logo
Polemik SPMB Siak Hulu, DPRD Kampar Soroti Kinerja Disdikpora hingga Dugaan Inte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Bongkar Modus Pengurangan Isi Truk Tangki BBM Bersubsidi, Tiga Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Bungkam Soal Amplop Suhardiman, KPK Tegaskan Sudah Masuk Ranah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS, Kekhawatiran Defisit APBN Mulai Mereda Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Residivis Spesialis Bobol Ruko Kosong Ditangkap, Beraksi 12 Kali di Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Petani Riau: Harga Sawit Naik, TBS Plasma Sentuh Rp3.930/Kg, Sw Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sebulan Dua Korban Tewas, Kini Harimau Sumatera Nyaris Menerkam Pekerja Sawit di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Mabuk, Pengendara Motor Tabrak Pemotor Lain di Jalan Tengku Bey Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / PASAR
Harga Sembako di Pekanbaru Naik, Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu, Ayam Potong Melonjak Rp2.000/Kg
Suasana di Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru. Harga kebutuhan pokok merangkak naik. (Foto: Ferdy)
Harga Sembako di Pekanbaru Naik, Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu, Ayam Potong Melonjak Rp2.000/Kg
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ferdy mahdavikia
7 Juli 2026 | 15:26:26

PEKANBARU - Harga sejumlah bahan pokok di Kota Pekanbaru kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional pada Selasa (7/7/2026), komoditas protein hewani, terutama daging sapi dan ayam potong, mengalami lonjakan harga. Sementara itu, harga beras masih relatif stabil meski mulai menunjukkan kenaikan tipis pada beberapa merek kemasan.

Para pedagang menyebut kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya harga modal, berkurangnya pasokan, hingga faktor cuaca di daerah sentra produksi.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas daging sapi. Bat, pedagang daging sapi di Pasar Pagi Arengka, mengatakan harga daging sapi kini mencapai Rp150.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp140.000 per kilogram.

"Harga sapi terus naik, modal juga naik, sementara penjualan tetap," ujarnya.

iklan-view

Menurutnya, harga beli sapi hidup mengalami kenaikan sekitar Rp2 juta per ekor. Dampaknya, harga sapi hidup naik dari Rp62.000 menjadi Rp65.000 per kilogram, sehingga ikut mendorong kenaikan harga jual daging di tingkat pedagang.

Pedagang daging lainnya di Pasar Pagi Panam menambahkan, fluktuasi nilai tukar dolar AS juga ikut memengaruhi biaya operasional, sehingga berdampak pada harga jual daging sapi di pasaran.

Kenaikan harga juga terjadi pada ayam potong. Oyon, pedagang ayam potong mengatakan harga ayam kini berada di kisaran Rp24.000 hingga Rp28.000 per kilogram atau naik sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 dibandingkan sepekan lalu.

Untuk ayam ukuran besar dijual Rp24.000-Rp26.000 per kilogram, ukuran sedang sekitar Rp25.500 per kilogram, sedangkan ayam ukuran kecil dipasarkan Rp26.500-Rp28.000 per kilogram.

Menurut Oyon, kenaikan harga dipicu menurunnya pasokan dari gudang maupun kandang perusahaan. Bahkan, stok ayam berukuran besar sempat kosong akibat terbatasnya pengiriman dari perusahaan.

"Stok ayam besar di gudang sudah habis. Sekarang yang tersedia rata-rata hanya ukuran 2,3 hingga 2,4 kilogram. Kemungkinan harga masih akan naik," katanya.

Sementara itu, harga beras di Pekanbaru masih tergolong stabil. Doni, pemilik toko beras di Pasar Arengka, mengatakan harga beras saat ini berkisar antara Rp16.000 hingga Rp18.000 per kilogram.

Meski demikian, ia mengakui mulai terjadi kenaikan sekitar Rp200 per kilogram pada sejumlah beras kemasan pabrikan, seperti Topi Koki, Belida, dan beras Palembang.

Menurut Doni, kenaikan tersebut baru berlangsung sejak dua hari terakhir setelah harga dari distributor mengalami penyesuaian.

