
PEKANBARU - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Pekanbaru mulai bergulir. Tahapan pendaftaran hingga awal masuk sekolah berlangsung sejak 29 Juni hingga 13 Juli 2026. Di berbagai sekolah, calon peserta didik bersama orang tua tampak mulai mendatangi sekolah tujuan untuk mengikuti proses pendaftaran.
Di tengah pelaksanaan SPMB tahun ini, Pemerintah Kota Pekanbaru menghadirkan kabar menggembirakan bagi keluarga kurang mampu. Pemko menyiapkan bantuan berupa seragam sekolah lengkap beserta perlengkapan belajar agar anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk membantu siswa dari keluarga yang benar-benar membutuhkan.
"Kami sudah menyiapkan anggaran untuk baju sekolah bagi anak-anak yang tidak mampu," ujar Agung.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, proses pendataan penerima bantuan tidak lagi hanya mengacu pada data administrasi. Orang tua atau wali murid cukup menyampaikan langsung kepada pihak sekolah bahwa mereka membutuhkan bantuan.
Selanjutnya, tim dari pemerintah akan melakukan verifikasi dengan mendatangi rumah calon penerima untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga.
"Nanti akan dicek ke rumahnya, bukan lagi pakai data. Dilihat apakah rumah itu memang miliknya sendiri, bagaimana kondisi orang tuanya, apakah tidak bekerja, bercerai, sudah meninggal, atau ada kondisi lain yang menunjukkan keluarga tersebut memang tidak mampu," jelas Agung.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Pekanbaru akan menanggung kebutuhan lima stel seragam sekolah beserta perlengkapan alat tulis bagi siswa yang dinyatakan memenuhi kriteria.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu meringankan beban orang tua, terutama menjelang tahun ajaran baru ketika kebutuhan pendidikan biasanya meningkat. Lebih dari itu, program ini menjadi bentuk komitmen Pemko Pekanbaru agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. (why)






PEKANBARU - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Pekanbaru mulai bergulir. Tahapan pendaftaran hingga awal masuk sekolah berlangsung sejak 29 Juni hingga 13 Juli 2026. Di berbagai sekolah, calon peserta didik bersama orang tua tampak mulai mendatangi sekolah tujuan untuk mengikuti proses pendaftaran.
Di tengah pelaksanaan SPMB tahun ini, Pemerintah Kota Pekanbaru menghadirkan kabar menggembirakan bagi keluarga kurang mampu. Pemko menyiapkan bantuan berupa seragam sekolah lengkap beserta perlengkapan belajar agar anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk membantu siswa dari keluarga yang benar-benar membutuhkan.
"Kami sudah menyiapkan anggaran untuk baju sekolah bagi anak-anak yang tidak mampu," ujar Agung.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, proses pendataan penerima bantuan tidak lagi hanya mengacu pada data administrasi. Orang tua atau wali murid cukup menyampaikan langsung kepada pihak sekolah bahwa mereka membutuhkan bantuan.
Selanjutnya, tim dari pemerintah akan melakukan verifikasi dengan mendatangi rumah calon penerima untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga.
"Nanti akan dicek ke rumahnya, bukan lagi pakai data. Dilihat apakah rumah itu memang miliknya sendiri, bagaimana kondisi orang tuanya, apakah tidak bekerja, bercerai, sudah meninggal, atau ada kondisi lain yang menunjukkan keluarga tersebut memang tidak mampu," jelas Agung.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Pekanbaru akan menanggung kebutuhan lima stel seragam sekolah beserta perlengkapan alat tulis bagi siswa yang dinyatakan memenuhi kriteria.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu meringankan beban orang tua, terutama menjelang tahun ajaran baru ketika kebutuhan pendidikan biasanya meningkat. Lebih dari itu, program ini menjadi bentuk komitmen Pemko Pekanbaru agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. (why)