logo
Speedboat Rupat-Malaysia Tenggelam Dihantam Badai, 2 Korban Ditemukan Meninggal Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Formasi Selembayung Warnai Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Halaman Kantor Gube Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE Gempa NTT: Korban Tewas Bertambah Jadi 68 Orang, 213 Luka dan 1.500 Lebih Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Peringatan HUT Ke-81 RI di Riau: Sekdaprov Syahrial Abdi Raih Satyalancana dari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Peringatan HUT RI ke-81 di Tembilahan, Bupati Inhil Serahkan Tali Asih Untuk Par Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Merah Putih Berkibar di Tengah Ancaman Karhutla Pelalawan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Remisi HUT ke-81 RI, 10.987 Warga Binaan di Riau Dapat Pengurangan Hukuman, 185 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sempena HUT ke 81 RI, Warga Tirta Siak Pekanbaru Gelar Donor Darah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / RIAU
133 Personel dan Mitra Diganjar Penghargaan, Kapolda Riau: Kepercayaan Publik Dibangun Lewat Karya Nyata
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyerahkan penghargaan kepada Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Riau AKBP Teddy atas keberhasilannya memimpin pengungkapan tindak pidana kehutanan di Meranti dan Rokan Hilir. (Foto: Rico)
133 Personel dan Mitra Diganjar Penghargaan, Kapolda Riau: Kepercayaan Publik Dibangun Lewat Karya Nyata
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: hukum | 29 Juli 2026 | 12:35:02

PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan penghargaan kepada 133 penerima yang terdiri dari 123 personel Polri dan 10 penerima dari unsur eksternal atas dedikasi, integritas, serta prestasi dalam pelaksanaan tugas. Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara di Lapangan Apel Mapolda Riau, Rabu (29/7/2026) pagi.

Penghargaan diberikan kepada personel yang dinilai mampu menunjukkan profesionalisme, keberanian, dan kepedulian dalam berbagai bidang, mulai dari pengungkapan tindak pidana narkotika, kejahatan kehutanan, tindak pidana perdagangan orang, penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, hingga prestasi olahraga tingkat nasional.

Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan institusi kepada personel yang telah mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab.

iklan-view

"Penghargaan ini bukan sekadar seremonial atau simbol penghormatan. Ini adalah bentuk pengakuan institusi kepada rekan-rekan yang telah menunjukkan dedikasi dan integritas," kata Irjen Herry.

Menurutnya, anggota Polri harus hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan nilai 3P, yakni peduli, peka, dan empati. Ketiga nilai tersebut, kata dia, menjadi landasan dalam menghadirkan pelayanan yang humanis sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Irjen Herry Heryawan menekankan bahwa institusi yang sehat tidak hanya berani memberikan sanksi kepada anggota yang melakukan pelanggaran, tetapi juga wajib memberikan apresiasi kepada personel yang berprestasi.

"Trust tidak lahir dari slogan. Trust lahir dari pengabdian yang konsisten, pelayanan yang tulus, penegakan hukum yang adil, dan kepedulian kepada masyarakat. Itulah yang harus terus kita bangun di Polda Riau," ujarnya.

Sejumlah personel yang menerima penghargaan di antaranya AKBP Teddy Rinaldi selaku Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Riau atas keberhasilannya memimpin pengungkapan tindak pidana kehutanan berupa pengangkutan hasil hutan mangrove tanpa izin serta penggunaan alat berat ilegal di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Rokan Hilir.

Penghargaan juga diberikan kepada AKP Krisi Oetel, Kasat Reskrim Polres Rokan Hilir, yang berhasil mengungkap dugaan perusakan ekosistem mangrove di Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Di bidang pelayanan dan respons cepat, IPDA Indra Gunawan menerima penghargaan atas keberhasilannya memimpin pengejaran hingga mengamankan pelaku penculikan anak di ruas Tol Pekanbaru–Dumai menuju Sumatera Utara. Sementara dua personel Ditlantas Polda Riau juga diapresiasi atas aksi penyelamatan seorang pria yang diduga hendak mengakhiri hidup sambil membawa anaknya di kawasan Jembatan Siak.

Penghargaan berikutnya diberikan kepada Kompol dr. Firmansyah Dwi Saputra bersama tim Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau atas dedikasi dalam memberikan pendampingan, pemeriksaan, pengobatan, dan terapi kesehatan kepada pasien.

Di bidang pemberantasan narkotika, AKP Markus Timbul Sinaga menerima penghargaan atas keberhasilannya saat menjabat Kasatresnarkoba Polres Kampar mengungkap kasus narkotika sekaligus mengamankan dua pucuk senjata api rakitan. Sementara AKBP Aldi Alfa Faroqi mendapat penghargaan atas keberhasilannya ketika menjabat Kapolres Kepulauan Meranti mengungkap jaringan narkotika dengan barang bukti puluhan kilogram sabu dan ratusan kemasan Etomidate.

