logo
Pemko Pekanbaru Tegaskan Rumah Sakit Tak Boleh Bedakan Pasien BPJS dan Umum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Buka Peluang Bangun Waste Station di Kampus UNRI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Bengkalis, Diduga Bawa Lebih 2 Ton Methamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gempa NTT Rusak 19.297 Rumah, Lebih dari 6.000 Bangunan Masuk Kategori Berat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Desa Sungai Gantang Sukses Bentangkan Bendera 1.081 Meter di Jembatan Rumbai Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 133 HGB Pedagang STC Dipersoalkan, Pemko Pekanbaru Didesak Buka Dasar Kebijakan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Pekanbaru Soroti Data Desil Warga: Salah Klasifikasi Bisa Bikin Bantuan Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Realisasi BBNKB Pekanbaru Tembus Rp23,72 Miliar, Lampaui Target Semester I 2026
Ilustrasi
Realisasi BBNKB Pekanbaru Tembus Rp23,72 Miliar, Lampaui Target Semester I 2026
Editor: ridho | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 22 Juni 2026 | 12:26:24

PEKANBARU-Kinerja penerimaan daerah dari sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Kota Pekanbaru menunjukkan tren yang menggembirakan. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penerimaan dari sektor tersebut telah mencapai Rp23,72 miliar atau melampaui target yang ditetapkan untuk semester pertama tahun ini.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan, mengungkapkan bahwa capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap pertumbuhan penerimaan daerah dari sektor perpajakan kendaraan bermotor. Menurutnya, angka yang berhasil dibukukan saat ini tidak hanya melampaui target, tetapi juga mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, penerimaan BBNKB tahun ini tercatat meningkat sekitar 20 persen. Kenaikan tersebut dinilai sebagai sinyal membaiknya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi dan perpajakan kendaraan bermotor.

iklan-view

“Kami sangat bersyukur karena realisasi yang dicapai hingga pertengahan tahun sudah melebihi target semester pertama. Selain itu, terjadi pertumbuhan sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Denny, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, tingginya angka penerimaan BBNKB tidak terlepas dari meningkatnya kepatuhan wajib pajak. Kesadaran masyarakat untuk melakukan balik nama kendaraan maupun membayar kewajiban perpajakan secara tepat waktu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Denny menjelaskan, sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB masih menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh sebab itu, berbagai langkah terus dilakukan agar potensi penerimaan dari sektor tersebut dapat dimaksimalkan.

Salah satu upaya yang dijalankan adalah pelaksanaan razia gabungan bersama sejumlah instansi terkait. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Perhubungan, Satuan Lalu Lintas, serta Bapenda Provinsi Riau guna meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pajak kendaraan.

Tidak hanya mengandalkan penindakan di lapangan, Bapenda Pekanbaru juga memperkuat strategi pendataan kendaraan bermotor. Dalam pelaksanaannya, pemerintah turut menggandeng kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk membantu memperluas serta memperbarui basis data wajib pajak.

Dengan capaian yang telah diraih hingga pertengahan tahun, Denny optimistis tren positif ini dapat terus berlanjut. Ia berharap penerimaan dari sektor PKB dan BBNKB semakin meningkat hingga akhir 2026 sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan dan pelayanan publik di Kota Pekanbaru.

Home / News
Realisasi BBNKB Pekanbaru Tembus Rp23,72 Miliar, Lampaui Target Semester I 2026
Editor: ridho | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 22 Juni 2026 | 12:26:24
Realisasi BBNKB Pekanbaru Tembus Rp23,72 Miliar, Lampaui Target Semester I 2026
Ilustrasi

PEKANBARU-Kinerja penerimaan daerah dari sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Kota Pekanbaru menunjukkan tren yang menggembirakan. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penerimaan dari sektor tersebut telah mencapai Rp23,72 miliar atau melampaui target yang ditetapkan untuk semester pertama tahun ini.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan, mengungkapkan bahwa capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap pertumbuhan penerimaan daerah dari sektor perpajakan kendaraan bermotor. Menurutnya, angka yang berhasil dibukukan saat ini tidak hanya melampaui target, tetapi juga mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, penerimaan BBNKB tahun ini tercatat meningkat sekitar 20 persen. Kenaikan tersebut dinilai sebagai sinyal membaiknya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi dan perpajakan kendaraan bermotor.

“Kami sangat bersyukur karena realisasi yang dicapai hingga pertengahan tahun sudah melebihi target semester pertama. Selain itu, terjadi pertumbuhan sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Denny, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, tingginya angka penerimaan BBNKB tidak terlepas dari meningkatnya kepatuhan wajib pajak. Kesadaran masyarakat untuk melakukan balik nama kendaraan maupun membayar kewajiban perpajakan secara tepat waktu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Denny menjelaskan, sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB masih menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh sebab itu, berbagai langkah terus dilakukan agar potensi penerimaan dari sektor tersebut dapat dimaksimalkan.

Salah satu upaya yang dijalankan adalah pelaksanaan razia gabungan bersama sejumlah instansi terkait. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Perhubungan, Satuan Lalu Lintas, serta Bapenda Provinsi Riau guna meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pajak kendaraan.

Tidak hanya mengandalkan penindakan di lapangan, Bapenda Pekanbaru juga memperkuat strategi pendataan kendaraan bermotor. Dalam pelaksanaannya, pemerintah turut menggandeng kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk membantu memperluas serta memperbarui basis data wajib pajak.

Dengan capaian yang telah diraih hingga pertengahan tahun, Denny optimistis tren positif ini dapat terus berlanjut. Ia berharap penerimaan dari sektor PKB dan BBNKB semakin meningkat hingga akhir 2026 sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan dan pelayanan publik di Kota Pekanbaru.