
PEKANBARU - Pemerintah mulai mengkaji rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pekanbaru dengan Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Provinsi Riau.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, kajian tersebut dilakukan menyusul tingginya kebutuhan akan infrastruktur transportasi yang lebih efisien. Selama ini, akses dari Pekanbaru menuju Teluk Kuantan masih mengandalkan jalan nasional dengan jarak lebih dari 170 kilometer dan waktu tempuh yang dapat mencapai empat jam, terutama saat arus kendaraan meningkat.
Menurut Dody, keberadaan jalan tol akan memangkas waktu perjalanan secara signifikan sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas orang dan barang. Infrastruktur tersebut juga diyakini mampu memperkuat rantai logistik, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta membuka ruang investasi baru di Kuantan Singingi.

"Penguatan konektivitas menjadi salah satu fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur yang memadai akan meningkatkan daya saing kawasan, memperlancar arus barang dan jasa, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru," kata Dody usai meninjau kondisi jalan menuju Kuansing di Pekanbaru, Rabu (5/8/2026).
Selain mendukung aktivitas ekonomi, rencana pembangunan ruas tol tersebut juga diharapkan memperkuat sektor pariwisata. Salah satunya dengan mempermudah akses menuju Teluk Kuantan yang menjadi tuan rumah Festival Pacu Jalur, agenda budaya berskala nasional yang setiap tahun menarik ribuan wisatawan.
Sembari menunggu hasil kajian pembangunan jalan tol, Kementerian PU telah menginstruksikan percepatan perbaikan sejumlah ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan agar konektivitas menuju Kuansing tetap terjaga, khususnya menjelang penyelenggaraan Festival Pacu Jalur 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, Muklisin, menyatakan pemerintah daerah menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, jalan tol Pekanbaru-Teluk Kuantan akan menjadi infrastruktur strategis yang tidak hanya memangkas waktu tempuh dari sekitar empat jam menjadi sekitar satu jam, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi siap mendukung seluruh proses kajian yang dilakukan pemerintah pusat, termasuk penyediaan data dan koordinasi lintas sektor, agar proyek tersebut dapat diprioritaskan dalam agenda pembangunan infrastruktur nasional.
Apabila terealisasi, ruas Tol Pekanbaru-Teluk Kuantan diproyeksikan menjadi koridor baru yang menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi di ibu kota Provinsi Riau dengan kawasan selatan Riau. Kehadiran jalan tol ini diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan investasi, pengembangan kawasan industri dan agropolitan, serta percepatan pertumbuhan ekonomi regional dalam jangka panjang. (**/ntr)




PEKANBARU - Pemerintah mulai mengkaji rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pekanbaru dengan Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Provinsi Riau.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, kajian tersebut dilakukan menyusul tingginya kebutuhan akan infrastruktur transportasi yang lebih efisien. Selama ini, akses dari Pekanbaru menuju Teluk Kuantan masih mengandalkan jalan nasional dengan jarak lebih dari 170 kilometer dan waktu tempuh yang dapat mencapai empat jam, terutama saat arus kendaraan meningkat.
Menurut Dody, keberadaan jalan tol akan memangkas waktu perjalanan secara signifikan sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas orang dan barang. Infrastruktur tersebut juga diyakini mampu memperkuat rantai logistik, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta membuka ruang investasi baru di Kuantan Singingi.
"Penguatan konektivitas menjadi salah satu fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur yang memadai akan meningkatkan daya saing kawasan, memperlancar arus barang dan jasa, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru," kata Dody usai meninjau kondisi jalan menuju Kuansing di Pekanbaru, Rabu (5/8/2026).
Selain mendukung aktivitas ekonomi, rencana pembangunan ruas tol tersebut juga diharapkan memperkuat sektor pariwisata. Salah satunya dengan mempermudah akses menuju Teluk Kuantan yang menjadi tuan rumah Festival Pacu Jalur, agenda budaya berskala nasional yang setiap tahun menarik ribuan wisatawan.
Sembari menunggu hasil kajian pembangunan jalan tol, Kementerian PU telah menginstruksikan percepatan perbaikan sejumlah ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan agar konektivitas menuju Kuansing tetap terjaga, khususnya menjelang penyelenggaraan Festival Pacu Jalur 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, Muklisin, menyatakan pemerintah daerah menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, jalan tol Pekanbaru-Teluk Kuantan akan menjadi infrastruktur strategis yang tidak hanya memangkas waktu tempuh dari sekitar empat jam menjadi sekitar satu jam, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi siap mendukung seluruh proses kajian yang dilakukan pemerintah pusat, termasuk penyediaan data dan koordinasi lintas sektor, agar proyek tersebut dapat diprioritaskan dalam agenda pembangunan infrastruktur nasional.
Apabila terealisasi, ruas Tol Pekanbaru-Teluk Kuantan diproyeksikan menjadi koridor baru yang menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi di ibu kota Provinsi Riau dengan kawasan selatan Riau. Kehadiran jalan tol ini diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan investasi, pengembangan kawasan industri dan agropolitan, serta percepatan pertumbuhan ekonomi regional dalam jangka panjang. (**/ntr)