logo
Kopdes Merah Putih Diklaim Tak Matikan UMKM, Disperindagkop UKM: Justru Jadi Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanj Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Bengkalis
KKN UNRI 2026 Edukasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan di Pesisir Pulau Rupat Bengkalis
Mahasiswa bersiap memberikan edukasi kepada masyarakat. (Foto: Istimewa)
KKN UNRI 2026 Edukasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan di Pesisir Pulau Rupat Bengkalis
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: ferdy mahdavikia
Rubrik: news | 9 Agustus 2026 | 12:37:23

BENGKALIS-Pesan tentang keberlanjutan sumber daya ikan tidak selalu harus disampaikan melalui forum besar. Di Dusun Pantai, Desa Makeruh, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) 2026 memilih ruang publik sebagai media edukasi dengan memasang poster tentang alat tangkap ramah lingkungan di sejumlah titik kawasan pesisir.

Langkah tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN UNRI 2026 selama berada di Desa Makeruh. Poster ditempatkan di lokasi yang dekat dengan aktivitas masyarakat, terutama kawasan pantai dan lingkungan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat nelayan.

Pemilihan media poster dilakukan dengan mempertimbangkan karakter aktivitas masyarakat di Dusun Pantai. Kawasan pesisir menjadi ruang yang berdekatan dengan keseharian warga, sehingga informasi yang ditempatkan di lokasi tersebut dapat dibaca secara langsung tanpa harus menunggu pelaksanaan sosialisasi atau pertemuan khusus.

iklan-view

Materi yang disampaikan melalui poster berisi informasi singkat mengenai alat tangkap yang lebih ramah terhadap lingkungan. Mahasiswa juga memasukkan pesan mengenai pentingnya menjaga sumber daya ikan serta kondisi ekosistem perairan.

Bahasa dalam poster dibuat sederhana agar pesan dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat yang melihatnya ketika beraktivitas di sekitar pantai.

Edukasi Disesuaikan dengan Kondisi Pesisir

Program tersebut tidak dirancang dalam bentuk seminar atau sosialisasi dengan mengumpulkan masyarakat dalam satu forum. Mahasiswa KKN UNRI memilih pendekatan visual yang dapat ditempatkan langsung di ruang publik.

Pertimbangan itu membuat informasi mengenai alat tangkap ramah lingkungan tidak hanya disampaikan pada satu waktu. Poster yang telah dipasang dapat kembali dibaca masyarakat ketika berada di sekitar lokasi tersebut.

Sebelum pemasangan dilakukan, mahasiswa terlebih dahulu menyiapkan materi dan desain poster yang berkaitan dengan alat tangkap ramah lingkungan. Setelah materi selesai, mahasiswa bersama pihak yang mendampingi kegiatan menentukan sejumlah lokasi yang dinilai strategis untuk pemasangan.

Mahasiswa menyiapkan materi dan desain poster berkaitan dengan alat tangkap ramah lingkungan sebagai bagian dari edukasi terhadap masyarakat. (Foto: Istimewa)

Proses pemasangan kemudian dilakukan secara sederhana di beberapa titik di kawasan Dusun Pantai.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNRI mendapat pendampingan dari Ketua RT setempat serta sejumlah warga. Pendampingan tersebut membantu mahasiswa menentukan lokasi pemasangan yang mudah terlihat masyarakat sekaligus tetap menyesuaikan dengan aktivitas warga di kawasan sekitar pantai.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa edukasi lingkungan dapat dilakukan melalui media yang relatif sederhana, selama informasi ditempatkan pada ruang yang dekat dengan masyarakat dan berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari.

Alat Tangkap Ramah Lingkungan Jadi Pesan Utama

Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan menjadi bagian penting dalam pesan yang dibawa mahasiswa melalui kegiatan tersebut.

Dalam aktivitas penangkapan ikan, penggunaan alat tangkap secara tepat berkaitan dengan upaya mengurangi risiko tertangkapnya biota yang bukan menjadi sasaran. Pada saat yang sama, perhatian terhadap kondisi ekosistem perairan diperlukan agar lingkungan tetap mampu mendukung keberlangsungan sumber daya ikan.

Karena itu, materi dalam poster tidak hanya memperkenalkan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Mahasiswa juga menyampaikan pentingnya menjaga sumber daya perairan sebagai bagian dari keberlanjutan aktivitas penangkapan ikan.

Pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan yang ringan dan dekat dengan keseharian masyarakat pesisir. Dengan menggunakan media visual, mahasiswa berharap informasi lebih mudah dikenali dan diingat oleh warga yang melihatnya.

Bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai, poster juga dapat berfungsi sebagai pengingat mengenai pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan ketika menjalankan aktivitas penangkapan ikan.

Memilih Media yang Bisa Terus Dibaca

Pemasangan poster menjadi pilihan mahasiswa karena informasi yang ditempatkan di ruang publik memiliki kesempatan untuk terus dilihat setelah kegiatan selesai.

Berbeda dengan penyuluhan yang berlangsung pada waktu tertentu, poster dapat tetap berada di lokasi dan dibaca kembali ketika masyarakat melintas atau beraktivitas di kawasan pantai.

Pertimbangan tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa KKN UNRI menggunakan media visual dalam program edukasi di Dusun Pantai.

Kegiatan ini juga menunjukkan penyesuaian program KKN dengan kondisi lingkungan tempat mahasiswa menjalankan pengabdian. Alih-alih membuat kegiatan dalam format pertemuan besar, mahasiswa memilih cara penyampaian informasi yang lebih sederhana dan langsung ditempatkan di lingkungan masyarakat.

Mahasiswa berharap, keberadaan poster tersebut dapat membantu masyarakat mengenali informasi mengenai alat tangkap ramah lingkungan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam aktivitas penangkapan ikan.

Dengan demikian, pesan yang dibawa melalui program tersebut tidak berhenti pada pemasangan poster, tetapi diarahkan pada kesadaran untuk menjalankan aktivitas penangkapan ikan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya dan lingkungan perairan.

Bagi wilayah pesisir seperti Dusun Pantai, keberlanjutan lingkungan perairan memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya. Karena itu, edukasi mengenai alat tangkap ramah lingkungan menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkenalkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas penangkapan ikan dan kondisi ekosistem perairan.

Program KKN UNRI 2026 di Desa Makeruh tersebut pada akhirnya menempatkan poster bukan sekadar sebagai media informasi, tetapi sebagai sarana edukasi yang hadir langsung di ruang kehidupan masyarakat pesisir. (fer)

Home / News
KKN UNRI 2026 Edukasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan di Pesisir Pulau Rupat Bengkalis
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: ferdy mahdavikia
Rubrik: news | 9 Agustus 2026 | 12:37:23
KKN UNRI 2026 Edukasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan di Pesisir Pulau Rupat Bengkalis
Mahasiswa bersiap memberikan edukasi kepada masyarakat. (Foto: Istimewa)

BENGKALIS-Pesan tentang keberlanjutan sumber daya ikan tidak selalu harus disampaikan melalui forum besar. Di Dusun Pantai, Desa Makeruh, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) 2026 memilih ruang publik sebagai media edukasi dengan memasang poster tentang alat tangkap ramah lingkungan di sejumlah titik kawasan pesisir.

Langkah tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN UNRI 2026 selama berada di Desa Makeruh. Poster ditempatkan di lokasi yang dekat dengan aktivitas masyarakat, terutama kawasan pantai dan lingkungan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat nelayan.

Pemilihan media poster dilakukan dengan mempertimbangkan karakter aktivitas masyarakat di Dusun Pantai. Kawasan pesisir menjadi ruang yang berdekatan dengan keseharian warga, sehingga informasi yang ditempatkan di lokasi tersebut dapat dibaca secara langsung tanpa harus menunggu pelaksanaan sosialisasi atau pertemuan khusus.

Materi yang disampaikan melalui poster berisi informasi singkat mengenai alat tangkap yang lebih ramah terhadap lingkungan. Mahasiswa juga memasukkan pesan mengenai pentingnya menjaga sumber daya ikan serta kondisi ekosistem perairan.

Bahasa dalam poster dibuat sederhana agar pesan dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat yang melihatnya ketika beraktivitas di sekitar pantai.

Edukasi Disesuaikan dengan Kondisi Pesisir

Program tersebut tidak dirancang dalam bentuk seminar atau sosialisasi dengan mengumpulkan masyarakat dalam satu forum. Mahasiswa KKN UNRI memilih pendekatan visual yang dapat ditempatkan langsung di ruang publik.

