logo
Pemko Pekanbaru Tegaskan Rumah Sakit Tak Boleh Bedakan Pasien BPJS dan Umum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Buka Peluang Bangun Waste Station di Kampus UNRI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Bengkalis, Diduga Bawa Lebih 2 Ton Methamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gempa NTT Rusak 19.297 Rumah, Lebih dari 6.000 Bangunan Masuk Kategori Berat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Desa Sungai Gantang Sukses Bentangkan Bendera 1.081 Meter di Jembatan Rumbai Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 133 HGB Pedagang STC Dipersoalkan, Pemko Pekanbaru Didesak Buka Dasar Kebijakan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Pekanbaru Soroti Data Desil Warga: Salah Klasifikasi Bisa Bikin Bantuan Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Hidupkan Kembali Dasawisma, Perkuat Peran Warga dari Tingkat Keluarga
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho
Pemko Pekanbaru Hidupkan Kembali Dasawisma, Perkuat Peran Warga dari Tingkat Keluarga
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 20 Juli 2026 | 15:44:57

PEKANBARU- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana mengaktifkan kembali kelompok Dasawisma sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat keluarga. Program tersebut akan berjalan seiring pelantikan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang dijadwalkan berlangsung secara bertahap di seluruh kecamatan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keberadaan Dasawisma selama ini memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pemerintah di lingkungan permukiman. Karena itu, Pemko ingin mengoptimalkan kembali fungsi kelompok tersebut agar lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

"Kami ingin Dasawisma kembali aktif. Karena itu, tidak hanya ketua RT dan RW yang dilantik, tetapi para istrinya juga akan dilibatkan agar program kemasyarakatan dapat berjalan lebih optimal," kata Agung, Minggu (19/7/2026).

Dasawisma merupakan kelompok masyarakat terkecil dalam struktur Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Satu kelompok umumnya terdiri atas 10 hingga 20 kepala keluarga yang tinggal berdekatan dalam satu lingkungan.

Keberadaan Dasawisma tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan PKK, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menghimpun data keluarga serta menjalankan berbagai program sosial. Melalui kelompok ini, pemerintah lebih mudah menjangkau masyarakat dalam pelaksanaan program kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi.

Selain itu, kader Dasawisma juga berperan melakukan pendataan kondisi sosial masyarakat, seperti jumlah balita, ibu hamil, lansia, hingga kondisi sanitasi lingkungan. Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan menyalurkan berbagai program pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Agung, mengaktifkan kembali Dasawisma diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah dengan masyarakat di tingkat paling bawah. Dengan keterlibatan keluarga, berbagai program pembangunan dinilai akan lebih mudah diterapkan karena langsung menyentuh kebutuhan warga.

Pemko Pekanbaru juga akan melibatkan para istri ketua RT dan RW dalam penguatan organisasi Dasawisma. Langkah ini diharapkan dapat membangun sinergi antara kepengurusan lingkungan dengan kader PKK sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif.

Melalui penguatan Dasawisma, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga, meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan pangan, hingga menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata dapat semakin meningkat. Dengan demikian, Dasawisma diharapkan kembali menjadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat dari tingkat keluarga hingga lingkungan.

Home / News
Pemko Pekanbaru Hidupkan Kembali Dasawisma, Perkuat Peran Warga dari Tingkat Keluarga
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 20 Juli 2026 | 15:44:57
Pemko Pekanbaru Hidupkan Kembali Dasawisma, Perkuat Peran Warga dari Tingkat Keluarga
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho

PEKANBARU- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana mengaktifkan kembali kelompok Dasawisma sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat keluarga. Program tersebut akan berjalan seiring pelantikan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang dijadwalkan berlangsung secara bertahap di seluruh kecamatan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keberadaan Dasawisma selama ini memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pemerintah di lingkungan permukiman. Karena itu, Pemko ingin mengoptimalkan kembali fungsi kelompok tersebut agar lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

"Kami ingin Dasawisma kembali aktif. Karena itu, tidak hanya ketua RT dan RW yang dilantik, tetapi para istrinya juga akan dilibatkan agar program kemasyarakatan dapat berjalan lebih optimal," kata Agung, Minggu (19/7/2026).

Dasawisma merupakan kelompok masyarakat terkecil dalam struktur Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Satu kelompok umumnya terdiri atas 10 hingga 20 kepala keluarga yang tinggal berdekatan dalam satu lingkungan.

Keberadaan Dasawisma tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan PKK, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menghimpun data keluarga serta menjalankan berbagai program sosial. Melalui kelompok ini, pemerintah lebih mudah menjangkau masyarakat dalam pelaksanaan program kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi.

Selain itu, kader Dasawisma juga berperan melakukan pendataan kondisi sosial masyarakat, seperti jumlah balita, ibu hamil, lansia, hingga kondisi sanitasi lingkungan. Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan menyalurkan berbagai program pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Agung, mengaktifkan kembali Dasawisma diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah dengan masyarakat di tingkat paling bawah. Dengan keterlibatan keluarga, berbagai program pembangunan dinilai akan lebih mudah diterapkan karena langsung menyentuh kebutuhan warga.

Pemko Pekanbaru juga akan melibatkan para istri ketua RT dan RW dalam penguatan organisasi Dasawisma. Langkah ini diharapkan dapat membangun sinergi antara kepengurusan lingkungan dengan kader PKK sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif.

Melalui penguatan Dasawisma, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga, meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan pangan, hingga menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata dapat semakin meningkat. Dengan demikian, Dasawisma diharapkan kembali menjadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat dari tingkat keluarga hingga lingkungan.