Penghargaan juga diberikan kepada AKP I Putu Adi Juniwinata atas keberhasilannya mengungkap tindak pidana penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal di wilayah hukum Polres Dumai.

Prestasi di bidang olahraga turut mendapat apresiasi. Bripda Mega Djuwita Siallagan menerima penghargaan setelah meraih dua medali emas pada Kejuaraan Nasional Kapolri Cup Taekwondo ke-7 Tahun 2026, sedangkan IPDA Nova Ria Angelina menerima penghargaan atas raihan medali perak cabang karate pada Kapolri Cup Tahun 2026.

Selain penghargaan kepada individu, puluhan personel yang tergabung dalam tim pengungkapan berbagai kasus menonjol turut menerima penghargaan. Apresiasi juga diberikan kepada dua yayasan yang berkontribusi melalui hibah tanah untuk pembangunan Mapolsek Tampan.

Kapolda menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang anggota Polri tidak semata-mata dilihat dari banyaknya perkara yang berhasil diungkap.

"Keberhasilan tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang diungkap, tetapi juga dari banyaknya masyarakat yang dapat kita lindungi, kehidupan yang berhasil kita selamatkan, lingkungan yang mampu kita jaga, dan kepercayaan publik yang terus kita bangun melalui tindakan nyata," tegasnya.

Ia mengajak seluruh personel menjadikan profesi kepolisian sebagai panggilan hidup dengan terus menghadirkan pemolisian yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, menjaga keselarasan sosial, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui rasa aman dan nyaman.

Kepada personel yang belum menerima penghargaan, Kapolda Riau juga meminta agar tidak berkecil hati dan tetap mengukir pengabdian terbaik.

"Teruslah berbuat baik, teruslah mengukir pengabdian. Jadikan setiap tugas sebagai ladang pengabdian. Masyarakat menilai Polri bukan dari apa yang kita ucapkan, tetapi dari apa yang kita kerjakan," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Irjen Herry juga mengumumkan bahwa Polda Riau akan meluncurkan Ekspedisi Merah Putih Presisi pada 1 Agustus 2026 dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Program itu akan membawa personel Polda Riau turun langsung ke wilayah-wilayah terluar, seperti Indragiri Hilir, Penipahan di Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, dan Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menghadirkan pelayanan kepolisian secara langsung kepada masyarakat.

Menutup amanatnya, Kapolda kembali mengingatkan seluruh personel agar menjaga integritas, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta selalu mengingat keluarga sebagai motivasi dalam menjalankan tugas.

"Teruslah berbuat baik. Ingat keluarga, ingat anak, ingat istri yang selalu menunggu kita pulang. Dan saya tegaskan, jangan ada lagi anggota yang mencoba-coba menggunakan narkoba," tutup Irjen Herry. (ric)

Home / Hukum
133 Personel dan Mitra Diganjar Penghargaan, Kapolda Riau: Kepercayaan Publik Dibangun Lewat Karya Nyata
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: hukum | 29 Juli 2026 | 12:35:02
133 Personel dan Mitra Diganjar Penghargaan, Kapolda Riau: Kepercayaan Publik Dibangun Lewat Karya Nyata
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyerahkan penghargaan kepada Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Riau AKBP Teddy atas keberhasilannya memimpin pengungkapan tindak pidana kehutanan di Meranti dan Rokan Hilir. (Foto: Rico)

PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan penghargaan kepada 133 penerima yang terdiri dari 123 personel Polri dan 10 penerima dari unsur eksternal atas dedikasi, integritas, serta prestasi dalam pelaksanaan tugas. Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara di Lapangan Apel Mapolda Riau, Rabu (29/7/2026) pagi.

Penghargaan diberikan kepada personel yang dinilai mampu menunjukkan profesionalisme, keberanian, dan kepedulian dalam berbagai bidang, mulai dari pengungkapan tindak pidana narkotika, kejahatan kehutanan, tindak pidana perdagangan orang, penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, hingga prestasi olahraga tingkat nasional.

Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan institusi kepada personel yang telah mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab.

"Penghargaan ini bukan sekadar seremonial atau simbol penghormatan. Ini adalah bentuk pengakuan institusi kepada rekan-rekan yang telah menunjukkan dedikasi dan integritas," kata Irjen Herry.

Menurutnya, anggota Polri harus hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan nilai 3P, yakni peduli, peka, dan empati. Ketiga nilai tersebut, kata dia, menjadi landasan dalam menghadirkan pelayanan yang humanis sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Irjen Herry Heryawan menekankan bahwa institusi yang sehat tidak hanya berani memberikan sanksi kepada anggota yang melakukan pelanggaran, tetapi juga wajib memberikan apresiasi kepada personel yang berprestasi.