Pertimbangan itu membuat informasi mengenai alat tangkap ramah lingkungan tidak hanya disampaikan pada satu waktu. Poster yang telah dipasang dapat kembali dibaca masyarakat ketika berada di sekitar lokasi tersebut.

Sebelum pemasangan dilakukan, mahasiswa terlebih dahulu menyiapkan materi dan desain poster yang berkaitan dengan alat tangkap ramah lingkungan. Setelah materi selesai, mahasiswa bersama pihak yang mendampingi kegiatan menentukan sejumlah lokasi yang dinilai strategis untuk pemasangan.

Mahasiswa menyiapkan materi dan desain poster berkaitan dengan alat tangkap ramah lingkungan sebagai bagian dari edukasi terhadap masyarakat. (Foto: Istimewa)

Proses pemasangan kemudian dilakukan secara sederhana di beberapa titik di kawasan Dusun Pantai.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNRI mendapat pendampingan dari Ketua RT setempat serta sejumlah warga. Pendampingan tersebut membantu mahasiswa menentukan lokasi pemasangan yang mudah terlihat masyarakat sekaligus tetap menyesuaikan dengan aktivitas warga di kawasan sekitar pantai.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa edukasi lingkungan dapat dilakukan melalui media yang relatif sederhana, selama informasi ditempatkan pada ruang yang dekat dengan masyarakat dan berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari.

Alat Tangkap Ramah Lingkungan Jadi Pesan Utama

Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan menjadi bagian penting dalam pesan yang dibawa mahasiswa melalui kegiatan tersebut.

Dalam aktivitas penangkapan ikan, penggunaan alat tangkap secara tepat berkaitan dengan upaya mengurangi risiko tertangkapnya biota yang bukan menjadi sasaran. Pada saat yang sama, perhatian terhadap kondisi ekosistem perairan diperlukan agar lingkungan tetap mampu mendukung keberlangsungan sumber daya ikan.

Karena itu, materi dalam poster tidak hanya memperkenalkan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Mahasiswa juga menyampaikan pentingnya menjaga sumber daya perairan sebagai bagian dari keberlanjutan aktivitas penangkapan ikan.

Pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan yang ringan dan dekat dengan keseharian masyarakat pesisir. Dengan menggunakan media visual, mahasiswa berharap informasi lebih mudah dikenali dan diingat oleh warga yang melihatnya.

Bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai, poster juga dapat berfungsi sebagai pengingat mengenai pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan ketika menjalankan aktivitas penangkapan ikan.

Memilih Media yang Bisa Terus Dibaca

Pemasangan poster menjadi pilihan mahasiswa karena informasi yang ditempatkan di ruang publik memiliki kesempatan untuk terus dilihat setelah kegiatan selesai.

Berbeda dengan penyuluhan yang berlangsung pada waktu tertentu, poster dapat tetap berada di lokasi dan dibaca kembali ketika masyarakat melintas atau beraktivitas di kawasan pantai.

Pertimbangan tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa KKN UNRI menggunakan media visual dalam program edukasi di Dusun Pantai.

Kegiatan ini juga menunjukkan penyesuaian program KKN dengan kondisi lingkungan tempat mahasiswa menjalankan pengabdian. Alih-alih membuat kegiatan dalam format pertemuan besar, mahasiswa memilih cara penyampaian informasi yang lebih sederhana dan langsung ditempatkan di lingkungan masyarakat.

Mahasiswa berharap, keberadaan poster tersebut dapat membantu masyarakat mengenali informasi mengenai alat tangkap ramah lingkungan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam aktivitas penangkapan ikan.

Dengan demikian, pesan yang dibawa melalui program tersebut tidak berhenti pada pemasangan poster, tetapi diarahkan pada kesadaran untuk menjalankan aktivitas penangkapan ikan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya dan lingkungan perairan.

Bagi wilayah pesisir seperti Dusun Pantai, keberlanjutan lingkungan perairan memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya. Karena itu, edukasi mengenai alat tangkap ramah lingkungan menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkenalkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas penangkapan ikan dan kondisi ekosistem perairan.

Program KKN UNRI 2026 di Desa Makeruh tersebut pada akhirnya menempatkan poster bukan sekadar sebagai media informasi, tetapi sebagai sarana edukasi yang hadir langsung di ruang kehidupan masyarakat pesisir. (fer)