"Harga beras mulai naik sejak Senin kemarin, tetapi belum terlalu signifikan," ujarnya.

Ia menjelaskan, harga modal dari distributor naik dari sekitar Rp15.000 menjadi Rp16.000 per kilogram. Selain itu, kondisi cuaca di daerah penghasil turut memengaruhi kualitas gabah, sehingga berdampak pada penyesuaian harga beras di tingkat distributor dan pedagang. (frm)

Home / Ekonomi
Harga Sembako di Pekanbaru Naik, Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu, Ayam Potong Melonjak Rp2.000/Kg
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ferdy mahdavikia
Rubrik: ekonomi | 7 Juli 2026 | 15:26:26
Harga Sembako di Pekanbaru Naik, Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu, Ayam Potong Melonjak Rp2.000/Kg
Suasana di Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru. Harga kebutuhan pokok merangkak naik. (Foto: Ferdy)

PEKANBARU - Harga sejumlah bahan pokok di Kota Pekanbaru kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional pada Selasa (7/7/2026), komoditas protein hewani, terutama daging sapi dan ayam potong, mengalami lonjakan harga. Sementara itu, harga beras masih relatif stabil meski mulai menunjukkan kenaikan tipis pada beberapa merek kemasan.

Para pedagang menyebut kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya harga modal, berkurangnya pasokan, hingga faktor cuaca di daerah sentra produksi.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas daging sapi. Bat, pedagang daging sapi di Pasar Pagi Arengka, mengatakan harga daging sapi kini mencapai Rp150.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp140.000 per kilogram.

"Harga sapi terus naik, modal juga naik, sementara penjualan tetap," ujarnya.

Menurutnya, harga beli sapi hidup mengalami kenaikan sekitar Rp2 juta per ekor. Dampaknya, harga sapi hidup naik dari Rp62.000 menjadi Rp65.000 per kilogram, sehingga ikut mendorong kenaikan harga jual daging di tingkat pedagang.

Pedagang daging lainnya di Pasar Pagi Panam menambahkan, fluktuasi nilai tukar dolar AS juga ikut memengaruhi biaya operasional, sehingga berdampak pada harga jual daging sapi di pasaran.

Kenaikan harga juga terjadi pada ayam potong. Oyon, pedagang ayam potong mengatakan harga ayam kini berada di kisaran Rp24.000 hingga Rp28.000 per kilogram atau naik sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 dibandingkan sepekan lalu.

Untuk ayam ukuran besar dijual Rp24.000-Rp26.000 per kilogram, ukuran sedang sekitar Rp25.500 per kilogram, sedangkan ayam ukuran kecil dipasarkan Rp26.500-Rp28.000 per kilogram.

Menurut Oyon, kenaikan harga dipicu menurunnya pasokan dari gudang maupun kandang perusahaan. Bahkan, stok ayam berukuran besar sempat kosong akibat terbatasnya pengiriman dari perusahaan.

"Stok ayam besar di gudang sudah habis. Sekarang yang tersedia rata-rata hanya ukuran 2,3 hingga 2,4 kilogram. Kemungkinan harga masih akan naik," katanya.

Sementara itu, harga beras di Pekanbaru masih tergolong stabil. Doni, pemilik toko beras di Pasar Arengka, mengatakan harga beras saat ini berkisar antara Rp16.000 hingga Rp18.000 per kilogram.

Meski demikian, ia mengakui mulai terjadi kenaikan sekitar Rp200 per kilogram pada sejumlah beras kemasan pabrikan, seperti Topi Koki, Belida, dan beras Palembang.

Menurut Doni, kenaikan tersebut baru berlangsung sejak dua hari terakhir setelah harga dari distributor mengalami penyesuaian.

"Harga beras mulai naik sejak Senin kemarin, tetapi belum terlalu signifikan," ujarnya.

Ia menjelaskan, harga modal dari distributor naik dari sekitar Rp15.000 menjadi Rp16.000 per kilogram. Selain itu, kondisi cuaca di daerah penghasil turut memengaruhi kualitas gabah, sehingga berdampak pada penyesuaian harga beras di tingkat distributor dan pedagang. (frm)