
PEKANBARU- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana mengaktifkan kembali kelompok Dasawisma sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat keluarga. Program tersebut akan berjalan seiring pelantikan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang dijadwalkan berlangsung secara bertahap di seluruh kecamatan.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keberadaan Dasawisma selama ini memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pemerintah di lingkungan permukiman. Karena itu, Pemko ingin mengoptimalkan kembali fungsi kelompok tersebut agar lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
"Kami ingin Dasawisma kembali aktif. Karena itu, tidak hanya ketua RT dan RW yang dilantik, tetapi para istrinya juga akan dilibatkan agar program kemasyarakatan dapat berjalan lebih optimal," kata Agung, Minggu (19/7/2026).
Dasawisma merupakan kelompok masyarakat terkecil dalam struktur Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Satu kelompok umumnya terdiri atas 10 hingga 20 kepala keluarga yang tinggal berdekatan dalam satu lingkungan.
Keberadaan Dasawisma tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan PKK, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menghimpun data keluarga serta menjalankan berbagai program sosial. Melalui kelompok ini, pemerintah lebih mudah menjangkau masyarakat dalam pelaksanaan program kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi.
Selain itu, kader Dasawisma juga berperan melakukan pendataan kondisi sosial masyarakat, seperti jumlah balita, ibu hamil, lansia, hingga kondisi sanitasi lingkungan. Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan menyalurkan berbagai program pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Agung, mengaktifkan kembali Dasawisma diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah dengan masyarakat di tingkat paling bawah. Dengan keterlibatan keluarga, berbagai program pembangunan dinilai akan lebih mudah diterapkan karena langsung menyentuh kebutuhan warga.
Pemko Pekanbaru juga akan melibatkan para istri ketua RT dan RW dalam penguatan organisasi Dasawisma. Langkah ini diharapkan dapat membangun sinergi antara kepengurusan lingkungan dengan kader PKK sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif.
Melalui penguatan Dasawisma, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga, meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan pangan, hingga menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata dapat semakin meningkat. Dengan demikian, Dasawisma diharapkan kembali menjadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat dari tingkat keluarga hingga lingkungan.




PEKANBARU- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana mengaktifkan kembali kelompok Dasawisma sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat keluarga. Program tersebut akan berjalan seiring pelantikan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang dijadwalkan berlangsung secara bertahap di seluruh kecamatan.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keberadaan Dasawisma selama ini memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pemerintah di lingkungan permukiman. Karena itu, Pemko ingin mengoptimalkan kembali fungsi kelompok tersebut agar lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
"Kami ingin Dasawisma kembali aktif. Karena itu, tidak hanya ketua RT dan RW yang dilantik, tetapi para istrinya juga akan dilibatkan agar program kemasyarakatan dapat berjalan lebih optimal," kata Agung, Minggu (19/7/2026).
Dasawisma merupakan kelompok masyarakat terkecil dalam struktur Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Satu kelompok umumnya terdiri atas 10 hingga 20 kepala keluarga yang tinggal berdekatan dalam satu lingkungan.
Keberadaan Dasawisma tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan PKK, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menghimpun data keluarga serta menjalankan berbagai program sosial. Melalui kelompok ini, pemerintah lebih mudah menjangkau masyarakat dalam pelaksanaan program kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi.
Selain itu, kader Dasawisma juga berperan melakukan pendataan kondisi sosial masyarakat, seperti jumlah balita, ibu hamil, lansia, hingga kondisi sanitasi lingkungan. Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan menyalurkan berbagai program pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Agung, mengaktifkan kembali Dasawisma diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah dengan masyarakat di tingkat paling bawah. Dengan keterlibatan keluarga, berbagai program pembangunan dinilai akan lebih mudah diterapkan karena langsung menyentuh kebutuhan warga.
Pemko Pekanbaru juga akan melibatkan para istri ketua RT dan RW dalam penguatan organisasi Dasawisma. Langkah ini diharapkan dapat membangun sinergi antara kepengurusan lingkungan dengan kader PKK sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif.
Melalui penguatan Dasawisma, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga, meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan pangan, hingga menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata dapat semakin meningkat. Dengan demikian, Dasawisma diharapkan kembali menjadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat dari tingkat keluarga hingga lingkungan.