
INDRAGIRI HILIR - Setelah meresahkan masyarakat dan menimbulkan banyak korban, seekor monyet yang diduga pembuat teror akhirnya berhasil diamankan. Satwa liar tersebut terjebak dalam perangkap besi yang dipasang oleh tim gabungan di Jalan Tampomas, Tembilahan, pada Kamis (6/8/2026) siang.
Penangkapan ini melibatkan sinergi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Indragiri Hilir, TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, BPBD, serta partisipasi aktif masyarakat.
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi Ismail, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari koordinasi dan pengamatan intensif di lapangan.

"Setelah kurang lebih dua pekan kita berkoordinasi dan melakukan pengamatan di lapangan akibat banyaknya warga yang menjadi korban, hari ini berhasil mengamankan satu ekor monyet yang masih diduga menjadi monyet ganas yang menyerang dan meresahkan masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, tim telah memasang perangkap kerangkeng besi di dua titik berbeda. Perangkap yang berhasil menjerat satwa tersebut diletakkan di area semak-semak di bawah pohon di bagian belakang rumah kosong di Jalan Tampomas—lokasi di mana insiden penyerangan terhadap warga sebelumnya pernah terjadi.
“Untuk menarik perhatian hewan tersebut, kita sengaja menggunakan umpan buah-buahan beraroma tajam, yakni seperti buah cempedak dan sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi, monyet dengan tinggi lebih kurang satu meter, panjang mencapai dua meter, serta taring yang panjang tersebut akhirnya masuk ke dalam perangkap dan langsung dievakuasi ke Kantor Damkarmat Kabupaten Indragiri Hilir,” ujarnya.
Penangkapan ini sontak memicu kehebohan dan membuat ratusan warga berdesak-desakan mendatangi lokasi untuk melihat langsung hewan yang diduga kuat sebagai pelaku teror tersebut.

Menanggapi situasi pasca-penangkapan,
Wakapolres Indragiri Hilir, Kompol Maiterika, S.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan ketat di lapangan guna memastikan keamanan total bagi warga sekitar, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengunci pintu belakang rumah, dan menjaga kebersihan lingkungan dari sisa makanan yang dapat memancing datangnya satwa liar.
Hingga siang hari, tim masih bersiaga untuk mengurai kerumunan warga serta mengantisipasi potensi kemunculan satwa liar lainnya, sementara pemerintah setempat terus mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun senantiasa waspada dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (ade)



INDRAGIRI HILIR - Setelah meresahkan masyarakat dan menimbulkan banyak korban, seekor monyet yang diduga pembuat teror akhirnya berhasil diamankan. Satwa liar tersebut terjebak dalam perangkap besi yang dipasang oleh tim gabungan di Jalan Tampomas, Tembilahan, pada Kamis (6/8/2026) siang.
Penangkapan ini melibatkan sinergi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Indragiri Hilir, TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, BPBD, serta partisipasi aktif masyarakat.
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi Ismail, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari koordinasi dan pengamatan intensif di lapangan.
"Setelah kurang lebih dua pekan kita berkoordinasi dan melakukan pengamatan di lapangan akibat banyaknya warga yang menjadi korban, hari ini berhasil mengamankan satu ekor monyet yang masih diduga menjadi monyet ganas yang menyerang dan meresahkan masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, tim telah memasang perangkap kerangkeng besi di dua titik berbeda. Perangkap yang berhasil menjerat satwa tersebut diletakkan di area semak-semak di bawah pohon di bagian belakang rumah kosong di Jalan Tampomas—lokasi di mana insiden penyerangan terhadap warga sebelumnya pernah terjadi.
“Untuk menarik perhatian hewan tersebut, kita sengaja menggunakan umpan buah-buahan beraroma tajam, yakni seperti buah cempedak dan sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi, monyet dengan tinggi lebih kurang satu meter, panjang mencapai dua meter, serta taring yang panjang tersebut akhirnya masuk ke dalam perangkap dan langsung dievakuasi ke Kantor Damkarmat Kabupaten Indragiri Hilir,” ujarnya.
Penangkapan ini sontak memicu kehebohan dan membuat ratusan warga berdesak-desakan mendatangi lokasi untuk melihat langsung hewan yang diduga kuat sebagai pelaku teror tersebut.

Menanggapi situasi pasca-penangkapan,
Wakapolres Indragiri Hilir, Kompol Maiterika, S.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan ketat di lapangan guna memastikan keamanan total bagi warga sekitar, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengunci pintu belakang rumah, dan menjaga kebersihan lingkungan dari sisa makanan yang dapat memancing datangnya satwa liar.
Hingga siang hari, tim masih bersiaga untuk mengurai kerumunan warga serta mengantisipasi potensi kemunculan satwa liar lainnya, sementara pemerintah setempat terus mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun senantiasa waspada dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (ade)