logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Solok
Renovasi Mushala Gunung Talang Rampung, Pendaki Kini Miliki Tempat Ibadah Lebih Layak
Anggota Mapala Unand foto bersama usai menyelesaikan tugas renovasi Mushala di Gunung Talang. (Foto: Dok. Mapala Unand)
Renovasi Mushala Gunung Talang Rampung, Pendaki Kini Miliki Tempat Ibadah Lebih Layak
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Yob Ayrus
Rubrik: lingkungan | 20 Juli 2026 | 13:27:08

SOLOK-Renovasi MUshala Gunung Talang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (18/7/2026) malam telah rampung. Perbaikan tempat ibadah di kawasan pendakian Gunung Talang itu selesai lebih cepat dari jadwal dan kini menghadirkan fasilitas lebih layak bagi para pendaki yang ingin menunaikan ibadah.

Kabar selesainya renovasi disampaikan Ketua Tim Renovasi, Nurdian Effendi melalui grup WhatsApp Mapala Universitas Andalas (Unand) sekitar pukul 21.15 WIB.

"Alhamdulillah renovasi MUshala telah selesai kita lakukan malam ini," tulis Nurdian dalam pesan tersebut.

iklan-view

MUshala ini merupakan salah satu fasilitas ibadah yang berada di jalur pendakian Gunung Talang. Bangunan tersebut berdiri di ketinggian sekitar 2.207 meter di atas permukaan laut (mdpl), tidak jauh dari kawasan alun-alun gunung atau yang dikenal para pendaki sebagai lapangan bola, sebelum menuju puncak gunung yang memiliki ketinggian 2.597 mdpl itu.

Keberadaan MUshala ini menjadi fasilitas penting bagi pendaki yang ingin tetap menjalankan ibadah selama melakukan aktivitas di alam terbuka.

Renovasi Fokuskan Fasilitas Dasar

Program renovasi telah direncanakan sejak pertengahan Juni 2026 setelah kondisi bangunan dinilai membutuhkan sejumlah perbaikan agar lebih nyaman digunakan.

Beberapa pekerjaan utama yang dilakukan meliputi pembangunan lantai baru, perbaikan sarana wudhu, pembenahan sumber air agar mengalir lebih lancar dan pengecatan ulang bangunan.

Untuk mewujudkan renovasi tersebut, panitia membuka donasi. Dukungan tidak hanya datang dari anggota Mapala Unand, tetapi juga komunitas pecinta alam, para pendaki dan berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam penyediaan fasilitas ibadah di jalur pendakian.

Estimasi kebutuhan biaya renovasi mencapai Rp13.650.000 dan berhasil terkumpul melalui donasi.

Semula, proses renovasi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 17-19 Juli 2026. Namun, seluruh pekerjaan berhasil dituntaskan 18 Juli 2026 malam atau sehari lebih cepat dari target.

Keberhasilan penyelesaian lebih awal didukung persiapan teknis yang telah dilakukan sebelum pekerjaan dimulai.

Material bangunan, termasuk rangka baja telah dipotong dan dirakit terlebih dahulu di Padang, sehingga proses pemasangan di lokasi menjadi lebih efisien. Selain itu, distribusi material menuju kawasan gunung juga dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan renovasi.

Langkah tersebut dinilai mampu mempercepat proses pengerjaan di tengah medan pendakian yang cukup berat.

Distribusi Material Menjadi Tantangan

Renovasi MUshala di kawasan pegunungan bukan pekerjaan sederhana. Seluruh material dan peralatan harus dibawa melalui jalur pendakian yang menanjak dan berbatu.

Rangka baja, tangki air, gulungan pipa, cat hingga perlengkapan kerja lainnya harus diangkut menuju lokasi musala yang berada lebih dari dua ribu meter di atas permukaan laut.

Selain membutuhkan tenaga ekstra, proses tersebut juga memerlukan koordinasi antara relawan, komunitas pecinta alam dan masyarakat setempat agar seluruh material dapat tiba di lokasi dengan aman.

Meski menghadapi tantangan tersebut, seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan sesuai rencana tanpa kendala berarti.

