logo
Pemko Pekanbaru Tegaskan Rumah Sakit Tak Boleh Bedakan Pasien BPJS dan Umum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Buka Peluang Bangun Waste Station di Kampus UNRI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Bengkalis, Diduga Bawa Lebih 2 Ton Methamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gempa NTT Rusak 19.297 Rumah, Lebih dari 6.000 Bangunan Masuk Kategori Berat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Desa Sungai Gantang Sukses Bentangkan Bendera 1.081 Meter di Jembatan Rumbai Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 133 HGB Pedagang STC Dipersoalkan, Pemko Pekanbaru Didesak Buka Dasar Kebijakan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Pekanbaru Soroti Data Desil Warga: Salah Klasifikasi Bisa Bikin Bantuan Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pelalawan
Petani Karet di Pangkalan Gondai Pelawan Terluka Parah Diserang Beruang
Ilustrasi beruang madu
Petani Karet di Pangkalan Gondai Pelawan Terluka Parah Diserang Beruang
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 5 Agustus 2026 | 16:16:51

PELALAWAN-Aksi penyerangan beruang di Kabupaten Pelalawan dalam beberapa waktu terakhir telah berulang kali menimbulkan korban jiwa. Terbaru, Antono (40) petani karet di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Rabu pagi (5/8/2026) diserang beruang saat menderes getah karet di kebunnya. 

Antono mengalami luka pada kepala dan wajah, seperti luka akibat cakaran dan gigitan beruang. Petani karet ini kemudian dilarikan ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci.

Menurut kesaksian warga, peristiwa maut yang dialami Antono terjadi saat dia mulai mederes getah. "Korban mengalami luka yang cukup parah," katanya. 

iklan-view

Sejauh ini, sudah tiga warga Desa Pangkalan Gondai yang menjadi korban serangan beruang liar.

Dua korban sebelumnya mengalami luka ringan, sedangkan Antono menjadi korban dengan kondisi paling serius.

Sementara itu, Kapolsek Langgam, Ipda Bambang, membenarkan adanya peristiwa penyerangan beruang liar terhadap seorang warga Desa Pangkalan Gondai. Pihak kepolisian telah menerima laporan kejadian tersebut dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Dikatakan Warga lainnya, kemunculan beruang liar di sekitar kawasan kebun telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Banyak petani kini merasa khawatir untuk pergi bekerja karena takut kembali diserang satwa tersebut.

Warga berharap Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau segera mengambil langkah cepat untuk menangani keberadaan beruang liar sebelum kembali menimbulkan korban.

"Kami berharap ada tindakan nyata. Jangan sampai ada korban berikutnya baru dilakukan penanganan," ujarnya.

Home / News
Petani Karet di Pangkalan Gondai Pelawan Terluka Parah Diserang Beruang
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 5 Agustus 2026 | 16:16:51
Petani Karet di Pangkalan Gondai Pelawan Terluka Parah Diserang Beruang
Ilustrasi beruang madu

PELALAWAN-Aksi penyerangan beruang di Kabupaten Pelalawan dalam beberapa waktu terakhir telah berulang kali menimbulkan korban jiwa. Terbaru, Antono (40) petani karet di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Rabu pagi (5/8/2026) diserang beruang saat menderes getah karet di kebunnya. 

Antono mengalami luka pada kepala dan wajah, seperti luka akibat cakaran dan gigitan beruang. Petani karet ini kemudian dilarikan ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci.

Menurut kesaksian warga, peristiwa maut yang dialami Antono terjadi saat dia mulai mederes getah. "Korban mengalami luka yang cukup parah," katanya. 

Sejauh ini, sudah tiga warga Desa Pangkalan Gondai yang menjadi korban serangan beruang liar.

Dua korban sebelumnya mengalami luka ringan, sedangkan Antono menjadi korban dengan kondisi paling serius.

Sementara itu, Kapolsek Langgam, Ipda Bambang, membenarkan adanya peristiwa penyerangan beruang liar terhadap seorang warga Desa Pangkalan Gondai. Pihak kepolisian telah menerima laporan kejadian tersebut dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Dikatakan Warga lainnya, kemunculan beruang liar di sekitar kawasan kebun telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Banyak petani kini merasa khawatir untuk pergi bekerja karena takut kembali diserang satwa tersebut.

Warga berharap Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau segera mengambil langkah cepat untuk menangani keberadaan beruang liar sebelum kembali menimbulkan korban.

"Kami berharap ada tindakan nyata. Jangan sampai ada korban berikutnya baru dilakukan penanganan," ujarnya.