logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / KAMPAR
Menjaga Asa Ketahanan Pangan, Jagung Pak Riap Tumbuh Subur di Desa Simalinyang Kampar
Bhabinkamtibmas Desa Simalinyang, AIPDA Irpan Helen mengecek jagung milik petani Riap. (Foto: Ujang Andrian)
Menjaga Asa Ketahanan Pangan, Jagung Pak Riap Tumbuh Subur di Desa Simalinyang Kampar
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ujang andrian
Rubrik: ekonomi | 15 Juni 2026 | 14:39:29

KAMPAR – Hamparan tanaman jagung yang tumbuh hijau dan subur di Desa Simalinyang, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, menjadi simbol harapan bagi Riap, seorang petani yang menanam benih-benih masa depan keluarganya dengan modal swadaya.

Senin (15/6/2026), harapan itu mendapat perhatian langsung dari Bhabinkamtibmas Desa Simalinyang, AIPDA Irpan Helen. Di bawah terik matahari pagi, ia turun ke lahan pertanian milik Riap untuk melihat perkembangan tanaman jagung pipil yang telah dirawat selama hampir tiga bulan terakhir.

Di lahan seluas setengah hektare yang berada di Jalan Lintas Pekanbaru–Taluk Kuantan tersebut, sebanyak 15 kilogram bibit jagung ditanam sejak 7 April 2026. Kini, setelah memasuki usia sekitar 80 hari, tanaman jagung tumbuh sehat dan merata, menghadirkan optimisme menjelang masa panen yang diperkirakan berlangsung pada awal September mendatang.

iklan-view

Bagi Riap, jagung-jagung itu bukan sekadar tanaman. Di balik setiap batang yang tumbuh tegak, tersimpan harapan untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar.

"Tanaman ini saya tanam dengan dana sendiri. Saya berharap hasil panennya nanti bisa membantu ekonomi keluarga dan bermanfaat bagi kebutuhan pangan di lingkungan kami," ujar Riap dengan wajah penuh semangat.

Saat melakukan pengecekan, AIPDA Irpan Helen memeriksa kondisi tanaman secara menyeluruh, mulai dari pertumbuhan batang, kondisi daun, hingga kesuburan tanah. Hasilnya menggembirakan. Tanaman terlihat sehat, bebas dari serangan hama maupun penyakit yang berpotensi mengganggu produksi.

Riap mengaku keberhasilan tersebut tidak lepas dari perawatan rutin yang dilakukannya setiap hari. Ia menjaga kebersihan lahan dan memberikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman agar pertumbuhannya tetap optimal.

"Saya selalu berusaha merawatnya sebaik mungkin. Syukur, kondisi tanah di sini juga cukup mendukung sehingga tanaman tumbuh dengan baik," katanya sambil menunjukkan akar tanaman yang tumbuh kuat.

Kapolsek Kampar Kiri, AKP Era Maifo, mengatakan keberhasilan yang ditunjukkan Riap menjadi contoh nyata semangat kemandirian masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

Menurutnya, Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya mendampingi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. Pendampingan dan pemantauan akan terus dilakukan hingga masa panen tiba agar petani memperoleh hasil yang maksimal.

"Semangat swadaya seperti yang ditunjukkan Pak Riap patut menjadi inspirasi. Kami ingin memastikan para petani mendapat dukungan sehingga semakin termotivasi mengembangkan usaha pertanian mereka," ujarnya dalam kesempatan terpisah. 

Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, kisah Riap menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui program pemerintah, tetapi juga melalui kerja keras petani yang setiap hari merawat harapan di atas lahan mereka. 

