logo
● Penampungan Solar Ilegal di Kampar Digerebek Polda, Sempat Dihalangi Warga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Cetak Prestasi Bersejarah bagi Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kasus Sabu 46,93 Kg di Pekanbaru: Oknum TNI Ditahan Pomdam dan Terancam Dipecat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lapas Bagansiapiapi Gagalkan Penyelundupan Liquid Vape Diduga Narkotika dalam Bo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pelajar 14 Tahun Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan SM Amin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pekanbarutv.com dan UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Gagalkan Peredaran 46,9 Kg Sabu, Tersangka Babinsa dan Warga Sipil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Direktur Toba Pulp Lestari Anwar Lawden Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2 Triliun Tr Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / Pekanbaru
AMPL Riau Laporkan PT EPE ke Kejati Riau, Soroti Dugaan Kerugian Negara Akibat Truk ODOL
Kondisi jalan rusak di Desa Sungai Rawa
AMPL Riau Laporkan PT EPE ke Kejati Riau, Soroti Dugaan Kerugian Negara Akibat Truk ODOL
Editor: ridho | Penulis: raka sagara
Rubrik: hukum | 19 Juni 2026 | 23:15:34

PEKANBARU-Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) Riau  melaporkan PT Ekasapta Paramita Energi (PT EPE) perusahaan pengepul cangkang sawit di Desa Sungai Rawa kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Dalam laporan ini, AMPL menuding perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2020 ini turut andil dalam kerusakan jalan Desa Sungai Rawa, yang disebabkan truk-truk PT EPE yang membawa cangkang sawit Over Demension Over Load. Padahal jalan ini tak mampu menahan beban muatan truk diatas 15 ton. Sedangkan tonase truk ini diatas 30 ton.

Koordinator AMPL Riau M Ronny Fachrodzie mengatakan laporan  yang mereka sampaikan ini diterima petugas PTSP Kejaksaan Tinggi Riau pada jam 14.30 WIB, Jumat (19/6/2026) di Kejakasaan Tinggi Riau.

iklan-view

"AMPL Riau menilai aktivitas truk-truk yang memuat cangkang sawit milik PT EPE yang melintasi Jalan Sungai Rawa, Rawa Mekar Jaya dan Tanjung Pal menjadi penyebab kerusakan jalan ini," katanya.

Ditambahkan Ronny, beban Jalan Klas III ini sekitar 8 ton, namun jika truk yang membawa muatan lebih dari 8 ton tentu saja akan menyebabkan jalan semakin rusak parah. "Masyarakat yang mengalami langsung akibat kerusakan infrastruktur ini. Sementara ini adalah jalan satu-satunya yang melintasi tiga Desa, Desa Sungai Rawa, Desa Tanjung Pal dan Desa Rawa Mekar Jaya," ungkap aktivis lingkungan ini.

Dampak yang langsung dirasakan masyarakat, jika hujan jalan ini akan berlumpur dan lubang-lubang yang ada akan tertutup oleh genangan air. Sedangkan jika musim panas berdebu.

Kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian negara. 

Jalan yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah, baik melalui APBN maupun APBD, mengalami penurunan umur teknis secara signifikan akibat beban kendaraan yang diduga melebihi kapasitas.

Selain itu, pemerintah berpotensi mengeluarkan anggaran tambahan untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan yang rusak. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan pemborosan keuangan negara serta mengurangi nilai investasi infrastruktur yang telah dibangun dengan biaya besar.

Melalui laporan tersebut, AMPL Riau meminta Kejati Riau melakukan penyelidikan terhadap dugaan kerugian negara yang ditimbulkan, memanggil pihak PT EPE dan pihak terkait lainnya untuk dimintai keterangan, menghitung potensi kerugian negara, serta memerintahkan pihak yang bertanggung jawab melakukan pemulihan dan perbaikan jalan.

AMPL Riau juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Laporan tersebut ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, Jaksa Agung RI, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kapolri.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Siak Ardi Irfandi, S.T., M.M, saat dihubungi kemarin mengatakan jalan ini masuk dalam pemeliharaan tahun 2021 yang lalu. Diantaranya melebarkan badan jalan, dan menimbun jalan jalan yang berlobang.

"Jalan ini merupakan satu-satunya akses bagi tiga desa, sungai rawa, rawa mekar jaya , dan tanjung pal" katanya.