Fasilitas Ibadah Diharapkan Dijaga Bersama

Tim renovasi berharap, seluruh pendaki bisa memanfaatkan MUshala sesuai fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.

MUshala ini diharapkan tidak digunakan sebagai tempat memasak, lokasi bermalam pengganti tenda maupun aktivitas lain yang bisa mengurangi kenyamanan dan kesucian tempat ibadah tersebut.

Tim renovasi juga mengajak Pokdarwis Bukik Bulek, komunitas pendaki dan seluruh pengunjung Gunung Talang untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian MUshala beserta lingkungan di sekitarnya.

Dalam pesannya, tim renovasi menyebut, menjaga fasilitas yang telah dibangun merupakan bagian dari upaya merawat amal jariyah para donatur, relawan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan maupun renovasi MUshala tersebut.

Rampungnya renovasi MUshala Gunung Talang menjadi kabar penting bagi ribuan pendaki yang setiap tahun mengunjungi Gunung Talang, salah satu destinasi pendakian populer di Sumatera Barat.

Dengan fasilitas lantai yang lebih baik, tempat wudhu yang lebih layak dan pasokan air yang lebih lancar, para pendaki kini memiliki tempat beribadah yang lebih nyaman selama berada di jalur pendakian.

Keberhasilan renovasi ini juga menunjukkan kolaborasi antara komunitas pecinta alam, relawan, donatur dan masyarakat sekitar dalam menjaga fasilitas umum di kawasan wisata alam.

Selain meningkatkan kenyamanan beribadah, keberadaan MUshala yang terawat diharapkan dapat mendorong budaya pendakian yang lebih tertib, bertanggung jawab dan menghormati fungsi fasilitas yang tersedia bagi seluruh pendaki Gunung Talang.

"Semoga kita semua bisa menjaga dan merawat MUshala ini, sehingga bisa terus dimanfaatkan. Terima kasih juga untuk semua donatur. Semoga donasinya menjadi amal jariyah," ujar Nurdian. (bsh)

Renovasi Mushala Gunung Talang Rampung, Pendaki Kini Miliki Tempat Ibadah Lebih Layak
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Yob Ayrus
Rubrik: lingkungan | 20 Juli 2026 | 13:27:08
Renovasi Mushala Gunung Talang Rampung, Pendaki Kini Miliki Tempat Ibadah Lebih Layak
Anggota Mapala Unand foto bersama usai menyelesaikan tugas renovasi Mushala di Gunung Talang. (Foto: Dok. Mapala Unand)

SOLOK-Renovasi MUshala Gunung Talang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (18/7/2026) malam telah rampung. Perbaikan tempat ibadah di kawasan pendakian Gunung Talang itu selesai lebih cepat dari jadwal dan kini menghadirkan fasilitas lebih layak bagi para pendaki yang ingin menunaikan ibadah.

Kabar selesainya renovasi disampaikan Ketua Tim Renovasi, Nurdian Effendi melalui grup WhatsApp Mapala Universitas Andalas (Unand) sekitar pukul 21.15 WIB.

"Alhamdulillah renovasi MUshala telah selesai kita lakukan malam ini," tulis Nurdian dalam pesan tersebut.

MUshala ini merupakan salah satu fasilitas ibadah yang berada di jalur pendakian Gunung Talang. Bangunan tersebut berdiri di ketinggian sekitar 2.207 meter di atas permukaan laut (mdpl), tidak jauh dari kawasan alun-alun gunung atau yang dikenal para pendaki sebagai lapangan bola, sebelum menuju puncak gunung yang memiliki ketinggian 2.597 mdpl itu.

Keberadaan MUshala ini menjadi fasilitas penting bagi pendaki yang ingin tetap menjalankan ibadah selama melakukan aktivitas di alam terbuka.

Renovasi Fokuskan Fasilitas Dasar

Program renovasi telah direncanakan sejak pertengahan Juni 2026 setelah kondisi bangunan dinilai membutuhkan sejumlah perbaikan agar lebih nyaman digunakan.

