logo
Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Kuansing: Periksa Ketua DPRD dan Pejabat Kemenhut, KPK Kejar Jejak Uang SG Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / PEKANBARU
Warga Kulim Keluhkan Serangan Lalat, Pemilik Peternakan Ayam Janji Benahi Pengelolaan Kandang
Pemerintah Kecamatan Kulim bersama pihak kelurahan, Ketua RW, masyarakat, dan pemilik usaha turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring sekaligus mencari solusi terkait maraknya lalat yang diduga berasal dari aktivitas peternakan ayam potong. (Foto: Wahyu)
Warga Kulim Keluhkan Serangan Lalat, Pemilik Peternakan Ayam Janji Benahi Pengelolaan Kandang
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 27 Juli 2026 | 15:04:54

PEKANBARU - Keluhan warga Jalan Jati Jajar I, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim, terkait maraknya lalat yang diduga berasal dari aktivitas peternakan ayam potong akhirnya mendapat perhatian pemerintah. Senin (27/7/2026), Pemerintah Kecamatan Kulim bersama pihak kelurahan, Ketua RW, masyarakat, dan pemilik usaha turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring sekaligus mencari solusi.

Dari hasil peninjauan, peternakan ayam yang menjadi sorotan berada di Jalan Lintas Timur Km 16,5 RT 04 RW 06, Kelurahan Sialang Rampai. Usaha tersebut dikelola Nasir, yang juga tinggal di sekitar area peternakan.

Dalam pertemuan itu, Nasir mengakui populasi lalat memang meningkat pada masa panen maupun setelah panen. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas penangkapan dan pengangkutan ayam, pembersihan kandang, hingga proses penyemprotan setelah kandang dikosongkan.

iklan-view

"Kami menerima keluhan masyarakat dan akan berupaya semaksimal mungkin agar lalat tidak lagi mengganggu warga," ujar Nasir.

Ia menjelaskan, berbagai langkah pengendalian sebenarnya telah dilakukan, seperti penyemprotan obat lalat, pengelolaan limbah, dan pembersihan kandang secara rutin. Upaya tersebut akan terus ditingkatkan, terutama saat proses panen dan pembersihan kandang yang berpotensi memicu lonjakan populasi lalat.

Nasir menyebut kandangnya saat ini berkapasitas sekitar 3.500 ekor ayam. Karena rumahnya berada tepat di samping peternakan, menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi kepentingannya.

"Rumah saya juga berada di sebelah kandang. Jadi kami tentu ingin lingkungan tetap bersih dan nyaman," katanya.

Sementara itu, Kasi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Kulim, Riko, mengatakan monitoring dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa terganggu oleh banyaknya lalat.

Menurutnya, pemerintah mengapresiasi itikad baik pemilik usaha yang telah melakukan pengendalian. Namun, langkah tersebut diminta lebih dimaksimalkan agar dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan.

"Dari hasil klarifikasi diketahui peningkatan populasi lalat memang terjadi saat proses panen dan pembersihan kandang. Karena itu kami meminta pengendalian dilakukan lebih optimal agar lalat tidak menyebar ke permukiman warga," ujar Riko.

Berdasarkan hasil monitoring, masyarakat pada prinsipnya menerima penjelasan dari pemilik peternakan. Meski demikian, warga berharap pengendalian lalat dan bau dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga kenyamanan lingkungan tetap terjaga.

Pemerintah Kecamatan Kulim juga mengimbau pemilik usaha untuk terus menjalin komunikasi dengan pengurus RT, RW, pihak kelurahan, dan kecamatan. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan yang muncul dapat segera diselesaikan melalui koordinasi dan musyawarah, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi seluruh warga. (why)

Warga Kulim Keluhkan Serangan Lalat, Pemilik Peternakan Ayam Janji Benahi Pengelolaan Kandang
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 27 Juli 2026 | 15:04:54
Warga Kulim Keluhkan Serangan Lalat, Pemilik Peternakan Ayam Janji Benahi Pengelolaan Kandang
Pemerintah Kecamatan Kulim bersama pihak kelurahan, Ketua RW, masyarakat, dan pemilik usaha turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring sekaligus mencari solusi terkait maraknya lalat yang diduga berasal dari aktivitas peternakan ayam potong. (Foto: Wahyu)

PEKANBARU - Keluhan warga Jalan Jati Jajar I, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim, terkait maraknya lalat yang diduga berasal dari aktivitas peternakan ayam potong akhirnya mendapat perhatian pemerintah. Senin (27/7/2026), Pemerintah Kecamatan Kulim bersama pihak kelurahan, Ketua RW, masyarakat, dan pemilik usaha turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring sekaligus mencari solusi.

Dari hasil peninjauan, peternakan ayam yang menjadi sorotan berada di Jalan Lintas Timur Km 16,5 RT 04 RW 06, Kelurahan Sialang Rampai. Usaha tersebut dikelola Nasir, yang juga tinggal di sekitar area peternakan.

Dalam pertemuan itu, Nasir mengakui populasi lalat memang meningkat pada masa panen maupun setelah panen. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas penangkapan dan pengangkutan ayam, pembersihan kandang, hingga proses penyemprotan setelah kandang dikosongkan.

"Kami menerima keluhan masyarakat dan akan berupaya semaksimal mungkin agar lalat tidak lagi mengganggu warga," ujar Nasir.

Ia menjelaskan, berbagai langkah pengendalian sebenarnya telah dilakukan, seperti penyemprotan obat lalat, pengelolaan limbah, dan pembersihan kandang secara rutin. Upaya tersebut akan terus ditingkatkan, terutama saat proses panen dan pembersihan kandang yang berpotensi memicu lonjakan populasi lalat.

Nasir menyebut kandangnya saat ini berkapasitas sekitar 3.500 ekor ayam. Karena rumahnya berada tepat di samping peternakan, menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi kepentingannya.

"Rumah saya juga berada di sebelah kandang. Jadi kami tentu ingin lingkungan tetap bersih dan nyaman," katanya.

Sementara itu, Kasi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Kulim, Riko, mengatakan monitoring dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa terganggu oleh banyaknya lalat.

Menurutnya, pemerintah mengapresiasi itikad baik pemilik usaha yang telah melakukan pengendalian. Namun, langkah tersebut diminta lebih dimaksimalkan agar dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan.

"Dari hasil klarifikasi diketahui peningkatan populasi lalat memang terjadi saat proses panen dan pembersihan kandang. Karena itu kami meminta pengendalian dilakukan lebih optimal agar lalat tidak menyebar ke permukiman warga," ujar Riko.

Berdasarkan hasil monitoring, masyarakat pada prinsipnya menerima penjelasan dari pemilik peternakan. Meski demikian, warga berharap pengendalian lalat dan bau dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga kenyamanan lingkungan tetap terjaga.

Pemerintah Kecamatan Kulim juga mengimbau pemilik usaha untuk terus menjalin komunikasi dengan pengurus RT, RW, pihak kelurahan, dan kecamatan. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan yang muncul dapat segera diselesaikan melalui koordinasi dan musyawarah, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi seluruh warga. (why)