
ROKAN HILIR - Harapan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, untuk memiliki akses ekspor-impor semakin terbuka. Langkah tersebut mulai menunjukkan titik terang setelah Sekretaris Menteri Koperasi (Sesmenkop) RI Ahmad Zabadi melakukan kunjungan ke Kawasan Perikanan Terpadu Kabupaten Rokan Hilir, Bagansiapiapi, Sabtu (8/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam mendorong pengembangan potensi daerah, khususnya sektor perikanan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, melalui unggahan di halaman Facebook pribadinya menyampaikan optimismenya terhadap rencana realisasi pintu ekspor-impor di Kabupaten Rokan Hilir.

“InsyaAllah, realisasi pintu ekspor-impor di Rohil mulai menampakkan hilalnya,” tulis Jhony Charles dalam unggahannya yang dikutip pada Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, keberadaan akses ekspor-impor nantinya diharapkan mampu membuka pasar yang lebih luas bagi berbagai produk unggulan daerah. Tidak hanya hasil perikanan, tetapi juga hasil pertanian, produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta berbagai komoditas unggulan lainnya.
Dengan adanya akses perdagangan tersebut, produk-produk lokal Rohil diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam daerah, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar luar daerah maupun mancanegara.
Selain persoalan ekspor-impor, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir juga mendorong agar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) dapat segera berjalan. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk membantu memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi para nelayan.
“InsyaAllah, SPBUN juga bisa berjalan untuk memenuhi kebutuhan BBM saudara-saudara kita para nelayan,” lanjut Jhony Charles.
Ia menegaskan, pembangunan ekonomi daerah ke depan tidak boleh berjalan secara terpisah. Seluruh potensi dan sektor ekonomi harus diintegrasikan agar memberikan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat.
Konsep tersebut mencakup keterhubungan antara pintu ekspor-impor, nelayan, petani, koperasi, UMKM, Kampung Nelayan hingga Koperasi Merah Putih. Seluruh unsur tersebut diharapkan dapat saling terhubung dan memperkuat satu sama lain.
Jhony Charles juga menekankan bahwa upaya mewujudkan berbagai program tersebut membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan harus memiliki komitmen serta bergerak dalam arah yang sama.
“Ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Perlu kerja tim, sinergi dan komitmen bersama,” tegasnya.
Ia berharap berbagai ikhtiar yang sedang dilakukan dapat menjadi langkah besar dalam membuka akses pasar sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Rokan Hilir. Dengan potensi perikanan, pertanian dan UMKM yang dimiliki daerah, integrasi berbagai sektor dinilai dapat menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bismillah, kita kawal dan kita kerjakan bersama. Semoga dimudahkan dan segera terealisasi. Aamiin,” tulis Jhony Charles.
Kunjungan Sesmenkop ke Kawasan Perikanan Terpadu tersebut pun diharapkan menjadi awal dari langkah konkret dalam memperkuat sektor ekonomi Rokan Hilir. Masyarakat kini menanti realisasi berbagai rencana tersebut agar potensi besar daerah benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. (rom)




ROKAN HILIR - Harapan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, untuk memiliki akses ekspor-impor semakin terbuka. Langkah tersebut mulai menunjukkan titik terang setelah Sekretaris Menteri Koperasi (Sesmenkop) RI Ahmad Zabadi melakukan kunjungan ke Kawasan Perikanan Terpadu Kabupaten Rokan Hilir, Bagansiapiapi, Sabtu (8/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam mendorong pengembangan potensi daerah, khususnya sektor perikanan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, melalui unggahan di halaman Facebook pribadinya menyampaikan optimismenya terhadap rencana realisasi pintu ekspor-impor di Kabupaten Rokan Hilir.
“InsyaAllah, realisasi pintu ekspor-impor di Rohil mulai menampakkan hilalnya,” tulis Jhony Charles dalam unggahannya yang dikutip pada Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, keberadaan akses ekspor-impor nantinya diharapkan mampu membuka pasar yang lebih luas bagi berbagai produk unggulan daerah. Tidak hanya hasil perikanan, tetapi juga hasil pertanian, produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta berbagai komoditas unggulan lainnya.
Dengan adanya akses perdagangan tersebut, produk-produk lokal Rohil diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam daerah, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar luar daerah maupun mancanegara.
Selain persoalan ekspor-impor, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir juga mendorong agar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) dapat segera berjalan. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk membantu memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi para nelayan.
“InsyaAllah, SPBUN juga bisa berjalan untuk memenuhi kebutuhan BBM saudara-saudara kita para nelayan,” lanjut Jhony Charles.
Ia menegaskan, pembangunan ekonomi daerah ke depan tidak boleh berjalan secara terpisah. Seluruh potensi dan sektor ekonomi harus diintegrasikan agar memberikan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat.
Konsep tersebut mencakup keterhubungan antara pintu ekspor-impor, nelayan, petani, koperasi, UMKM, Kampung Nelayan hingga Koperasi Merah Putih. Seluruh unsur tersebut diharapkan dapat saling terhubung dan memperkuat satu sama lain.
Jhony Charles juga menekankan bahwa upaya mewujudkan berbagai program tersebut membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan harus memiliki komitmen serta bergerak dalam arah yang sama.
“Ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Perlu kerja tim, sinergi dan komitmen bersama,” tegasnya.
Ia berharap berbagai ikhtiar yang sedang dilakukan dapat menjadi langkah besar dalam membuka akses pasar sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Rokan Hilir. Dengan potensi perikanan, pertanian dan UMKM yang dimiliki daerah, integrasi berbagai sektor dinilai dapat menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bismillah, kita kawal dan kita kerjakan bersama. Semoga dimudahkan dan segera terealisasi. Aamiin,” tulis Jhony Charles.
Kunjungan Sesmenkop ke Kawasan Perikanan Terpadu tersebut pun diharapkan menjadi awal dari langkah konkret dalam memperkuat sektor ekonomi Rokan Hilir. Masyarakat kini menanti realisasi berbagai rencana tersebut agar potensi besar daerah benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. (rom)