logo
Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Hari Dicari Belum Berjejak, Keberadaan 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sekitar Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kopdes Merah Putih Diklaim Tak Matikan UMKM, Disperindagkop UKM: Justru Jadi Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanj Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Inhil
Heboh Buaya Muara Masuk Permukiman di Inhil, Warga Berhasil Amankan Sang Predator
Warga bersama-sama menangkap buaya muara yang masuk kampung mereka. (Foto: Ade Prasetia)
Heboh Buaya Muara Masuk Permukiman di Inhil, Warga Berhasil Amankan Sang Predator
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: ade prasetia
Rubrik: news | 7 Agustus 2026 | 11:24:49

TEMBILAHAN-Warga Desa Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau dikejutkan dengan kemunculan seekor buaya muara yang naik dari Sungai Undan dan masuk kawasan pemukiman, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Satwa liar tersebut dilaporkan sempat mengejar warga sebelum diamankan.

Peristiwa itu memicu kepanikan di lingkungan desa. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi berlarian menyelamatkan diri saat buaya bergerak menuju jalan perkampungan. Dalam situasi tersebut, masyarakat kemudian berupaya menghalau predator itu hingga akhirnya berhasil menangkapnya.

Buaya berukuran cukup besar tersebut, selanjutnya dievakuasi menggunakan pompong melalui Sungai Undan menuju Pulau Kijang. Dari lokasi tersebut, proses pemindahan akan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Indragiri Hilir di Tembilahan.

iklan-view

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi Ismail membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, Damkarmat saat ini telah bersiap menerima satwa itu untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Junaidi menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, buaya muara tersebut keluar dari sungai dan bergerak masuk ke kawasan permukiman sebelum sempat mengejar warga. Beruntung, tidak lama kemudian warga berhasil mengendalikan kondisi dan menangkap satwa tersebut sehingga situasi kembali aman.

Tim Damkarmat, kini menunggu proses evakuasi dari Desa Undan menuju Tembilahan. Mengingat lokasi yang cukup jauh, pengangkutan dilakukan secara bertahap melalui jalur sungai dan darat.

Perjalanan pertama akan ditempuh menggunakan pompong menuju Pulau Kijang. Setelah itu, buaya akan dibawa menggunakan kendaraan darat menuju Kantor Damkarmat di Tembilahan dengan estimasi perjalanan sekitar tiga jam.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. Namun, kemunculan buaya di kawasan permukiman menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Habitat Buaya Muara

Kabupaten Indragiri Hilir dikenal memiliki banyak kawasan sungai, rawa, dan muara yang menjadi habitat alami buaya muara. Satwa ini sesekali dilaporkan muncul di sekitar aktivitas masyarakat, terutama saat kondisi habitat mengalami perubahan atau ketika buaya mencari wilayah baru.

Kemunculan buaya di dekat permukiman bukan kali pertama terjadi di wilayah pesisir maupun bantaran sungai di Riau. Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai diminta tetap waspada, terutama saat pagi dan sore hari ketika satwa tersebut cenderung lebih aktif.

Damkarmat Inhil mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memancing agresivitas satwa liar apabila menemukan buaya di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat desa, petugas Damkarmat, atau instansi terkait apabila kembali melihat kemunculan buaya di sekitar sungai maupun kawasan permukiman agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan aman.

Peristiwa di Desa Undan menjadi pengingat bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir sungai perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi konflik antara manusia dan satwa liar. Penanganan yang cepat serta koordinasi antara warga dan petugas menjadi faktor penting untuk mencegah jatuhnya korban dalam kejadian serupa. (ade)

Home / News
Heboh Buaya Muara Masuk Permukiman di Inhil, Warga Berhasil Amankan Sang Predator
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: ade prasetia
Rubrik: news | 7 Agustus 2026 | 11:24:49
Heboh Buaya Muara Masuk Permukiman di Inhil, Warga Berhasil Amankan Sang Predator
Warga bersama-sama menangkap buaya muara yang masuk kampung mereka. (Foto: Ade Prasetia)

TEMBILAHAN-Warga Desa Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau dikejutkan dengan kemunculan seekor buaya muara yang naik dari Sungai Undan dan masuk kawasan pemukiman, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Satwa liar tersebut dilaporkan sempat mengejar warga sebelum diamankan.

Peristiwa itu memicu kepanikan di lingkungan desa. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi berlarian menyelamatkan diri saat buaya bergerak menuju jalan perkampungan. Dalam situasi tersebut, masyarakat kemudian berupaya menghalau predator itu hingga akhirnya berhasil menangkapnya.

Buaya berukuran cukup besar tersebut, selanjutnya dievakuasi menggunakan pompong melalui Sungai Undan menuju Pulau Kijang. Dari lokasi tersebut, proses pemindahan akan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Indragiri Hilir di Tembilahan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi Ismail membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, Damkarmat saat ini telah bersiap menerima satwa itu untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Junaidi menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, buaya muara tersebut keluar dari sungai dan bergerak masuk ke kawasan permukiman sebelum sempat mengejar warga. Beruntung, tidak lama kemudian warga berhasil mengendalikan kondisi dan menangkap satwa tersebut sehingga situasi kembali aman.

Tim Damkarmat, kini menunggu proses evakuasi dari Desa Undan menuju Tembilahan. Mengingat lokasi yang cukup jauh, pengangkutan dilakukan secara bertahap melalui jalur sungai dan darat.

Perjalanan pertama akan ditempuh menggunakan pompong menuju Pulau Kijang. Setelah itu, buaya akan dibawa menggunakan kendaraan darat menuju Kantor Damkarmat di Tembilahan dengan estimasi perjalanan sekitar tiga jam.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. Namun, kemunculan buaya di kawasan permukiman menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Habitat Buaya Muara

Kabupaten Indragiri Hilir dikenal memiliki banyak kawasan sungai, rawa, dan muara yang menjadi habitat alami buaya muara. Satwa ini sesekali dilaporkan muncul di sekitar aktivitas masyarakat, terutama saat kondisi habitat mengalami perubahan atau ketika buaya mencari wilayah baru.

Kemunculan buaya di dekat permukiman bukan kali pertama terjadi di wilayah pesisir maupun bantaran sungai di Riau. Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai diminta tetap waspada, terutama saat pagi dan sore hari ketika satwa tersebut cenderung lebih aktif.

Damkarmat Inhil mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memancing agresivitas satwa liar apabila menemukan buaya di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat desa, petugas Damkarmat, atau instansi terkait apabila kembali melihat kemunculan buaya di sekitar sungai maupun kawasan permukiman agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan aman.

Peristiwa di Desa Undan menjadi pengingat bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir sungai perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi konflik antara manusia dan satwa liar. Penanganan yang cepat serta koordinasi antara warga dan petugas menjadi faktor penting untuk mencegah jatuhnya korban dalam kejadian serupa. (ade)