logo
Polemik SPMB Siak Hulu, DPRD Kampar Soroti Kinerja Disdikpora hingga Dugaan Inte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Bongkar Modus Pengurangan Isi Truk Tangki BBM Bersubsidi, Tiga Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Bungkam Soal Amplop Suhardiman, KPK Tegaskan Sudah Masuk Ranah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS, Kekhawatiran Defisit APBN Mulai Mereda Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Residivis Spesialis Bobol Ruko Kosong Ditangkap, Beraksi 12 Kali di Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Petani Riau: Harga Sawit Naik, TBS Plasma Sentuh Rp3.930/Kg, Sw Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sebulan Dua Korban Tewas, Kini Harimau Sumatera Nyaris Menerkam Pekerja Sawit di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Mabuk, Pengendara Motor Tabrak Pemotor Lain di Jalan Tengku Bey Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Inhu
Karhutla Indragiri Hulu Masih Membara, Dua Helikopter Dikerahkan Padamkan Api
Tim Manggala Agni melakukan pemadaman karhutla di Inhu. (Foto: Istimewa)
Karhutla Indragiri Hulu Masih Membara, Dua Helikopter Dikerahkan Padamkan Api
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
29 Juni 2026 | 10:06:14

PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, masih terus berlangsung hingga Minggu (28/6/2026). Tim Manggala Agni bersama personel gabungan masih melakukan pemadaman di dua lokasi berbeda dengan dukungan operasi water bombing menggunakan dua helikopter, sementara potensi kebakaran diperkirakan meningkat memasuki awal Juli.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan pemadaman difokuskan di Kelurahan Sekip Hilir dan Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat. Operasi darat melibatkan Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta regu pemadam kebakaran perusahaan di sekitar lokasi.

Di Kelurahan Sekip Hilir, proses pemadaman telah memasuki hari kedua. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar lima hektare.

iklan-view

Menurut Ferdian, kondisi di lapangan menunjukkan perkembangan positif meski api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Seluruh perimeter kebakaran telah berhasil ditutup sehingga penyebaran api dapat dikendalikan.

"Untuk lokasi di Kelurahan Sekip Hilir, pemadaman sudah memasuki hari kedua. Kondisi api memang belum padam seluruhnya, tetapi perimeter kebakaran sudah berhasil temu gelang. Saat ini asap masih berada di bagian tengah lokasi karena masih menghabiskan sisa bahan bakaran," kata Ferdian, Minggu malam.

Sementara itu, kebakaran juga terjadi di Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat. Penanganan di lokasi tersebut baru memasuki hari pertama dengan estimasi luas area yang terbakar sekitar tiga hektare.

Untuk mempercepat pengendalian api, pemadaman tidak hanya dilakukan melalui jalur darat, tetapi juga diperkuat melalui operasi water bombing menggunakan dua unit helikopter. Dukungan udara tersebut diharapkan mampu menekan penyebaran api, terutama pada area yang sulit dijangkau personel di lapangan.

Ferdian menjelaskan, kondisi cuaca menjadi tantangan utama selama operasi berlangsung. Angin yang bertiup cukup kencang membuat api lebih cepat merambat ke vegetasi di sekitarnya, sedangkan asap tebal sempat mengurangi jarak pandang dan menghambat mobilitas petugas saat melakukan pemadaman.

"Kendala utama di lapangan adalah angin yang cukup kencang sehingga api cepat menyebar. Selain itu, asap yang tebal juga sempat menyulitkan personel dalam melakukan pemadaman. Namun, seluruh tim tetap bekerja maksimal agar api tidak meluas," ujarnya.

Ia memastikan seluruh personel akan kembali melanjutkan operasi pemadaman pada Senin (29/6/2026). Upaya tersebut dilakukan hingga seluruh titik api benar-benar padam dan dipastikan tidak lagi berpotensi memunculkan kebakaran baru.

Selain fokus pada pemadaman, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla dalam beberapa hari ke depan.

Peringatan itu disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan akan meningkat memasuki awal Juli. Kondisi tersebut berpotensi memperbesar risiko munculnya titik-titik api baru apabila tidak diantisipasi sejak dini.

"Berdasarkan prediksi BMKG, beberapa hari ke depan, khususnya memasuki awal Juli, tingkat kerawanan karhutla diperkirakan meningkat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Pencegahan jauh lebih penting daripada pemadaman," tegas Ferdian.

Ia menekankan keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada kerja petugas di lapangan, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat dalam mencegah munculnya kebakaran baru. Tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko kebakaran saat memasuki musim yang lebih kering.

