logo
Pemko Pekanbaru Tegaskan Rumah Sakit Tak Boleh Bedakan Pasien BPJS dan Umum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Buka Peluang Bangun Waste Station di Kampus UNRI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Bengkalis, Diduga Bawa Lebih 2 Ton Methamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gempa NTT Rusak 19.297 Rumah, Lebih dari 6.000 Bangunan Masuk Kategori Berat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Desa Sungai Gantang Sukses Bentangkan Bendera 1.081 Meter di Jembatan Rumbai Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 133 HGB Pedagang STC Dipersoalkan, Pemko Pekanbaru Didesak Buka Dasar Kebijakan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Pekanbaru Soroti Data Desil Warga: Salah Klasifikasi Bisa Bikin Bantuan Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / MERANTI
Pompong Karam di Perairan Meranti, Satu Korban Tewas Ditemukan, Satu Masih Dalam Pencarian
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban kapal pompong tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti. (Foto: MCR)
Pompong Karam di Perairan Meranti, Satu Korban Tewas Ditemukan, Satu Masih Dalam Pencarian
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 5 Agustus 2026 | 15:53:41

PEKANBARU - Upaya Tim SAR Gabungan mencari korban kapal pompong yang tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti, mulai membuahkan hasil. Pada hari ketiga operasi pencarian, Rabu (5/8/2026), satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya hingga kini masih belum ditemukan dan pencarian akan kembali dilanjutkan.

Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti Prima Harrie Saputra menjelaskan, musibah itu terjadi pada Minggu (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di perairan Desa Mengkikip.

Berdasarkan informasi dari Unit Polair Meranti, kapal pompong berangkat dari Kampung Balak sekitar pukul 08.00 WIB menuju Sungai Metas. Empat orang berada di dalam kapal untuk mengambil sekaligus menebang pohon sagu. Namun saat melintas di perairan Desa Mengkikip, kapal dilaporkan karam.

iklan-view

Dua penumpang, yakni Iv (30) dan B (30), warga Desa Kampung Balak, berhasil menyelamatkan diri. Sementara dua lainnya, Ibl (25), warga Desa Kampung Balak, dan Am (50), warga Desa Teluk Belitung, hilang terbawa arus sehingga Tim SAR Gabungan langsung melakukan operasi pencarian.

Operasi SAR dimulai sejak Minggu sore dengan mengerahkan tujuh personel Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti ke lokasi kejadian. Tim kemudian berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Namun hingga hari pertama berakhir, kedua korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian dilanjutkan pada hari kedua dengan memperluas area penyisiran hingga lima mil laut persegi. Meski berbagai upaya dilakukan, hasil pencarian masih belum membuahkan hasil.

Memasuki hari ketiga, Tim SAR kembali memperluas area pencarian menjadi tujuh mil laut persegi. Sekitar pukul 12.25 WIB, masyarakat melaporkan adanya penemuan satu korban mengapung di sekitar lokasi pencarian.

Korban diketahui bernama Am (50), warga Desa Teluk Belitung. Tim SAR segera mengevakuasi jenazah dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Setelah proses evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan kembali menyisir perairan hingga pukul 18.00 WIB untuk mencari korban terakhir, Ibl (25). Namun hingga operasi hari ketiga ditutup, korban belum berhasil ditemukan.

Tim SAR menjadwalkan pencarian kembali dilanjutkan pada Kamis (6/8/2026) mulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan. Harapan agar korban terakhir segera ditemukan masih terus diupayakan melalui penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan area yang diperkirakan menjadi titik hanyut korban. (**/mcr)

Home / News
Pompong Karam di Perairan Meranti, Satu Korban Tewas Ditemukan, Satu Masih Dalam Pencarian
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 5 Agustus 2026 | 15:53:41
Pompong Karam di Perairan Meranti, Satu Korban Tewas Ditemukan, Satu Masih Dalam Pencarian
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban kapal pompong tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti. (Foto: MCR)

PEKANBARU - Upaya Tim SAR Gabungan mencari korban kapal pompong yang tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti, mulai membuahkan hasil. Pada hari ketiga operasi pencarian, Rabu (5/8/2026), satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya hingga kini masih belum ditemukan dan pencarian akan kembali dilanjutkan.

Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti Prima Harrie Saputra menjelaskan, musibah itu terjadi pada Minggu (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di perairan Desa Mengkikip.

Berdasarkan informasi dari Unit Polair Meranti, kapal pompong berangkat dari Kampung Balak sekitar pukul 08.00 WIB menuju Sungai Metas. Empat orang berada di dalam kapal untuk mengambil sekaligus menebang pohon sagu. Namun saat melintas di perairan Desa Mengkikip, kapal dilaporkan karam.

Dua penumpang, yakni Iv (30) dan B (30), warga Desa Kampung Balak, berhasil menyelamatkan diri. Sementara dua lainnya, Ibl (25), warga Desa Kampung Balak, dan Am (50), warga Desa Teluk Belitung, hilang terbawa arus sehingga Tim SAR Gabungan langsung melakukan operasi pencarian.

Operasi SAR dimulai sejak Minggu sore dengan mengerahkan tujuh personel Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti ke lokasi kejadian. Tim kemudian berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Namun hingga hari pertama berakhir, kedua korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian dilanjutkan pada hari kedua dengan memperluas area penyisiran hingga lima mil laut persegi. Meski berbagai upaya dilakukan, hasil pencarian masih belum membuahkan hasil.

Memasuki hari ketiga, Tim SAR kembali memperluas area pencarian menjadi tujuh mil laut persegi. Sekitar pukul 12.25 WIB, masyarakat melaporkan adanya penemuan satu korban mengapung di sekitar lokasi pencarian.

Korban diketahui bernama Am (50), warga Desa Teluk Belitung. Tim SAR segera mengevakuasi jenazah dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Setelah proses evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan kembali menyisir perairan hingga pukul 18.00 WIB untuk mencari korban terakhir, Ibl (25). Namun hingga operasi hari ketiga ditutup, korban belum berhasil ditemukan.

Tim SAR menjadwalkan pencarian kembali dilanjutkan pada Kamis (6/8/2026) mulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan. Harapan agar korban terakhir segera ditemukan masih terus diupayakan melalui penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan area yang diperkirakan menjadi titik hanyut korban. (**/mcr)