Bupati Siak Afni Zulkifli sebelumnya, menyebutkan pemerintah Kabupaten Siak telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan tersebut meskipun saat ini daerah menghadapi keterbatasan anggaran. Diantaranya mengajak sembilan perusahaan  berpartisipasi dalam program pemeliharaan jalan tersebut. 

Home / Hukum
AMPL Riau Laporkan PT EPE ke Kejati Riau, Soroti Dugaan Kerugian Negara Akibat Truk ODOL
Editor: ridho | Penulis: raka sagara
Rubrik: hukum | 19 Juni 2026 | 23:15:34
AMPL Riau Laporkan PT EPE ke Kejati Riau, Soroti Dugaan Kerugian Negara Akibat Truk ODOL
Kondisi jalan rusak di Desa Sungai Rawa

PEKANBARU-Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) Riau  melaporkan PT Ekasapta Paramita Energi (PT EPE) perusahaan pengepul cangkang sawit di Desa Sungai Rawa kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Dalam laporan ini, AMPL menuding perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2020 ini turut andil dalam kerusakan jalan Desa Sungai Rawa, yang disebabkan truk-truk PT EPE yang membawa cangkang sawit Over Demension Over Load. Padahal jalan ini tak mampu menahan beban muatan truk diatas 15 ton. Sedangkan tonase truk ini diatas 30 ton.

Koordinator AMPL Riau M Ronny Fachrodzie mengatakan laporan  yang mereka sampaikan ini diterima petugas PTSP Kejaksaan Tinggi Riau pada jam 14.30 WIB, Jumat (19/6/2026) di Kejakasaan Tinggi Riau.

"AMPL Riau menilai aktivitas truk-truk yang memuat cangkang sawit milik PT EPE yang melintasi Jalan Sungai Rawa, Rawa Mekar Jaya dan Tanjung Pal menjadi penyebab kerusakan jalan ini," katanya.

Ditambahkan Ronny, beban Jalan Klas III ini sekitar 8 ton, namun jika truk yang membawa muatan lebih dari 8 ton tentu saja akan menyebabkan jalan semakin rusak parah. "Masyarakat yang mengalami langsung akibat kerusakan infrastruktur ini. Sementara ini adalah jalan satu-satunya yang melintasi tiga Desa, Desa Sungai Rawa, Desa Tanjung Pal dan Desa Rawa Mekar Jaya," ungkap aktivis lingkungan ini.

Dampak yang langsung dirasakan masyarakat, jika hujan jalan ini akan berlumpur dan lubang-lubang yang ada akan tertutup oleh genangan air. Sedangkan jika musim panas berdebu.

Kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian negara. 

Jalan yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah, baik melalui APBN maupun APBD, mengalami penurunan umur teknis secara signifikan akibat beban kendaraan yang diduga melebihi kapasitas.

Selain itu, pemerintah berpotensi mengeluarkan anggaran tambahan untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan yang rusak. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan pemborosan keuangan negara serta mengurangi nilai investasi infrastruktur yang telah dibangun dengan biaya besar.

Melalui laporan tersebut, AMPL Riau meminta Kejati Riau melakukan penyelidikan terhadap dugaan kerugian negara yang ditimbulkan, memanggil pihak PT EPE dan pihak terkait lainnya untuk dimintai keterangan, menghitung potensi kerugian negara, serta memerintahkan pihak yang bertanggung jawab melakukan pemulihan dan perbaikan jalan.

AMPL Riau juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Laporan tersebut ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, Jaksa Agung RI, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kapolri.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Siak Ardi Irfandi, S.T., M.M, saat dihubungi kemarin mengatakan jalan ini masuk dalam pemeliharaan tahun 2021 yang lalu. Diantaranya melebarkan badan jalan, dan menimbun jalan jalan yang berlobang.

"Jalan ini merupakan satu-satunya akses bagi tiga desa, sungai rawa, rawa mekar jaya , dan tanjung pal" katanya.

Bupati Siak Afni Zulkifli sebelumnya, menyebutkan pemerintah Kabupaten Siak telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan tersebut meskipun saat ini daerah menghadapi keterbatasan anggaran. Diantaranya mengajak sembilan perusahaan  berpartisipasi dalam program pemeliharaan jalan tersebut.