logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / SIAK
24 Perusahaan Swasta di Riau Patungan Bangun Jalan Strategis Siak, Investasi Tembus Rp28 Miliar
Perbaikan ruas Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur di Kabupaten Siak. (Foto: MCR)
24 Perusahaan Swasta di Riau Patungan Bangun Jalan Strategis Siak, Investasi Tembus Rp28 Miliar
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 27 Juni 2026 | 19:12:29

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mempercepat perbaikan ruas Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur di Kabupaten Siak melalui kolaborasi besar dengan sektor swasta. Sebanyak 24 perusahaan dari berbagai sektor industri dilibatkan untuk membangun jalan sepanjang 2,8 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton kaku dengan total investasi mencapai Rp28 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan pemerintah daerah menangani langsung perbaikan sepanjang satu kilometer, sementara sisa ruas jalan dikerjakan melalui dukungan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

"Pemprov Riau menangani satu kilometer, sedangkan sisanya kami kerjakan bersama pihak swasta melalui skema kolaborasi," kata Zulfahmi, Sabtu (27/6/2026).

iklan-view

Menurutnya, penggunaan konstruksi rigid pavement dipilih agar jalan lebih tahan terhadap beban kendaraan berat. Ruas ini merupakan jalur vital bagi aktivitas industri, terutama angkutan kelapa sawit, kayu, serta distribusi logistik dari kawasan industri Perawang menuju Jalan Lintas Timur.

Sebanyak 24 perusahaan yang terlibat berasal dari sektor migas, perkebunan sawit, kehutanan, pelabuhan, hingga industri pengolahan. Di antaranya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), PT Pelindo, PT Surya Inti Raya, PT Indah Kiat Pulp and Paper, PT Arara Abadi, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), PTPN IV Regional III, Ivo Mas Tunggal, serta sejumlah perusahaan lainnya.

Untuk mempercepat pelaksanaan, perusahaan-perusahaan tersebut dibagi dalam empat klaster, masing-masing bertanggung jawab membangun sekitar 700 meter jalan.

Klaster Migas yang dikoordinasikan PHR dijadwalkan mulai bekerja pada Agustus dengan target pembangunan 500 meter tahun ini. Klaster Perkayuan di bawah koordinasi Arara Abadi memulai pekerjaan pada Oktober dengan target 500 meter. Sementara Klaster Sawit yang dipimpin Surya Inti Raya dan Klaster Transportasi yang dikoordinasikan Pelindo juga dijadwalkan memulai pembangunan pada Oktober.

Sementara itu, pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR-PKPP Riau telah dimulai sejak Juni 2026 dari titik setelah pintu keluar jalan tol. Pemerintah menargetkan pekerjaan tersebut selesai pada Desember mendatang.

Secara keseluruhan, panjang jalan yang diperbaiki tahun ini mencapai sekitar 3,4 kilometer, sedangkan sisa pekerjaan akan dilanjutkan pada 2027.

Zulfahmi menjelaskan, pembangunan satu kilometer rigid pavement oleh pemerintah membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar. Dengan tambahan kontribusi perusahaan senilai Rp28 miliar, percepatan penanganan jalan strategis tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan distribusi barang di Kabupaten Siak.

"Kami mengapresiasi seluruh perusahaan yang telah berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur ini. Sinergi seperti ini akan terus kami tingkatkan untuk mendukung percepatan pembangunan di Riau," ujarnya. (**)

Sumber: Mediacenter Riau

Home / Ekonomi
24 Perusahaan Swasta di Riau Patungan Bangun Jalan Strategis Siak, Investasi Tembus Rp28 Miliar
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 27 Juni 2026 | 19:12:29
24 Perusahaan Swasta di Riau Patungan Bangun Jalan Strategis Siak, Investasi Tembus Rp28 Miliar
Perbaikan ruas Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur di Kabupaten Siak. (Foto: MCR)

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mempercepat perbaikan ruas Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur di Kabupaten Siak melalui kolaborasi besar dengan sektor swasta. Sebanyak 24 perusahaan dari berbagai sektor industri dilibatkan untuk membangun jalan sepanjang 2,8 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton kaku dengan total investasi mencapai Rp28 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan pemerintah daerah menangani langsung perbaikan sepanjang satu kilometer, sementara sisa ruas jalan dikerjakan melalui dukungan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

"Pemprov Riau menangani satu kilometer, sedangkan sisanya kami kerjakan bersama pihak swasta melalui skema kolaborasi," kata Zulfahmi, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, penggunaan konstruksi rigid pavement dipilih agar jalan lebih tahan terhadap beban kendaraan berat. Ruas ini merupakan jalur vital bagi aktivitas industri, terutama angkutan kelapa sawit, kayu, serta distribusi logistik dari kawasan industri Perawang menuju Jalan Lintas Timur.

Sebanyak 24 perusahaan yang terlibat berasal dari sektor migas, perkebunan sawit, kehutanan, pelabuhan, hingga industri pengolahan. Di antaranya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), PT Pelindo, PT Surya Inti Raya, PT Indah Kiat Pulp and Paper, PT Arara Abadi, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), PTPN IV Regional III, Ivo Mas Tunggal, serta sejumlah perusahaan lainnya.

Untuk mempercepat pelaksanaan, perusahaan-perusahaan tersebut dibagi dalam empat klaster, masing-masing bertanggung jawab membangun sekitar 700 meter jalan.

Klaster Migas yang dikoordinasikan PHR dijadwalkan mulai bekerja pada Agustus dengan target pembangunan 500 meter tahun ini. Klaster Perkayuan di bawah koordinasi Arara Abadi memulai pekerjaan pada Oktober dengan target 500 meter. Sementara Klaster Sawit yang dipimpin Surya Inti Raya dan Klaster Transportasi yang dikoordinasikan Pelindo juga dijadwalkan memulai pembangunan pada Oktober.

Sementara itu, pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR-PKPP Riau telah dimulai sejak Juni 2026 dari titik setelah pintu keluar jalan tol. Pemerintah menargetkan pekerjaan tersebut selesai pada Desember mendatang.

Secara keseluruhan, panjang jalan yang diperbaiki tahun ini mencapai sekitar 3,4 kilometer, sedangkan sisa pekerjaan akan dilanjutkan pada 2027.

Zulfahmi menjelaskan, pembangunan satu kilometer rigid pavement oleh pemerintah membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar. Dengan tambahan kontribusi perusahaan senilai Rp28 miliar, percepatan penanganan jalan strategis tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan distribusi barang di Kabupaten Siak.

"Kami mengapresiasi seluruh perusahaan yang telah berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur ini. Sinergi seperti ini akan terus kami tingkatkan untuk mendukung percepatan pembangunan di Riau," ujarnya. (**)

Sumber: Mediacenter Riau