
PEKANBARU-Plaza Citra, salah satu pusat perbelanjaan legendaris di Kota Pekanbaru, tengah menghadapi penurunan aktivitas yang cukup drastis. Mal yang pernah menjadi tujuan utama masyarakat untuk berbelanja itu kini terlihat semakin lengang dengan banyak kios dan toko yang telah menghentikan operasionalnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (6/8/2026), suasana Plaza Citra jauh berbeda dibandingkan masa kejayaannya. Lorong-lorong yang dulu dipadati pengunjung kini tampak sepi. Di hampir setiap lantai, deretan pintu toko tertutup disertai papan bertuliskan "disewakan" atau "dijual" menjadi pemandangan yang mudah ditemui.
Di tengah kondisi tersebut, beredar kabar di kalangan pedagang bahwa Plaza Citra akan menghentikan seluruh operasionalnya pada Oktober 2026. Informasi itu hingga kini masih sebatas isu dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak manajemen.
Salah seorang pedagang tas yang mulai berjualan sejak Mei 2026 mengaku mendengar informasi tersebut dari sesama penyewa. Menurutnya, kabar itu membuat para pedagang khawatir karena masih memiliki stok barang yang harus dihabiskan.
"Dari kabar yang kami dengar, katanya bulan Oktober sudah mulai tutup," ujarnya.
Jika kabar tersebut benar terjadi, Plaza Citra akan menjadi pusat perbelanjaan pertama di Pekanbaru yang menutup operasionalnya secara permanen. Kondisi itu sekaligus menandai berakhirnya perjalanan salah satu mal yang pernah menjadi ikon perdagangan di ibu kota Provinsi Riau.
Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, Plaza Citra dikenal sebagai salah satu pusat belanja paling ramai di Pekanbaru. Sebelum banyak mal modern bermunculan, gedung ini menjadi destinasi favorit masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, fesyen, hingga elektronik.
Namun, perkembangan industri ritel dalam beberapa tahun terakhir mengubah peta persaingan. Kehadiran pusat perbelanjaan baru dengan konsep yang lebih modern, ditambah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin beralih ke platform digital, membuat jumlah pengunjung Plaza Citra terus menurun.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Plaza Citra mengenai isu penutupan operasional pada Oktober mendatang. Para pedagang maupun masyarakat masih menunggu kepastian terkait nasib pusat perbelanjaan yang telah menjadi bagian dari sejarah perkembangan Kota Pekanbaru tersebut.




PEKANBARU-Plaza Citra, salah satu pusat perbelanjaan legendaris di Kota Pekanbaru, tengah menghadapi penurunan aktivitas yang cukup drastis. Mal yang pernah menjadi tujuan utama masyarakat untuk berbelanja itu kini terlihat semakin lengang dengan banyak kios dan toko yang telah menghentikan operasionalnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (6/8/2026), suasana Plaza Citra jauh berbeda dibandingkan masa kejayaannya. Lorong-lorong yang dulu dipadati pengunjung kini tampak sepi. Di hampir setiap lantai, deretan pintu toko tertutup disertai papan bertuliskan "disewakan" atau "dijual" menjadi pemandangan yang mudah ditemui.
Di tengah kondisi tersebut, beredar kabar di kalangan pedagang bahwa Plaza Citra akan menghentikan seluruh operasionalnya pada Oktober 2026. Informasi itu hingga kini masih sebatas isu dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak manajemen.
Salah seorang pedagang tas yang mulai berjualan sejak Mei 2026 mengaku mendengar informasi tersebut dari sesama penyewa. Menurutnya, kabar itu membuat para pedagang khawatir karena masih memiliki stok barang yang harus dihabiskan.
"Dari kabar yang kami dengar, katanya bulan Oktober sudah mulai tutup," ujarnya.
Jika kabar tersebut benar terjadi, Plaza Citra akan menjadi pusat perbelanjaan pertama di Pekanbaru yang menutup operasionalnya secara permanen. Kondisi itu sekaligus menandai berakhirnya perjalanan salah satu mal yang pernah menjadi ikon perdagangan di ibu kota Provinsi Riau.
Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, Plaza Citra dikenal sebagai salah satu pusat belanja paling ramai di Pekanbaru. Sebelum banyak mal modern bermunculan, gedung ini menjadi destinasi favorit masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, fesyen, hingga elektronik.
Namun, perkembangan industri ritel dalam beberapa tahun terakhir mengubah peta persaingan. Kehadiran pusat perbelanjaan baru dengan konsep yang lebih modern, ditambah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin beralih ke platform digital, membuat jumlah pengunjung Plaza Citra terus menurun.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Plaza Citra mengenai isu penutupan operasional pada Oktober mendatang. Para pedagang maupun masyarakat masih menunggu kepastian terkait nasib pusat perbelanjaan yang telah menjadi bagian dari sejarah perkembangan Kota Pekanbaru tersebut.