logo
Usai Santap MBG, Siswa Karo Hilang Ingatan dan Dirujuk ke RSCM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Akademisi Kritik Penanganan Karhutla Riau: Jangan Sekadar Padamkan Api Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
HUT Riau ke-69 di DPRD, Tiga Mantan Gubernur Hadir, Banyak Kursi Tamu Justru Kosong
HUT Riau ke-69 di DPRD dihadiri tiga mantan Gubernur Riau. (Foto: Istimewa)
HUT Riau ke-69 di DPRD, Tiga Mantan Gubernur Hadir, Banyak Kursi Tamu Justru Kosong
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 9 Agustus 2026 | 11:29:49

PEKANBARU-Rapat Paripurna Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau di Gedung DPRD Riau, Minggu (9/8/2026), berlangsung dengan kehadiran sejumlah tokoh penting. Namun, di tengah hadirnya tiga mantan gubernur Riau, terdapat pemandangan berbeda, sejumlah kursi tamu undangan terlihat kosong.

Kekosongan kursi tampak di sejumlah bagian ruang rapat paripurna DPRD Riau. Pemandangan tersebut cukup mencolok karena rapat paripurna HUT Riau pada tahun-tahun sebelumnya umumnya dipenuhi tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan daerah.

Pada peringatan tahun ini, kursi tamu di sisi kanan dan kiri ruang paripurna terlihat tidak terisi penuh. Kondisi tersebut berlangsung ketika agenda peringatan HUT ke-69 Riau tengah digelar.

iklan-view

Meski demikian, rapat paripurna tetap dihadiri sejumlah tokoh penting yang memiliki kaitan dengan perjalanan pemerintahan Riau.

Tiga mantan Gubernur Riau terlihat hadir, yakni Rusli Zainal, Annas Maamun dan Arsyadjuliandi Rachman. Hadir pula Mambang Mit, mantan Wakil Gubernur Riau yang kini menjabat Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR).

Kehadiran para mantan kepala daerah tersebut menjadi bagian penting dalam peringatan HUT Riau tahun ini. Mereka merupakan sejumlah tokoh yang pernah berada di lingkar pemerintahan provinsi dan turut menjadi bagian dari perjalanan politik serta pembangunan Riau pada masanya.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Riau Kaderismanto. Plt Gubernur Riau SF Hariyanto juga terlihat hadir bersama jajaran pejabat dan tamu undangan lainnya.

Sejumlah anggota DPR RI dan DPD RI turut menghadiri agenda tersebut. Di antaranya anggota DPR RI Achmad dan Hendry Munief serta anggota DPD RI Abdul Hamid.

Selain unsur legislatif dan pemerintahan, sejumlah tokoh masyarakat juga hadir. Mereka berasal dari berbagai unsur, termasuk Lembaga Adat Melayu, tokoh agama, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta kalangan akademisi.

Kehadiran Kepala Daerah Tidak Banyak

Berbeda dengan kehadiran sejumlah tokoh senior Riau, jumlah kepala daerah kabupaten dan kota yang terlihat hadir dalam ruang paripurna relatif terbatas.

Di antara kepala daerah yang terlihat adalah Bupati Kampar Ahmad Yuzar yang hadir didampingi Wakil Bupati Kampar Misharti. Hadir pula Plt Bupati Kuantan Singingi Mukhlisin, Wakil Wali Kota Dumai dan Wakil Bupati Indragiri Hilir.

Kehadiran pimpinan DPRD kabupaten dan kota juga tidak terlihat dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat sebagian area tempat duduk tamu undangan di ruang paripurna tampak lengang.

Meski demikian, sebagian besar anggota DPRD Riau terlihat hadir. Hal itu terlihat dari kursi anggota dewan yang sebagian besar terisi dan hanya menyisakan beberapa kursi kosong.

Para tamu yang hadir mengikuti suasana peringatan HUT Riau dengan mengenakan pakaian Melayu. Sejumlah undangan juga mengenakan tanjak sebagai bagian dari busana Melayu yang digunakan dalam agenda resmi tersebut.

Peringatan HUT ke-69 Riau menjadi momentum bagi pemerintah dan DPRD Riau untuk melihat kembali perjalanan provinsi tersebut selama hampir tujuh dekade.

Riau resmi menjadi provinsi pada 1958 setelah sebelumnya berada dalam struktur pemerintahan yang lebih luas. Seiring perjalanan waktu, Riau berkembang menjadi salah satu daerah penting di Indonesia, terutama karena kekayaan sumber daya alam, perkebunan, energi dan posisi strategisnya di kawasan Sumatera.

Karena itu, rapat paripurna HUT provinsi bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan unsur pemerintahan, legislatif, tokoh masyarakat dan berbagai elemen yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan pembangunan Riau.

Pada agenda HUT ke-69 tahun ini, pemerintah juga dijadwalkan mengumumkan sejumlah penerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan kontribusi mereka terhadap Provinsi Riau.

Kehadiran sejumlah mantan gubernur menunjukkan bahwa momentum tersebut turut mempertemukan tokoh-tokoh dari berbagai periode pemerintahan Riau.

Di sisi lain, pemandangan sejumlah kursi tamu yang kosong menjadi salah satu hal yang terlihat dalam pelaksanaan rapat paripurna tahun ini.

Tidak ada keterangan dalam agenda tersebut mengenai alasan ketidakhadiran sejumlah kepala daerah maupun tamu undangan lainnya.

Yang terlihat, ruang paripurna tetap berlangsung dalam suasana resmi dengan kehadiran pimpinan DPRD Riau, Plt Gubernur Riau, mantan gubernur, anggota legislatif pusat, tokoh masyarakat, unsur Forkopimda dan akademisi.

