
KAMPAR – Hamparan tanaman jagung yang tumbuh hijau dan subur di Desa Simalinyang, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, menjadi simbol harapan bagi Riap, seorang petani yang menanam benih-benih masa depan keluarganya dengan modal swadaya.
Senin (15/6/2026), harapan itu mendapat perhatian langsung dari Bhabinkamtibmas Desa Simalinyang, AIPDA Irpan Helen. Di bawah terik matahari pagi, ia turun ke lahan pertanian milik Riap untuk melihat perkembangan tanaman jagung pipil yang telah dirawat selama hampir tiga bulan terakhir.
Di lahan seluas setengah hektare yang berada di Jalan Lintas Pekanbaru–Taluk Kuantan tersebut, sebanyak 15 kilogram bibit jagung ditanam sejak 7 April 2026. Kini, setelah memasuki usia sekitar 80 hari, tanaman jagung tumbuh sehat dan merata, menghadirkan optimisme menjelang masa panen yang diperkirakan berlangsung pada awal September mendatang.
Bagi Riap, jagung-jagung itu bukan sekadar tanaman. Di balik setiap batang yang tumbuh tegak, tersimpan harapan untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar.

"Tanaman ini saya tanam dengan dana sendiri. Saya berharap hasil panennya nanti bisa membantu ekonomi keluarga dan bermanfaat bagi kebutuhan pangan di lingkungan kami," ujar Riap dengan wajah penuh semangat.
Saat melakukan pengecekan, AIPDA Irpan Helen memeriksa kondisi tanaman secara menyeluruh, mulai dari pertumbuhan batang, kondisi daun, hingga kesuburan tanah. Hasilnya menggembirakan. Tanaman terlihat sehat, bebas dari serangan hama maupun penyakit yang berpotensi mengganggu produksi.
Riap mengaku keberhasilan tersebut tidak lepas dari perawatan rutin yang dilakukannya setiap hari. Ia menjaga kebersihan lahan dan memberikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman agar pertumbuhannya tetap optimal.
"Saya selalu berusaha merawatnya sebaik mungkin. Syukur, kondisi tanah di sini juga cukup mendukung sehingga tanaman tumbuh dengan baik," katanya sambil menunjukkan akar tanaman yang tumbuh kuat.
Kapolsek Kampar Kiri, AKP Era Maifo, mengatakan keberhasilan yang ditunjukkan Riap menjadi contoh nyata semangat kemandirian masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.
Menurutnya, Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya mendampingi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. Pendampingan dan pemantauan akan terus dilakukan hingga masa panen tiba agar petani memperoleh hasil yang maksimal.
"Semangat swadaya seperti yang ditunjukkan Pak Riap patut menjadi inspirasi. Kami ingin memastikan para petani mendapat dukungan sehingga semakin termotivasi mengembangkan usaha pertanian mereka," ujarnya dalam kesempatan terpisah.
Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, kisah Riap menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui program pemerintah, tetapi juga melalui kerja keras petani yang setiap hari merawat harapan di atas lahan mereka.
Jika panen nanti berjalan sesuai harapan, hamparan jagung di Desa Simalinyang bukan hanya menghasilkan hasil pertanian, tetapi juga menghadirkan cerita tentang ketekunan, kemandirian, dan optimisme masyarakat desa dalam menjaga ketersediaan pangan dari kampung mereka sendiri. (ujg)






KAMPAR – Hamparan tanaman jagung yang tumbuh hijau dan subur di Desa Simalinyang, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, menjadi simbol harapan bagi Riap, seorang petani yang menanam benih-benih masa depan keluarganya dengan modal swadaya.
Senin (15/6/2026), harapan itu mendapat perhatian langsung dari Bhabinkamtibmas Desa Simalinyang, AIPDA Irpan Helen. Di bawah terik matahari pagi, ia turun ke lahan pertanian milik Riap untuk melihat perkembangan tanaman jagung pipil yang telah dirawat selama hampir tiga bulan terakhir.
Di lahan seluas setengah hektare yang berada di Jalan Lintas Pekanbaru–Taluk Kuantan tersebut, sebanyak 15 kilogram bibit jagung ditanam sejak 7 April 2026. Kini, setelah memasuki usia sekitar 80 hari, tanaman jagung tumbuh sehat dan merata, menghadirkan optimisme menjelang masa panen yang diperkirakan berlangsung pada awal September mendatang.
Bagi Riap, jagung-jagung itu bukan sekadar tanaman. Di balik setiap batang yang tumbuh tegak, tersimpan harapan untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar.
"Tanaman ini saya tanam dengan dana sendiri. Saya berharap hasil panennya nanti bisa membantu ekonomi keluarga dan bermanfaat bagi kebutuhan pangan di lingkungan kami," ujar Riap dengan wajah penuh semangat.
Saat melakukan pengecekan, AIPDA Irpan Helen memeriksa kondisi tanaman secara menyeluruh, mulai dari pertumbuhan batang, kondisi daun, hingga kesuburan tanah. Hasilnya menggembirakan. Tanaman terlihat sehat, bebas dari serangan hama maupun penyakit yang berpotensi mengganggu produksi.
Riap mengaku keberhasilan tersebut tidak lepas dari perawatan rutin yang dilakukannya setiap hari. Ia menjaga kebersihan lahan dan memberikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman agar pertumbuhannya tetap optimal.
"Saya selalu berusaha merawatnya sebaik mungkin. Syukur, kondisi tanah di sini juga cukup mendukung sehingga tanaman tumbuh dengan baik," katanya sambil menunjukkan akar tanaman yang tumbuh kuat.
Kapolsek Kampar Kiri, AKP Era Maifo, mengatakan keberhasilan yang ditunjukkan Riap menjadi contoh nyata semangat kemandirian masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.
Menurutnya, Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya mendampingi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. Pendampingan dan pemantauan akan terus dilakukan hingga masa panen tiba agar petani memperoleh hasil yang maksimal.
"Semangat swadaya seperti yang ditunjukkan Pak Riap patut menjadi inspirasi. Kami ingin memastikan para petani mendapat dukungan sehingga semakin termotivasi mengembangkan usaha pertanian mereka," ujarnya dalam kesempatan terpisah.
Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, kisah Riap menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui program pemerintah, tetapi juga melalui kerja keras petani yang setiap hari merawat harapan di atas lahan mereka.
Jika panen nanti berjalan sesuai harapan, hamparan jagung di Desa Simalinyang bukan hanya menghasilkan hasil pertanian, tetapi juga menghadirkan cerita tentang ketekunan, kemandirian, dan optimisme masyarakat desa dalam menjaga ketersediaan pangan dari kampung mereka sendiri. (ujg)