logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Pekanbaru
Bupati Siak Minta Direktur Baru BSP Tuntaskan Tiga PR Besar, KKP Sampai Jaringan Pipa
Bupati Afni Zulkifli melantik Direktur BSP Robi Junipa. (Foto: Istimewa)
Bupati Siak Minta Direktur Baru BSP Tuntaskan Tiga PR Besar, KKP Sampai Jaringan Pipa
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: ekonomi | 7 Juli 2026 | 14:00:03

PEKANBARU-Bupati Siak Afni Zulkifli meminta Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa, segera bekerja menuntaskan tiga persoalan strategis perusahaan. Pembenahan manajemen, penyelesaian Komitmen Kerja Pasti (KKP), dan percepatan pembangunan jaringan pipa menjadi prioritas yang dinilai menentukan masa depan perusahaan migas milik daerah tersebut.

Pesan itu disampaikan Afni usai melantik Robi Junipa sebagai Direktur PT BSP masa jabatan 2026–2031 di Pekanbaru, Selasa (7/7/2026). Menurutnya, pelantikan bukan sekadar seremonial pergantian pimpinan, tetapi menjadi titik awal bagi upaya memperbaiki kinerja perusahaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

"Hari ini Saudara telah dilantik, maka detik berikutnya adalah saatnya bekerja keras. Ada amanah besar yang harus ditunaikan agar BSP menjadi perusahaan yang lebih baik," kata Afni.

Ia menegaskan jabatan Direktur BSP merupakan amanah besar karena perusahaan tersebut merupakan badan usaha milik daerah yang memiliki peran strategis bagi Kabupaten Siak. Karena itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu menjaga keberlanjutan perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusinya bagi daerah.

"Jabatan ini bukan sekadar posisi. BSP adalah marwah anak negeri, warisan para pemimpin terdahulu yang harus kita jaga bersama," ujarnya.

Afni mengakui kondisi yang dihadapi BSP saat ini tidak mudah. Di satu sisi, harga minyak dunia mengalami kenaikan yang berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan. Namun di sisi lain, biaya produksi juga ikut meningkat sehingga menuntut efisiensi dan pengelolaan perusahaan yang lebih baik.

Selain tekanan biaya produksi, perusahaan juga masih menghadapi berbagai persoalan operasional, sosial, hingga kebutuhan investasi yang harus segera ditangani agar aktivitas usaha dapat berjalan lebih optimal.

Untuk itu, Afni menetapkan tiga agenda utama yang harus segera menjadi fokus jajaran direksi.

Prioritas pertama adalah melakukan pembenahan manajemen perusahaan. Menurutnya, tata kelola yang profesional menjadi fondasi utama agar BSP mampu meningkatkan kinerja sekaligus menjawab tantangan industri migas yang semakin kompleks.

Agenda kedua adalah menyelesaikan kewajiban Komitmen Kerja Pasti (KKP) yang telah menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Siak bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta SKK Migas.

Afni meminta jajaran direksi membangun komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan agar komitmen tersebut dapat direalisasikan.

"Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh kementerian dan yakinkan bahwa BSP mampu melaksanakannya," tegasnya.

Menurut Afni, penyelesaian KKP menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan BSP sebagai operator di sektor hulu migas.

Sementara itu, prioritas ketiga adalah mempercepat pembangunan jaringan pipa yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap efisiensi operasional perusahaan.

Ia menilai keberadaan jaringan pipa akan membantu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kapasitas produksi migas yang dikelola BSP.

Karena itu, Afni meminta proses pembangunan tidak ditunda hingga tahun depan.

"Jangan menunggu tahun depan. Kita ingin persoalan ini selesai tahun ini agar biaya produksi dapat ditekan dan produksi meningkat," katanya.

Selain memberikan arahan mengenai agenda strategis perusahaan, Afni juga mengingatkan seluruh jajaran BSP untuk meninggalkan perbedaan yang selama ini berpotensi menghambat kinerja perusahaan.

Ia menegaskan kepemimpinan baru harus mendapat dukungan penuh dari seluruh unsur perusahaan agar proses pembenahan dapat berjalan efektif.

"Tidak ada lagi kubu-kubuan atau kotak-kotakan. Hari ini BSP memiliki nahkoda baru. Semua harus bersatu mendukung kepemimpinan yang baru," pesannya.

Pelantikan Robi Junipa sekaligus menandai dimulainya masa kepemimpinan baru PT Bumi Siak Pusako untuk periode 2026–2031. Pemerintah Kabupaten Siak berharap kepemimpinan tersebut mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian, sekaligus meningkatkan produktivitas perusahaan di tengah dinamika industri minyak dan gas.