Peringatan HUT ke-69 Riau pun menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan panjang provinsi ini sekaligus melihat berbagai persoalan dan tantangan pembangunan yang masih harus dihadapi Riau ke depan. (bsh)

Home / News
HUT Riau ke-69 di DPRD, Tiga Mantan Gubernur Hadir, Banyak Kursi Tamu Justru Kosong
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 9 Agustus 2026 | 11:29:49
HUT Riau ke-69 di DPRD, Tiga Mantan Gubernur Hadir, Banyak Kursi Tamu Justru Kosong
HUT Riau ke-69 di DPRD dihadiri tiga mantan Gubernur Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Rapat Paripurna Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau di Gedung DPRD Riau, Minggu (9/8/2026), berlangsung dengan kehadiran sejumlah tokoh penting. Namun, di tengah hadirnya tiga mantan gubernur Riau, terdapat pemandangan berbeda, sejumlah kursi tamu undangan terlihat kosong.

Kekosongan kursi tampak di sejumlah bagian ruang rapat paripurna DPRD Riau. Pemandangan tersebut cukup mencolok karena rapat paripurna HUT Riau pada tahun-tahun sebelumnya umumnya dipenuhi tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan daerah.

Pada peringatan tahun ini, kursi tamu di sisi kanan dan kiri ruang paripurna terlihat tidak terisi penuh. Kondisi tersebut berlangsung ketika agenda peringatan HUT ke-69 Riau tengah digelar.

Meski demikian, rapat paripurna tetap dihadiri sejumlah tokoh penting yang memiliki kaitan dengan perjalanan pemerintahan Riau.

Tiga mantan Gubernur Riau terlihat hadir, yakni Rusli Zainal, Annas Maamun dan Arsyadjuliandi Rachman. Hadir pula Mambang Mit, mantan Wakil Gubernur Riau yang kini menjabat Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR).

Kehadiran para mantan kepala daerah tersebut menjadi bagian penting dalam peringatan HUT Riau tahun ini. Mereka merupakan sejumlah tokoh yang pernah berada di lingkar pemerintahan provinsi dan turut menjadi bagian dari perjalanan politik serta pembangunan Riau pada masanya.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Riau Kaderismanto. Plt Gubernur Riau SF Hariyanto juga terlihat hadir bersama jajaran pejabat dan tamu undangan lainnya.

Sejumlah anggota DPR RI dan DPD RI turut menghadiri agenda tersebut. Di antaranya anggota DPR RI Achmad dan Hendry Munief serta anggota DPD RI Abdul Hamid.

Selain unsur legislatif dan pemerintahan, sejumlah tokoh masyarakat juga hadir. Mereka berasal dari berbagai unsur, termasuk Lembaga Adat Melayu, tokoh agama, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta kalangan akademisi.

Kehadiran Kepala Daerah Tidak Banyak

Berbeda dengan kehadiran sejumlah tokoh senior Riau, jumlah kepala daerah kabupaten dan kota yang terlihat hadir dalam ruang paripurna relatif terbatas.

Di antara kepala daerah yang terlihat adalah Bupati Kampar Ahmad Yuzar yang hadir didampingi Wakil Bupati Kampar Misharti. Hadir pula Plt Bupati Kuantan Singingi Mukhlisin, Wakil Wali Kota Dumai dan Wakil Bupati Indragiri Hilir.

Kehadiran pimpinan DPRD kabupaten dan kota juga tidak terlihat dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat sebagian area tempat duduk tamu undangan di ruang paripurna tampak lengang.

Meski demikian, sebagian besar anggota DPRD Riau terlihat hadir. Hal itu terlihat dari kursi anggota dewan yang sebagian besar terisi dan hanya menyisakan beberapa kursi kosong.

Para tamu yang hadir mengikuti suasana peringatan HUT Riau dengan mengenakan pakaian Melayu. Sejumlah undangan juga mengenakan tanjak sebagai bagian dari busana Melayu yang digunakan dalam agenda resmi tersebut.

Peringatan HUT ke-69 Riau menjadi momentum bagi pemerintah dan DPRD Riau untuk melihat kembali perjalanan provinsi tersebut selama hampir tujuh dekade.

Riau resmi menjadi provinsi pada 1958 setelah sebelumnya berada dalam struktur pemerintahan yang lebih luas. Seiring perjalanan waktu, Riau berkembang menjadi salah satu daerah penting di Indonesia, terutama karena kekayaan sumber daya alam, perkebunan, energi dan posisi strategisnya di kawasan Sumatera.

Karena itu, rapat paripurna HUT provinsi bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan unsur pemerintahan, legislatif, tokoh masyarakat dan berbagai elemen yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan pembangunan Riau.

Pada agenda HUT ke-69 tahun ini, pemerintah juga dijadwalkan mengumumkan sejumlah penerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan kontribusi mereka terhadap Provinsi Riau.

Kehadiran sejumlah mantan gubernur menunjukkan bahwa momentum tersebut turut mempertemukan tokoh-tokoh dari berbagai periode pemerintahan Riau.

Di sisi lain, pemandangan sejumlah kursi tamu yang kosong menjadi salah satu hal yang terlihat dalam pelaksanaan rapat paripurna tahun ini.

Tidak ada keterangan dalam agenda tersebut mengenai alasan ketidakhadiran sejumlah kepala daerah maupun tamu undangan lainnya.

Yang terlihat, ruang paripurna tetap berlangsung dalam suasana resmi dengan kehadiran pimpinan DPRD Riau, Plt Gubernur Riau, mantan gubernur, anggota legislatif pusat, tokoh masyarakat, unsur Forkopimda dan akademisi.

Peringatan HUT ke-69 Riau pun menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan panjang provinsi ini sekaligus melihat berbagai persoalan dan tantangan pembangunan yang masih harus dihadapi Riau ke depan. (bsh)