logo
Usai Santap MBG, Siswa Karo Hilang Ingatan dan Dirujuk ke RSCM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Akademisi Kritik Penanganan Karhutla Riau: Jangan Sekadar Padamkan Api Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Pemprov Riau Perbaiki Jalan Mahato-Simpang Manggala, Siapkan Anggaran Rp101 Miliar
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Zulfahmi. (Foto: Istimewa)
Pemprov Riau Perbaiki Jalan Mahato-Simpang Manggala, Siapkan Anggaran Rp101 Miliar
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 10 Agustus 2026 | 13:49:42

PEKANBARU-Jalan Mahato-Simpang Manggala sepanjang 8,9 kilometer yang selama ini rusak parah, segera perbaiki. Pemerintah Provinsi Riau sudah menyiapkan anggaran Rp101 miliar dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit, untuk memperbaiki ruas jalan yang menjadi jalur kendaraan bertonase besar tersebut.

Perbaikan Jalan Mahato-Simpang Manggala kini sudah memasuki tahapan lelang. Pemerintah Provinsi Riau menargetkan, pekerjaan segera berjalan setelah proses pengadaan selesai.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Zulfahmi mengatakan, anggaran untuk pekerjaan tersebut telah tersedia.

iklan-view

Dikatakan, proses lelang dilakukan setelah adanya arahan dari gubernur. Ruas jalan yang akan ditangani melalui anggaran DBH sawit tersebut memiliki panjang sekitar 8,9 kilometer.

"Yang sekarang proses lelang ini anggaran dari DBH sawit Jalan Mahato-Simpang Manggala ada 8,9 Km. Anggaran sudah tersedia dan Pak Gubernur juga sudah perintahkan untuk proses lelang sekarang," ujar Zulfahmi, Senin (10/8/2026).

Rp101 Miliar untuk Perbaikan 8,9 Kilometer

Penanganan jalan nantinya tidak akan menggunakan konstruksi aspal biasa, melainkan metode rigid pavement atau perkerasan beton.

Pilihan konstruksi rigid berkaitan dengan karakteristik Jalan Mahato-Simpang Manggala yang dilalui kendaraan dengan tonase besar. Beban kendaraan berat menjadi salah satu faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jenis konstruksi jalan.

Dengan rigid, pemerintah berharap, ruas yang diperbaiki memiliki daya tahan lebih baik terhadap beban kendaraan berat. Sehingga umur layanan jalan bisa lebih panjang.

Namun, pekerjaan yang dibiayai DBH sawit tersebut pada tahap awal baru mencakup 8,9 kilometer. Pemerintah Provinsi Riau masih membuka peluang agar penanganan ruas jalan tersebut dapat diperpanjang melalui dukungan dari perusahaan yang menggunakan jalur tersebut.

Pemprov Riau Dorong Perusahaan Ikut Perbaiki Jalan

Menurut Zulfahmi, perusahaan-perusahaan yang melintasi Jalan Mahato-Simpang Manggala diharapkan ikut berkontribusi terhadap perbaikan infrastruktur.

Harapan itu disampaikan agar tanggung jawab terhadap kondisi jalan tidak hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Jika dukungan perusahaan dapat direalisasikan, panjang ruas yang diperbaiki berpotensi melebihi 8,9 kilometer yang saat ini masuk dalam rencana pekerjaan pemerintah.

"Kita minta perusahaan-perusahaan ikut berkontribusi juga. Kita (PUPR) kerja, perusahaan juga berkontribusi sehingga nanti panjang jalan yang diperbaiki bisa lebih panjang dari yang kita rencanakan," kata Zulfahmi.

Skema tersebut menjadi penting, karena kebutuhan penanganan jalan tidak selalu sebanding dengan kemampuan anggaran pemerintah. Terlebih, ruas yang digunakan kendaraan bertonase besar membutuhkan konstruksi dan pemeliharaan yang lebih serius.

DBH Sawit untuk Infrastruktur Riau

Penggunaan DBH sawit untuk penanganan Jalan Mahato-Simpang Manggala juga menunjukkan, bagaimana dana yang bersumber dari sektor sawit diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur daerah.

Bagi Riau, keberadaan infrastruktur jalan memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Kondisi jalan yang rusak dapat meningkatkan waktu tempuh, biaya operasional kendaraan dan beban distribusi barang.

Jalan Mahato-Simpang Manggala juga memiliki karakter sebagai jalur yang dilalui kendaraan bertonase besar. Karena itu, kualitas konstruksi menjadi salah satu faktor penting agar investasi pemerintah untuk perbaikan jalan tidak cepat kembali menghadapi persoalan kerusakan.

Melalui anggaran tersebut, pemerintah tidak hanya memperbaiki kondisi fisik jalan sepanjang 8,9 kilometer, tetapi juga memilih konstruksi yang disesuaikan dengan beban kendaraan yang melintas.

Di sisi lain, keterlibatan perusahaan menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat memperluas cakupan perbaikan. Pemerintah Provinsi Riau membuka ruang agar perusahaan yang memanfaatkan ruas tersebut ikut mengambil bagian dalam pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur.

Saat ini, pekerjaan masih berada dalam tahap proses lelang. Setelah proses tersebut selesai, pekerjaan fisik Jalan Mahato-Simpang Manggala dapat dilanjutkan sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku.