Beberapa pekerjaan utama yang dilakukan meliputi pembangunan lantai baru, perbaikan sarana wudhu, pembenahan sumber air agar mengalir lebih lancar dan pengecatan ulang bangunan.

Untuk mewujudkan renovasi tersebut, panitia membuka donasi. Dukungan tidak hanya datang dari anggota Mapala Unand, tetapi juga komunitas pecinta alam, para pendaki dan berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam penyediaan fasilitas ibadah di jalur pendakian.

Estimasi kebutuhan biaya renovasi mencapai Rp13.650.000 dan berhasil terkumpul melalui donasi.

Semula, proses renovasi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 17-19 Juli 2026. Namun, seluruh pekerjaan berhasil dituntaskan 18 Juli 2026 malam atau sehari lebih cepat dari target.

Keberhasilan penyelesaian lebih awal didukung persiapan teknis yang telah dilakukan sebelum pekerjaan dimulai.

Material bangunan, termasuk rangka baja telah dipotong dan dirakit terlebih dahulu di Padang, sehingga proses pemasangan di lokasi menjadi lebih efisien. Selain itu, distribusi material menuju kawasan gunung juga dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan renovasi.

Langkah tersebut dinilai mampu mempercepat proses pengerjaan di tengah medan pendakian yang cukup berat.

Distribusi Material Menjadi Tantangan

Renovasi MUshala di kawasan pegunungan bukan pekerjaan sederhana. Seluruh material dan peralatan harus dibawa melalui jalur pendakian yang menanjak dan berbatu.

Rangka baja, tangki air, gulungan pipa, cat hingga perlengkapan kerja lainnya harus diangkut menuju lokasi musala yang berada lebih dari dua ribu meter di atas permukaan laut.

Selain membutuhkan tenaga ekstra, proses tersebut juga memerlukan koordinasi antara relawan, komunitas pecinta alam dan masyarakat setempat agar seluruh material dapat tiba di lokasi dengan aman.

Meski menghadapi tantangan tersebut, seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan sesuai rencana tanpa kendala berarti.

Fasilitas Ibadah Diharapkan Dijaga Bersama

Tim renovasi berharap, seluruh pendaki bisa memanfaatkan MUshala sesuai fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.

MUshala ini diharapkan tidak digunakan sebagai tempat memasak, lokasi bermalam pengganti tenda maupun aktivitas lain yang bisa mengurangi kenyamanan dan kesucian tempat ibadah tersebut.

Tim renovasi juga mengajak Pokdarwis Bukik Bulek, komunitas pendaki dan seluruh pengunjung Gunung Talang untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian MUshala beserta lingkungan di sekitarnya.

Dalam pesannya, tim renovasi menyebut, menjaga fasilitas yang telah dibangun merupakan bagian dari upaya merawat amal jariyah para donatur, relawan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan maupun renovasi MUshala tersebut.

Rampungnya renovasi MUshala Gunung Talang menjadi kabar penting bagi ribuan pendaki yang setiap tahun mengunjungi Gunung Talang, salah satu destinasi pendakian populer di Sumatera Barat.

Dengan fasilitas lantai yang lebih baik, tempat wudhu yang lebih layak dan pasokan air yang lebih lancar, para pendaki kini memiliki tempat beribadah yang lebih nyaman selama berada di jalur pendakian.

Keberhasilan renovasi ini juga menunjukkan kolaborasi antara komunitas pecinta alam, relawan, donatur dan masyarakat sekitar dalam menjaga fasilitas umum di kawasan wisata alam.

Selain meningkatkan kenyamanan beribadah, keberadaan MUshala yang terawat diharapkan dapat mendorong budaya pendakian yang lebih tertib, bertanggung jawab dan menghormati fungsi fasilitas yang tersedia bagi seluruh pendaki Gunung Talang.

"Semoga kita semua bisa menjaga dan merawat MUshala ini, sehingga bisa terus dimanfaatkan. Terima kasih juga untuk semua donatur. Semoga donasinya menjadi amal jariyah," ujar Nurdian. (bsh)