Ferdian juga berharap tidak terjadi penambahan titik api di wilayah Riau sehingga proses pemadaman yang sedang berlangsung dapat diselesaikan lebih cepat.

"Kami mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar proses pemadaman berjalan lancar dan seluruh personel yang bertugas di lapangan selalu diberikan keselamatan. Sinergi semua pihak sangat penting dalam menghadapi ancaman karhutla," tukasnya. (mcr)

Home / News
Karhutla Indragiri Hulu Masih Membara, Dua Helikopter Dikerahkan Padamkan Api
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 29 Juni 2026 | 10:06:14
Karhutla Indragiri Hulu Masih Membara, Dua Helikopter Dikerahkan Padamkan Api
Tim Manggala Agni melakukan pemadaman karhutla di Inhu. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, masih terus berlangsung hingga Minggu (28/6/2026). Tim Manggala Agni bersama personel gabungan masih melakukan pemadaman di dua lokasi berbeda dengan dukungan operasi water bombing menggunakan dua helikopter, sementara potensi kebakaran diperkirakan meningkat memasuki awal Juli.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan pemadaman difokuskan di Kelurahan Sekip Hilir dan Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat. Operasi darat melibatkan Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta regu pemadam kebakaran perusahaan di sekitar lokasi.

Di Kelurahan Sekip Hilir, proses pemadaman telah memasuki hari kedua. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar lima hektare.

Menurut Ferdian, kondisi di lapangan menunjukkan perkembangan positif meski api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Seluruh perimeter kebakaran telah berhasil ditutup sehingga penyebaran api dapat dikendalikan.

"Untuk lokasi di Kelurahan Sekip Hilir, pemadaman sudah memasuki hari kedua. Kondisi api memang belum padam seluruhnya, tetapi perimeter kebakaran sudah berhasil temu gelang. Saat ini asap masih berada di bagian tengah lokasi karena masih menghabiskan sisa bahan bakaran," kata Ferdian, Minggu malam.

Sementara itu, kebakaran juga terjadi di Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat. Penanganan di lokasi tersebut baru memasuki hari pertama dengan estimasi luas area yang terbakar sekitar tiga hektare.

Untuk mempercepat pengendalian api, pemadaman tidak hanya dilakukan melalui jalur darat, tetapi juga diperkuat melalui operasi water bombing menggunakan dua unit helikopter. Dukungan udara tersebut diharapkan mampu menekan penyebaran api, terutama pada area yang sulit dijangkau personel di lapangan.

Ferdian menjelaskan, kondisi cuaca menjadi tantangan utama selama operasi berlangsung. Angin yang bertiup cukup kencang membuat api lebih cepat merambat ke vegetasi di sekitarnya, sedangkan asap tebal sempat mengurangi jarak pandang dan menghambat mobilitas petugas saat melakukan pemadaman.

"Kendala utama di lapangan adalah angin yang cukup kencang sehingga api cepat menyebar. Selain itu, asap yang tebal juga sempat menyulitkan personel dalam melakukan pemadaman. Namun, seluruh tim tetap bekerja maksimal agar api tidak meluas," ujarnya.

Ia memastikan seluruh personel akan kembali melanjutkan operasi pemadaman pada Senin (29/6/2026). Upaya tersebut dilakukan hingga seluruh titik api benar-benar padam dan dipastikan tidak lagi berpotensi memunculkan kebakaran baru.

Selain fokus pada pemadaman, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla dalam beberapa hari ke depan.

Peringatan itu disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan akan meningkat memasuki awal Juli. Kondisi tersebut berpotensi memperbesar risiko munculnya titik-titik api baru apabila tidak diantisipasi sejak dini.

"Berdasarkan prediksi BMKG, beberapa hari ke depan, khususnya memasuki awal Juli, tingkat kerawanan karhutla diperkirakan meningkat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Pencegahan jauh lebih penting daripada pemadaman," tegas Ferdian.

Ia menekankan keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada kerja petugas di lapangan, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat dalam mencegah munculnya kebakaran baru. Tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko kebakaran saat memasuki musim yang lebih kering.

Ferdian juga berharap tidak terjadi penambahan titik api di wilayah Riau sehingga proses pemadaman yang sedang berlangsung dapat diselesaikan lebih cepat.

"Kami mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar proses pemadaman berjalan lancar dan seluruh personel yang bertugas di lapangan selalu diberikan keselamatan. Sinergi semua pihak sangat penting dalam menghadapi ancaman karhutla," tukasnya. (mcr)