logo
Kopdes Merah Putih Diklaim Tak Matikan UMKM, Disperindagkop UKM: Justru Jadi Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanj Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Dunia
Brutal, Siswa 14 Tahun Tembak Guru dan Teman Sekelas di Thailand. Delapan Orang Tewas
Kasus penembakan di sekolah di Thailand
Brutal, Siswa 14 Tahun Tembak Guru dan Teman Sekelas di Thailand. Delapan Orang Tewas
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 8 Agustus 2026 | 11:58:30

NONTHABURI-Penembakan maut mengguncang sebuah sekolah menengah di Provinsi Nonthaburi, wilayah pinggiran Bangkok, Thailand, Jumat (7/8/2026). Sedikitnya delapan orang tewas dalam rentetan penembakan yang diduga dilakukan seorang siswa berusia 14 tahun.

Insiden terjadi di Sekolah Debsirin Nonthaburi, Distrik Bang Kruai, pada Jumat pagi waktu setempat. Kepolisian Provinsi Nonthaburi mengidentifikasi pelaku sebagai siswa Mathayom 2 atau setara kelas 8 di sekolah tersebut.

Komandan Kepolisian Provinsi Nonthaburi, Letnan Kolonel Dechrapee Kongdee, mengatakan pelaku ditemukan tewas setelah melakukan penembakan. Polisi menduga remaja tersebut mengakhiri hidupnya sendiri setelah melancarkan aksinya.

iklan-view

Dalam penembakan di sekolah, sedikitnya enam orang tewas, terdiri dari tiga guru dan tiga siswa. Sebanyak 15 siswa lainnya mengalami luka-luka. Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Polapee Suwunchwee, mengatakan sebagian korban luka bukan akibat tembakan, melainkan terluka ketika berusaha menyelamatkan diri dari kepanikan dan serangan.

Pelaku disebut menggunakan pistol 9 milimeter dan sempat membarikade diri di lantai tiga gedung sekolah. Polisi menyebut sebanyak 26 tembakan dilepaskan dalam aksinya, sementara sekitar 34 butir peluru lainnya ditemukan di lokasi kejadian.

Penyelidikan kemudian mengungkap fakta lain yang mengejutkan. Saat menggeledah rumah pelaku di Distrik Bang Bua Thong, polisi menemukan dua jenazah yang diketahui merupakan kakek dan neneknya. Keduanya ditemukan dengan luka tembak fatal di bagian kepala.

Polisi meyakini kakek dan nenek pelaku telah ditembak sebelum remaja tersebut berangkat ke sekolah. Senjata yang digunakan dalam penembakan diduga merupakan pistol milik sang kakek. Namun, urutan pasti kejadian masih dalam penyelidikan.

Dengan ditemukannya dua korban di rumah pelaku dan enam korban di sekolah, total korban tewas mencapai sedikitnya delapan orang, di luar pelaku yang juga meninggal dunia.

Tim forensik kepolisian masih memeriksa lokasi kejadian, senjata api, serta meminta keterangan dari saksi dan pihak terkait. Motif penembakan hingga kini belum diketahui dan masih menjadi fokus penyelidikan aparat Thailand.(sumber:detik.com)

Home / News
Brutal, Siswa 14 Tahun Tembak Guru dan Teman Sekelas di Thailand. Delapan Orang Tewas
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 8 Agustus 2026 | 11:58:30
Brutal, Siswa 14 Tahun Tembak Guru dan Teman Sekelas di Thailand. Delapan Orang Tewas
Kasus penembakan di sekolah di Thailand

NONTHABURI-Penembakan maut mengguncang sebuah sekolah menengah di Provinsi Nonthaburi, wilayah pinggiran Bangkok, Thailand, Jumat (7/8/2026). Sedikitnya delapan orang tewas dalam rentetan penembakan yang diduga dilakukan seorang siswa berusia 14 tahun.

Insiden terjadi di Sekolah Debsirin Nonthaburi, Distrik Bang Kruai, pada Jumat pagi waktu setempat. Kepolisian Provinsi Nonthaburi mengidentifikasi pelaku sebagai siswa Mathayom 2 atau setara kelas 8 di sekolah tersebut.

Komandan Kepolisian Provinsi Nonthaburi, Letnan Kolonel Dechrapee Kongdee, mengatakan pelaku ditemukan tewas setelah melakukan penembakan. Polisi menduga remaja tersebut mengakhiri hidupnya sendiri setelah melancarkan aksinya.

Dalam penembakan di sekolah, sedikitnya enam orang tewas, terdiri dari tiga guru dan tiga siswa. Sebanyak 15 siswa lainnya mengalami luka-luka. Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Polapee Suwunchwee, mengatakan sebagian korban luka bukan akibat tembakan, melainkan terluka ketika berusaha menyelamatkan diri dari kepanikan dan serangan.

Pelaku disebut menggunakan pistol 9 milimeter dan sempat membarikade diri di lantai tiga gedung sekolah. Polisi menyebut sebanyak 26 tembakan dilepaskan dalam aksinya, sementara sekitar 34 butir peluru lainnya ditemukan di lokasi kejadian.

Penyelidikan kemudian mengungkap fakta lain yang mengejutkan. Saat menggeledah rumah pelaku di Distrik Bang Bua Thong, polisi menemukan dua jenazah yang diketahui merupakan kakek dan neneknya. Keduanya ditemukan dengan luka tembak fatal di bagian kepala.

Polisi meyakini kakek dan nenek pelaku telah ditembak sebelum remaja tersebut berangkat ke sekolah. Senjata yang digunakan dalam penembakan diduga merupakan pistol milik sang kakek. Namun, urutan pasti kejadian masih dalam penyelidikan.

Dengan ditemukannya dua korban di rumah pelaku dan enam korban di sekolah, total korban tewas mencapai sedikitnya delapan orang, di luar pelaku yang juga meninggal dunia.

Tim forensik kepolisian masih memeriksa lokasi kejadian, senjata api, serta meminta keterangan dari saksi dan pihak terkait. Motif penembakan hingga kini belum diketahui dan masih menjadi fokus penyelidikan aparat Thailand.(sumber:detik.com)