Dengan penekanan pada pembenahan manajemen, penyelesaian KKP, dan pembangunan jaringan pipa, pemerintah daerah mengharapkan BSP dapat memperkuat posisi sebagai perusahaan daerah yang berkontribusi terhadap sektor energi serta memberikan manfaat lebih besar bagi pembangunan Kabupaten Siak di masa mendatang. (bsh)

Home / Ekonomi
Bupati Siak Minta Direktur Baru BSP Tuntaskan Tiga PR Besar, KKP Sampai Jaringan Pipa
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: ekonomi | 7 Juli 2026 | 14:00:03
Bupati Siak Minta Direktur Baru BSP Tuntaskan Tiga PR Besar, KKP Sampai Jaringan Pipa
Bupati Afni Zulkifli melantik Direktur BSP Robi Junipa. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Bupati Siak Afni Zulkifli meminta Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa, segera bekerja menuntaskan tiga persoalan strategis perusahaan. Pembenahan manajemen, penyelesaian Komitmen Kerja Pasti (KKP), dan percepatan pembangunan jaringan pipa menjadi prioritas yang dinilai menentukan masa depan perusahaan migas milik daerah tersebut.

Pesan itu disampaikan Afni usai melantik Robi Junipa sebagai Direktur PT BSP masa jabatan 2026–2031 di Pekanbaru, Selasa (7/7/2026). Menurutnya, pelantikan bukan sekadar seremonial pergantian pimpinan, tetapi menjadi titik awal bagi upaya memperbaiki kinerja perusahaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

"Hari ini Saudara telah dilantik, maka detik berikutnya adalah saatnya bekerja keras. Ada amanah besar yang harus ditunaikan agar BSP menjadi perusahaan yang lebih baik," kata Afni.

Ia menegaskan jabatan Direktur BSP merupakan amanah besar karena perusahaan tersebut merupakan badan usaha milik daerah yang memiliki peran strategis bagi Kabupaten Siak. Karena itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu menjaga keberlanjutan perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusinya bagi daerah.

"Jabatan ini bukan sekadar posisi. BSP adalah marwah anak negeri, warisan para pemimpin terdahulu yang harus kita jaga bersama," ujarnya.

Afni mengakui kondisi yang dihadapi BSP saat ini tidak mudah. Di satu sisi, harga minyak dunia mengalami kenaikan yang berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan. Namun di sisi lain, biaya produksi juga ikut meningkat sehingga menuntut efisiensi dan pengelolaan perusahaan yang lebih baik.

Selain tekanan biaya produksi, perusahaan juga masih menghadapi berbagai persoalan operasional, sosial, hingga kebutuhan investasi yang harus segera ditangani agar aktivitas usaha dapat berjalan lebih optimal.

Untuk itu, Afni menetapkan tiga agenda utama yang harus segera menjadi fokus jajaran direksi.

Prioritas pertama adalah melakukan pembenahan manajemen perusahaan. Menurutnya, tata kelola yang profesional menjadi fondasi utama agar BSP mampu meningkatkan kinerja sekaligus menjawab tantangan industri migas yang semakin kompleks.

Agenda kedua adalah menyelesaikan kewajiban Komitmen Kerja Pasti (KKP) yang telah menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Siak bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta SKK Migas.

Afni meminta jajaran direksi membangun komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan agar komitmen tersebut dapat direalisasikan.

"Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh kementerian dan yakinkan bahwa BSP mampu melaksanakannya," tegasnya.

Menurut Afni, penyelesaian KKP menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan BSP sebagai operator di sektor hulu migas.

Sementara itu, prioritas ketiga adalah mempercepat pembangunan jaringan pipa yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap efisiensi operasional perusahaan.

Ia menilai keberadaan jaringan pipa akan membantu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kapasitas produksi migas yang dikelola BSP.

Karena itu, Afni meminta proses pembangunan tidak ditunda hingga tahun depan.

"Jangan menunggu tahun depan. Kita ingin persoalan ini selesai tahun ini agar biaya produksi dapat ditekan dan produksi meningkat," katanya.

Selain memberikan arahan mengenai agenda strategis perusahaan, Afni juga mengingatkan seluruh jajaran BSP untuk meninggalkan perbedaan yang selama ini berpotensi menghambat kinerja perusahaan.

Ia menegaskan kepemimpinan baru harus mendapat dukungan penuh dari seluruh unsur perusahaan agar proses pembenahan dapat berjalan efektif.

"Tidak ada lagi kubu-kubuan atau kotak-kotakan. Hari ini BSP memiliki nahkoda baru. Semua harus bersatu mendukung kepemimpinan yang baru," pesannya.

Pelantikan Robi Junipa sekaligus menandai dimulainya masa kepemimpinan baru PT Bumi Siak Pusako untuk periode 2026–2031. Pemerintah Kabupaten Siak berharap kepemimpinan tersebut mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian, sekaligus meningkatkan produktivitas perusahaan di tengah dinamika industri minyak dan gas.

Dengan penekanan pada pembenahan manajemen, penyelesaian KKP, dan pembangunan jaringan pipa, pemerintah daerah mengharapkan BSP dapat memperkuat posisi sebagai perusahaan daerah yang berkontribusi terhadap sektor energi serta memberikan manfaat lebih besar bagi pembangunan Kabupaten Siak di masa mendatang. (bsh)