp18.187 per dolar AS.

Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Pada Selasa (9/6), rupiah mulai bangkit dengan menguat 129 poin ke posisi Rp18.058 per dolar AS. Tren penguatan berlanjut pada Rabu (10/6) ketika mata uang domestik kembali menembus level psikologis Rp17.900 dan ditutup di Rp17.944 per dolar AS.

Meski sempat terkoreksi tipis pada Kamis (11/6) ke level Rp17.988 per dolar AS, rupiah kembali menunjukkan tenaga besar pada perdagangan Jumat (12/6). Mata uang domestik ditutup melonjak 128 poin ke posisi Rp17.860 per dolar AS, sekaligus menjadi level terkuat sepanjang pekan.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah tidak terlepas dari respons positif pasar terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia yang menaikkan BI-Rate menjadi 5,5 persen.

Di sisi lain, menurut Ibrahim, pasar global masih dibayangi ekspektasi kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat. Data ekonomi Negeri Paman Sam yang relatif kuat memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi masih bertahan, sehingga membuka peluang bagi Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga pada akhir tahun.

"Pasar saat ini memperkirakan sekitar 60 persen peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang. Hal itu didukung oleh data ekonomi AS yang menunjukkan pertumbuhan lebih kuat dari perkiraan pada kuartal pertama," ujar Ibrahim, Minggu (14/6/2026).

Ia memperkirakan indeks dolar AS pada pekan depan bergerak di area support 99,100 dan berpotensi menguji level resistance 100,700 apabila kembali menguat.

Untuk perdagangan Senin mendatang, Ibrahim memprediksi rupiah masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran Rp17.860 hingga Rp17.910 per dolar AS. Sementara dalam sepekan ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan berada pada rentang Rp17.780 hingga Rp18.040 per dolar AS.

Meski sentimen eksternal masih membayangi, penguatan rupiah sepanjang pekan ini menunjukkan bahwa pasar tetap memberikan respons positif terhadap langkah stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia, sekaligus menjadi modal penting bagi mata uang domestik untuk menghadapi gejolak global dalam beberapa waktu ke depan. (**)

Sumber: Investor.id