"Trust tidak lahir dari slogan. Trust lahir dari pengabdian yang konsisten, pelayanan yang tulus, penegakan hukum yang adil, dan kepedulian kepada masyarakat. Itulah yang harus terus kita bangun di Polda Riau," ujarnya.

Sejumlah personel yang menerima penghargaan di antaranya AKBP Teddy Rinaldi selaku Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Riau atas keberhasilannya memimpin pengungkapan tindak pidana kehutanan berupa pengangkutan hasil hutan mangrove tanpa izin serta penggunaan alat berat ilegal di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Rokan Hilir.

Penghargaan juga diberikan kepada AKP Krisi Oetel, Kasat Reskrim Polres Rokan Hilir, yang berhasil mengungkap dugaan perusakan ekosistem mangrove di Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Di bidang pelayanan dan respons cepat, IPDA Indra Gunawan menerima penghargaan atas keberhasilannya memimpin pengejaran hingga mengamankan pelaku penculikan anak di ruas Tol Pekanbaru–Dumai menuju Sumatera Utara. Sementara dua personel Ditlantas Polda Riau juga diapresiasi atas aksi penyelamatan seorang pria yang diduga hendak mengakhiri hidup sambil membawa anaknya di kawasan Jembatan Siak.

Penghargaan berikutnya diberikan kepada Kompol dr. Firmansyah Dwi Saputra bersama tim Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau atas dedikasi dalam memberikan pendampingan, pemeriksaan, pengobatan, dan terapi kesehatan kepada pasien.

Di bidang pemberantasan narkotika, AKP Markus Timbul Sinaga menerima penghargaan atas keberhasilannya saat menjabat Kasatresnarkoba Polres Kampar mengungkap kasus narkotika sekaligus mengamankan dua pucuk senjata api rakitan. Sementara AKBP Aldi Alfa Faroqi mendapat penghargaan atas keberhasilannya ketika menjabat Kapolres Kepulauan Meranti mengungkap jaringan narkotika dengan barang bukti puluhan kilogram sabu dan ratusan kemasan Etomidate.

Penghargaan juga diberikan kepada AKP I Putu Adi Juniwinata atas keberhasilannya mengungkap tindak pidana penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal di wilayah hukum Polres Dumai.

Prestasi di bidang olahraga turut mendapat apresiasi. Bripda Mega Djuwita Siallagan menerima penghargaan setelah meraih dua medali emas pada Kejuaraan Nasional Kapolri Cup Taekwondo ke-7 Tahun 2026, sedangkan IPDA Nova Ria Angelina menerima penghargaan atas raihan medali perak cabang karate pada Kapolri Cup Tahun 2026.

Selain penghargaan kepada individu, puluhan personel yang tergabung dalam tim pengungkapan berbagai kasus menonjol turut menerima penghargaan. Apresiasi juga diberikan kepada dua yayasan yang berkontribusi melalui hibah tanah untuk pembangunan Mapolsek Tampan.

Kapolda menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang anggota Polri tidak semata-mata dilihat dari banyaknya perkara yang berhasil diungkap.

"Keberhasilan tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang diungkap, tetapi juga dari banyaknya masyarakat yang dapat kita lindungi, kehidupan yang berhasil kita selamatkan, lingkungan yang mampu kita jaga, dan kepercayaan publik yang terus kita bangun melalui tindakan nyata," tegasnya.

Ia mengajak seluruh personel menjadikan profesi kepolisian sebagai panggilan hidup dengan terus menghadirkan pemolisian yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, menjaga keselarasan sosial, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui rasa aman dan nyaman.

Kepada personel yang belum menerima penghargaan, Kapolda Riau juga meminta agar tidak berkecil hati dan tetap mengukir pengabdian terbaik.

"Teruslah berbuat baik, teruslah mengukir pengabdian. Jadikan setiap tugas sebagai ladang pengabdian. Masyarakat menilai Polri bukan dari apa yang kita ucapkan, tetapi dari apa yang kita kerjakan," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Irjen Herry juga mengumumkan bahwa Polda Riau akan meluncurkan Ekspedisi Merah Putih Presisi pada 1 Agustus 2026 dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Program itu akan membawa personel Polda Riau turun langsung ke wilayah-wilayah terluar, seperti Indragiri Hilir, Penipahan di Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, dan Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menghadirkan pelayanan kepolisian secara langsung kepada masyarakat.

Menutup amanatnya, Kapolda kembali mengingatkan seluruh personel agar menjaga integritas, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta selalu mengingat keluarga sebagai motivasi dalam menjalankan tugas.

"Teruslah berbuat baik. Ingat keluarga, ingat anak, ingat istri yang selalu menunggu kita pulang. Dan saya tegaskan, jangan ada lagi anggota yang mencoba-coba menggunakan narkoba," tutup Irjen Herry. (ric)