
ROKAN HILIR - Suasana berbeda mewarnai perayaan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Puluhan anak muda berkumpul dan menunjukkan kemampuan mereka dalam olahraga elektronik atau esports melalui turnamen Free Fire bertajuk Independent Day Battle, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bersama Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Rokan Hilir tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat mereka di tengah semakin berkembangnya olahraga esports.
Sebanyak 40 peserta ambil bagian dalam turnamen ini. Mereka datang dari sejumlah kecamatan di Rokan Hilir, mulai dari Kecamatan Bangko, Rimba Melintang, Tanah Putih Tanjung Melawan, Bagan Batu hingga Bagan Sinembah.

Di balik persaingan dalam permainan, turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini mungkin belum banyak mendapatkan ruang. Strategi, kekompakan dan kecepatan mengambil keputusan menjadi bagian dari permainan yang mereka jalani.
Tokoh muda Riau sekaligus kader PSI, Muhammad Maliki, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kegiatan esports ini dapat menjadi salah satu wadah positif bagi anak-anak muda untuk menyalurkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki.Turnamen ini bukan hanya untuk mencari pemenang. Kami juga ingin melihat potensi atlet-atlet esports yang ada di Rokan Hilir,” ujar Muhammad Maliki.
Ketua ESI Kabupaten Rokan Hilir sekaligus Ketua Panitia, Oto Yanoko Raymanda, menilai pelaksanaan Independent Day Battle menjadi langkah positif dalam membangun ekosistem esports di daerah.
Menurut Oto, semakin banyak kompetisi yang digelar akan memberikan kesempatan kepada para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan mengasah kemampuan mereka.
"Turnamen ini sekaligus menunjukkan bahwa esports kini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas hiburan, tetapi telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi," ujar Oto
Tambahnya, bagi para peserta, kompetisi ini juga menjadi pengalaman untuk menguji kemampuan mereka menghadapi pemain lain. Tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, permainan Free Fire menuntut kerja sama tim, komunikasi dan strategi untuk memenangkan pertandingan.
"Harapan kami kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di Rokan Hilir. Dengan adanya wadah kompetisi yang berkelanjutan, anak-anak muda yang memiliki bakat di bidang esports diharapkan tidak lagi kesulitan mencari ruang untuk mengembangkan kemampuan mereka. Lebih jauh, turnamen ini diharapkan dapat menjadi salah satu pintu munculnya atlet-atlet esports asal Rokan Hilir yang mampu membawa nama daerah dan bersaing pada tingkat yang lebih tinggi," pungkasnya. (rom)



ROKAN HILIR - Suasana berbeda mewarnai perayaan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Puluhan anak muda berkumpul dan menunjukkan kemampuan mereka dalam olahraga elektronik atau esports melalui turnamen Free Fire bertajuk Independent Day Battle, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bersama Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Rokan Hilir tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat mereka di tengah semakin berkembangnya olahraga esports.
Sebanyak 40 peserta ambil bagian dalam turnamen ini. Mereka datang dari sejumlah kecamatan di Rokan Hilir, mulai dari Kecamatan Bangko, Rimba Melintang, Tanah Putih Tanjung Melawan, Bagan Batu hingga Bagan Sinembah.
Di balik persaingan dalam permainan, turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini mungkin belum banyak mendapatkan ruang. Strategi, kekompakan dan kecepatan mengambil keputusan menjadi bagian dari permainan yang mereka jalani.
Tokoh muda Riau sekaligus kader PSI, Muhammad Maliki, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kegiatan esports ini dapat menjadi salah satu wadah positif bagi anak-anak muda untuk menyalurkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki.Turnamen ini bukan hanya untuk mencari pemenang. Kami juga ingin melihat potensi atlet-atlet esports yang ada di Rokan Hilir,” ujar Muhammad Maliki.
Ketua ESI Kabupaten Rokan Hilir sekaligus Ketua Panitia, Oto Yanoko Raymanda, menilai pelaksanaan Independent Day Battle menjadi langkah positif dalam membangun ekosistem esports di daerah.
Menurut Oto, semakin banyak kompetisi yang digelar akan memberikan kesempatan kepada para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan mengasah kemampuan mereka.
"Turnamen ini sekaligus menunjukkan bahwa esports kini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas hiburan, tetapi telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi," ujar Oto
Tambahnya, bagi para peserta, kompetisi ini juga menjadi pengalaman untuk menguji kemampuan mereka menghadapi pemain lain. Tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, permainan Free Fire menuntut kerja sama tim, komunikasi dan strategi untuk memenangkan pertandingan.
"Harapan kami kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di Rokan Hilir. Dengan adanya wadah kompetisi yang berkelanjutan, anak-anak muda yang memiliki bakat di bidang esports diharapkan tidak lagi kesulitan mencari ruang untuk mengembangkan kemampuan mereka. Lebih jauh, turnamen ini diharapkan dapat menjadi salah satu pintu munculnya atlet-atlet esports asal Rokan Hilir yang mampu membawa nama daerah dan bersaing pada tingkat yang lebih tinggi," pungkasnya. (rom)