logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / PADANG
Hujan Tak Berhenti, Padang Dikepung Banjir: Warga Terjebak, Evakuasi Terus Berlangsung
Kondisi banjir di depan jalan RSUD Rasidin Padang, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (3/8/2026). (Foto: dok.sci)
Hujan Tak Berhenti, Padang Dikepung Banjir: Warga Terjebak, Evakuasi Terus Berlangsung
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 3 Agustus 2026 | 17:11:00

PADANG - Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin (3/8/2026) pagi memicu banjir besar di sejumlah wilayah. Luapan beberapa sungai merendam permukiman, ruas jalan hingga fasilitas umum, membuat ratusan aktivitas warga lumpuh dan memaksa tim penyelamat berpacu dengan waktu mengevakuasi warga yang terjebak.

Di sejumlah titik, tinggi genangan dilaporkan mencapai 1,5 meter atau setinggi orang dewasa. Arus banjir yang deras juga membawa material kayu gelondongan menyusuri Batang Kuranji hingga kawasan Siteba, menambah ancaman bagi warga.

Kawasan yang terdampak antara lain Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok dan Kampung Tanjung di Kecamatan Kuranji, Kampung Lapai di Kecamatan Nanggalo, Lubuk Minturun, Taluk Sikumbang, Sungai Sarik, Batu Busuak, Gunung Sarik, hingga Sungai Sapih di Kecamatan Koto Tangah.

iklan-view

Di Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok, sejumlah warga dilaporkan terjebak di dalam rumah karena derasnya arus banjir. Rekaman video yang beredar memperlihatkan sebuah mobil minibus nyaris tenggelam, sementara air berwarna cokelat keruh menguasai kawasan permukiman.

Kondisi tak kalah memprihatinkan terjadi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Guo. Sungai yang meluap menggenangi jalan dan rumah warga, bahkan menyebabkan sejumlah pelajar terjebak. Di SMP Negeri 27 Padang, beberapa siswa sempat tertahan di sekolah karena akses menuju rumah mereka terputus akibat banjir.

Sementara itu, di Taluk Sikumbang, Kelurahan Sungai Lareh, warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dengan memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi ketika air mulai memasuki rumah-rumah mereka.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama Basarnas, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan relawan terus melakukan asesmen sekaligus mengevakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penghuni rumah yang sudah tidak dapat diakses dengan aman.

Selain fokus pada evakuasi, petugas juga memantau perkembangan tinggi muka air di sejumlah sungai untuk mengantisipasi kemungkinan banjir semakin meluas.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan banjir, agar tetap waspada. Pasalnya, prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan, sehingga risiko banjir dan tanah longsor masih tinggi. (kpc/hhi)

Home / News
Hujan Tak Berhenti, Padang Dikepung Banjir: Warga Terjebak, Evakuasi Terus Berlangsung
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 3 Agustus 2026 | 17:11:00
Hujan Tak Berhenti, Padang Dikepung Banjir: Warga Terjebak, Evakuasi Terus Berlangsung
Kondisi banjir di depan jalan RSUD Rasidin Padang, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Senin (3/8/2026). (Foto: dok.sci)

PADANG - Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin (3/8/2026) pagi memicu banjir besar di sejumlah wilayah. Luapan beberapa sungai merendam permukiman, ruas jalan hingga fasilitas umum, membuat ratusan aktivitas warga lumpuh dan memaksa tim penyelamat berpacu dengan waktu mengevakuasi warga yang terjebak.

Di sejumlah titik, tinggi genangan dilaporkan mencapai 1,5 meter atau setinggi orang dewasa. Arus banjir yang deras juga membawa material kayu gelondongan menyusuri Batang Kuranji hingga kawasan Siteba, menambah ancaman bagi warga.

Kawasan yang terdampak antara lain Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok dan Kampung Tanjung di Kecamatan Kuranji, Kampung Lapai di Kecamatan Nanggalo, Lubuk Minturun, Taluk Sikumbang, Sungai Sarik, Batu Busuak, Gunung Sarik, hingga Sungai Sapih di Kecamatan Koto Tangah.

Di Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok, sejumlah warga dilaporkan terjebak di dalam rumah karena derasnya arus banjir. Rekaman video yang beredar memperlihatkan sebuah mobil minibus nyaris tenggelam, sementara air berwarna cokelat keruh menguasai kawasan permukiman.

Kondisi tak kalah memprihatinkan terjadi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Guo. Sungai yang meluap menggenangi jalan dan rumah warga, bahkan menyebabkan sejumlah pelajar terjebak. Di SMP Negeri 27 Padang, beberapa siswa sempat tertahan di sekolah karena akses menuju rumah mereka terputus akibat banjir.

Sementara itu, di Taluk Sikumbang, Kelurahan Sungai Lareh, warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dengan memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi ketika air mulai memasuki rumah-rumah mereka.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama Basarnas, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan relawan terus melakukan asesmen sekaligus mengevakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penghuni rumah yang sudah tidak dapat diakses dengan aman.

Selain fokus pada evakuasi, petugas juga memantau perkembangan tinggi muka air di sejumlah sungai untuk mengantisipasi kemungkinan banjir semakin meluas.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan banjir, agar tetap waspada. Pasalnya, prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan, sehingga risiko banjir dan tanah longsor masih tinggi. (kpc/hhi)