Dengan demikian, ruas sepanjang 8,9 kilometer yang telah dialokasikan anggaran Rp101 miliar menjadi tahap awal penanganan Jalan Mahato-Simpang Manggala. Pemerintah masih berharap kontribusi perusahaan dapat menambah panjang jalan yang nantinya mendapatkan perbaikan. (ckl)

Home / News
Pemprov Riau Perbaiki Jalan Mahato-Simpang Manggala, Siapkan Anggaran Rp101 Miliar
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 10 Agustus 2026 | 13:49:42
Pemprov Riau Perbaiki Jalan Mahato-Simpang Manggala, Siapkan Anggaran Rp101 Miliar
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Zulfahmi. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Jalan Mahato-Simpang Manggala sepanjang 8,9 kilometer yang selama ini rusak parah, segera perbaiki. Pemerintah Provinsi Riau sudah menyiapkan anggaran Rp101 miliar dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit, untuk memperbaiki ruas jalan yang menjadi jalur kendaraan bertonase besar tersebut.

Perbaikan Jalan Mahato-Simpang Manggala kini sudah memasuki tahapan lelang. Pemerintah Provinsi Riau menargetkan, pekerjaan segera berjalan setelah proses pengadaan selesai.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Zulfahmi mengatakan, anggaran untuk pekerjaan tersebut telah tersedia.

Dikatakan, proses lelang dilakukan setelah adanya arahan dari gubernur. Ruas jalan yang akan ditangani melalui anggaran DBH sawit tersebut memiliki panjang sekitar 8,9 kilometer.

"Yang sekarang proses lelang ini anggaran dari DBH sawit Jalan Mahato-Simpang Manggala ada 8,9 Km. Anggaran sudah tersedia dan Pak Gubernur juga sudah perintahkan untuk proses lelang sekarang," ujar Zulfahmi, Senin (10/8/2026).

Rp101 Miliar untuk Perbaikan 8,9 Kilometer

Penanganan jalan nantinya tidak akan menggunakan konstruksi aspal biasa, melainkan metode rigid pavement atau perkerasan beton.

Pilihan konstruksi rigid berkaitan dengan karakteristik Jalan Mahato-Simpang Manggala yang dilalui kendaraan dengan tonase besar. Beban kendaraan berat menjadi salah satu faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jenis konstruksi jalan.

Dengan rigid, pemerintah berharap, ruas yang diperbaiki memiliki daya tahan lebih baik terhadap beban kendaraan berat. Sehingga umur layanan jalan bisa lebih panjang.

Namun, pekerjaan yang dibiayai DBH sawit tersebut pada tahap awal baru mencakup 8,9 kilometer. Pemerintah Provinsi Riau masih membuka peluang agar penanganan ruas jalan tersebut dapat diperpanjang melalui dukungan dari perusahaan yang menggunakan jalur tersebut.

Pemprov Riau Dorong Perusahaan Ikut Perbaiki Jalan

Menurut Zulfahmi, perusahaan-perusahaan yang melintasi Jalan Mahato-Simpang Manggala diharapkan ikut berkontribusi terhadap perbaikan infrastruktur.

Harapan itu disampaikan agar tanggung jawab terhadap kondisi jalan tidak hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Jika dukungan perusahaan dapat direalisasikan, panjang ruas yang diperbaiki berpotensi melebihi 8,9 kilometer yang saat ini masuk dalam rencana pekerjaan pemerintah.

"Kita minta perusahaan-perusahaan ikut berkontribusi juga. Kita (PUPR) kerja, perusahaan juga berkontribusi sehingga nanti panjang jalan yang diperbaiki bisa lebih panjang dari yang kita rencanakan," kata Zulfahmi.

Skema tersebut menjadi penting, karena kebutuhan penanganan jalan tidak selalu sebanding dengan kemampuan anggaran pemerintah. Terlebih, ruas yang digunakan kendaraan bertonase besar membutuhkan konstruksi dan pemeliharaan yang lebih serius.

DBH Sawit untuk Infrastruktur Riau

Penggunaan DBH sawit untuk penanganan Jalan Mahato-Simpang Manggala juga menunjukkan, bagaimana dana yang bersumber dari sektor sawit diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur daerah.

Bagi Riau, keberadaan infrastruktur jalan memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Kondisi jalan yang rusak dapat meningkatkan waktu tempuh, biaya operasional kendaraan dan beban distribusi barang.

Jalan Mahato-Simpang Manggala juga memiliki karakter sebagai jalur yang dilalui kendaraan bertonase besar. Karena itu, kualitas konstruksi menjadi salah satu faktor penting agar investasi pemerintah untuk perbaikan jalan tidak cepat kembali menghadapi persoalan kerusakan.

Melalui anggaran tersebut, pemerintah tidak hanya memperbaiki kondisi fisik jalan sepanjang 8,9 kilometer, tetapi juga memilih konstruksi yang disesuaikan dengan beban kendaraan yang melintas.

Di sisi lain, keterlibatan perusahaan menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat memperluas cakupan perbaikan. Pemerintah Provinsi Riau membuka ruang agar perusahaan yang memanfaatkan ruas tersebut ikut mengambil bagian dalam pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur.

Saat ini, pekerjaan masih berada dalam tahap proses lelang. Setelah proses tersebut selesai, pekerjaan fisik Jalan Mahato-Simpang Manggala dapat dilanjutkan sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku.

Dengan demikian, ruas sepanjang 8,9 kilometer yang telah dialokasikan anggaran Rp101 miliar menjadi tahap awal penanganan Jalan Mahato-Simpang Manggala. Pemerintah masih berharap kontribusi perusahaan dapat menambah panjang jalan yang nantinya mendapatkan perbaikan. (ckl)