
ROKAN HILIR - Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan (TPTM), Kabupaten Rokan Hilir, berlangsung semarak dengan digelarnya Festival Seni Silat Budaya Melayu di halaman Mapolsek TPTM, Jumat (3/7/2026) malam. Kegiatan yang mengusung dengan tema "Membangkitkan Batang Terondam" itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Festival tersebut menjadi ajang pelestarian seni silat Melayu sebagai warisan budaya yang sarat dengan nilai adat, kehormatan, persaudaraan, serta pembentukan karakter generasi muda.
Acara dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir H. Raja Hot Siregar, Camat TPTM H.M. Zuhri, Danramil Tanah Putih Kapten Iswandi, tokoh LAM Kabupaten Rokan Hilir Dedi Candra, Ketua LAM Kecamatan TPTM H. Indra Hadi, para datuk penghulu, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta ratusan warga.
Sebanyak 62 pesilat atau 31 pasangan dari berbagai perguruan silat di wilayah TPTM dan sekitarnya ambil bagian dalam festival tersebut. Tak hanya itu, 21 tuan guru silat turut menampilkan atraksi khas yang memukau para tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tari persembahan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan para tokoh, doa bersama, hingga pertunjukan seni silat. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang, pembagian doorprize, dan sesi foto bersama.
Kapolsek TPTM, Iptu Kodam Firman Sidabutar, mengatakan festival tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam menjaga sekaligus melestarikan budaya Melayu yang menjadi identitas masyarakat Riau.

Menurutnya, pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan juga media untuk menanamkan nilai disiplin, persaudaraan, penghormatan terhadap adat, serta semangat menjaga marwah budaya daerah.
"Kami ingin seni silat tetap hidup di tengah masyarakat dan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari jati diri budaya Melayu. Polri siap menjadi bagian dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya ini," ujarnya kepada PekanbaruTV.com, Sabtu (4/7/2026).
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan filosofi Kapolda Riau, "Melindungi Tuah, Menjaga Marwah," yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya Melayu sebagai perekat persatuan masyarakat.
Melalui Festival Seni Silat Budaya Melayu ini, Polsek TPTM juga ingin memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, perguruan silat, serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
"Festival ini berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa budaya Melayu tetap hidup dan dicintai. Nilai-nilai budaya inilah yang menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan sekaligus menciptakan keamanan di wilayah hukum Polsek TPTM," tutup Kapolsek. (rom)






ROKAN HILIR - Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan (TPTM), Kabupaten Rokan Hilir, berlangsung semarak dengan digelarnya Festival Seni Silat Budaya Melayu di halaman Mapolsek TPTM, Jumat (3/7/2026) malam. Kegiatan yang mengusung dengan tema "Membangkitkan Batang Terondam" itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Festival tersebut menjadi ajang pelestarian seni silat Melayu sebagai warisan budaya yang sarat dengan nilai adat, kehormatan, persaudaraan, serta pembentukan karakter generasi muda.
Acara dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir H. Raja Hot Siregar, Camat TPTM H.M. Zuhri, Danramil Tanah Putih Kapten Iswandi, tokoh LAM Kabupaten Rokan Hilir Dedi Candra, Ketua LAM Kecamatan TPTM H. Indra Hadi, para datuk penghulu, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta ratusan warga.
Sebanyak 62 pesilat atau 31 pasangan dari berbagai perguruan silat di wilayah TPTM dan sekitarnya ambil bagian dalam festival tersebut. Tak hanya itu, 21 tuan guru silat turut menampilkan atraksi khas yang memukau para tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tari persembahan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan para tokoh, doa bersama, hingga pertunjukan seni silat. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang, pembagian doorprize, dan sesi foto bersama.
Kapolsek TPTM, Iptu Kodam Firman Sidabutar, mengatakan festival tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam menjaga sekaligus melestarikan budaya Melayu yang menjadi identitas masyarakat Riau.

Menurutnya, pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan juga media untuk menanamkan nilai disiplin, persaudaraan, penghormatan terhadap adat, serta semangat menjaga marwah budaya daerah.
"Kami ingin seni silat tetap hidup di tengah masyarakat dan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari jati diri budaya Melayu. Polri siap menjadi bagian dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya ini," ujarnya kepada PekanbaruTV.com, Sabtu (4/7/2026).
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan filosofi Kapolda Riau, "Melindungi Tuah, Menjaga Marwah," yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya Melayu sebagai perekat persatuan masyarakat.
Melalui Festival Seni Silat Budaya Melayu ini, Polsek TPTM juga ingin memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, perguruan silat, serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
"Festival ini berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa budaya Melayu tetap hidup dan dicintai. Nilai-nilai budaya inilah yang menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan sekaligus menciptakan keamanan di wilayah hukum Polsek TPTM," tutup Kapolsek. (rom)