Jika panen nanti berjalan sesuai harapan, hamparan jagung di Desa Simalinyang bukan hanya menghasilkan hasil pertanian, tetapi juga menghadirkan cerita tentang ketekunan, kemandirian, dan optimisme masyarakat desa dalam menjaga ketersediaan pangan dari kampung mereka sendiri. (ujg)

Home / Ekonomi
Menjaga Asa Ketahanan Pangan, Jagung Pak Riap Tumbuh Subur di Desa Simalinyang Kampar
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ujang andrian
Rubrik: ekonomi | 15 Juni 2026 | 14:39:29
Menjaga Asa Ketahanan Pangan, Jagung Pak Riap Tumbuh Subur di Desa Simalinyang Kampar
Bhabinkamtibmas Desa Simalinyang, AIPDA Irpan Helen mengecek jagung milik petani Riap. (Foto: Ujang Andrian)

KAMPAR – Hamparan tanaman jagung yang tumbuh hijau dan subur di Desa Simalinyang, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, menjadi simbol harapan bagi Riap, seorang petani yang menanam benih-benih masa depan keluarganya dengan modal swadaya.

Senin (15/6/2026), harapan itu mendapat perhatian langsung dari Bhabinkamtibmas Desa Simalinyang, AIPDA Irpan Helen. Di bawah terik matahari pagi, ia turun ke lahan pertanian milik Riap untuk melihat perkembangan tanaman jagung pipil yang telah dirawat selama hampir tiga bulan terakhir.

Di lahan seluas setengah hektare yang berada di Jalan Lintas Pekanbaru–Taluk Kuantan tersebut, sebanyak 15 kilogram bibit jagung ditanam sejak 7 April 2026. Kini, setelah memasuki usia sekitar 80 hari, tanaman jagung tumbuh sehat dan merata, menghadirkan optimisme menjelang masa panen yang diperkirakan berlangsung pada awal September mendatang.

Bagi Riap, jagung-jagung itu bukan sekadar tanaman. Di balik setiap batang yang tumbuh tegak, tersimpan harapan untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar.

"Tanaman ini saya tanam dengan dana sendiri. Saya berharap hasil panennya nanti bisa membantu ekonomi keluarga dan bermanfaat bagi kebutuhan pangan di lingkungan kami," ujar Riap dengan wajah penuh semangat.

Saat melakukan pengecekan, AIPDA Irpan Helen memeriksa kondisi tanaman secara menyeluruh, mulai dari pertumbuhan batang, kondisi daun, hingga kesuburan tanah. Hasilnya menggembirakan. Tanaman terlihat sehat, bebas dari serangan hama maupun penyakit yang berpotensi mengganggu produksi.

Riap mengaku keberhasilan tersebut tidak lepas dari perawatan rutin yang dilakukannya setiap hari. Ia menjaga kebersihan lahan dan memberikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman agar pertumbuhannya tetap optimal.

"Saya selalu berusaha merawatnya sebaik mungkin. Syukur, kondisi tanah di sini juga cukup mendukung sehingga tanaman tumbuh dengan baik," katanya sambil menunjukkan akar tanaman yang tumbuh kuat.

Kapolsek Kampar Kiri, AKP Era Maifo, mengatakan keberhasilan yang ditunjukkan Riap menjadi contoh nyata semangat kemandirian masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

Menurutnya, Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya mendampingi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. Pendampingan dan pemantauan akan terus dilakukan hingga masa panen tiba agar petani memperoleh hasil yang maksimal.

"Semangat swadaya seperti yang ditunjukkan Pak Riap patut menjadi inspirasi. Kami ingin memastikan para petani mendapat dukungan sehingga semakin termotivasi mengembangkan usaha pertanian mereka," ujarnya dalam kesempatan terpisah. 

Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, kisah Riap menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui program pemerintah, tetapi juga melalui kerja keras petani yang setiap hari merawat harapan di atas lahan mereka. 

Jika panen nanti berjalan sesuai harapan, hamparan jagung di Desa Simalinyang bukan hanya menghasilkan hasil pertanian, tetapi juga menghadirkan cerita tentang ketekunan, kemandirian, dan optimisme masyarakat desa dalam menjaga ketersediaan pangan dari kampung mereka sendiri. (ujg)