logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / UMKM
Jelang HUT RI, Pedagang Bendera Raup Pendapatan hingga Rp300 Ribu per-Hari
Pedagang bendera di Pekanbaru. (Foto: Aini/Pekanbarutv.com)
Jelang HUT RI, Pedagang Bendera Raup Pendapatan hingga Rp300 Ribu per-Hari
Editor: Ridho Haztil | Penulis: aini syafitri az
Rubrik: ekonomi | 10 Agustus 2026 | 22:33:14

PEKANBARU-Momentum menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi peluang ekonomi musiman bagi sejumlah warga di Kota Pekanbaru. Salah satunya Ade, pedagang bendera yang memanfaatkan momentum tersebut untuk mendapatkan tambahan pendapatan.

Ade mulai berjualan bendera Merah Putih di tepi Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, sejak 1 Agustus 2026. Warga asli Pekanbaru itu mengaku penjualan mulai ramai pada siang hari, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk memasang bendera menjelang 17 Agustus.

Menurut Ade, bendera yang paling banyak diminati merupakan jenis yang biasa dipasang di depan rumah. Harganya beragam, mulai dari Rp15 ribu, Rp20 ribu, hingga Rp25 ribu, tergantung jenis dan ukuran.

iklan-view

Dalam sehari, Ade rata-rata mampu menjual lima hingga 10 bendera. Dari aktivitas perdagangan musiman tersebut, ia memperoleh omzet sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari.

"Kalau penjualan kurang lebih stabil, sama seperti tahun lalu," ujar Ade saat ditemui di lokasi berjualan.

Meski memberikan peluang pendapatan tambahan, penjualan bendera juga memiliki tantangan. Ade mengatakan jumlah barang yang terjual setiap hari tidak selalu sama. Terkadang, bendera yang dibawanya masih tersisa dan tidak habis dalam satu hari.

Bendera tersebut diperoleh Ade dari seorang pemasok yang menjadi penyedia barang dagangannya. Ia berharap penjualan semakin meningkat menjelang puncak peringatan HUT RI pada 17 Agustus.

Bagi Ade, berjualan bendera menjadi salah satu peluang untuk mendapatkan pendapatan tambahan dari aktivitas ekonomi yang muncul setiap tahun menjelang perayaan kemerdekaan.

Home / Ekonomi
Jelang HUT RI, Pedagang Bendera Raup Pendapatan hingga Rp300 Ribu per-Hari
Editor: Ridho Haztil | Penulis: aini syafitri az
Rubrik: ekonomi | 10 Agustus 2026 | 22:33:14
Jelang HUT RI, Pedagang Bendera Raup Pendapatan hingga Rp300 Ribu per-Hari
Pedagang bendera di Pekanbaru. (Foto: Aini/Pekanbarutv.com)

PEKANBARU-Momentum menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi peluang ekonomi musiman bagi sejumlah warga di Kota Pekanbaru. Salah satunya Ade, pedagang bendera yang memanfaatkan momentum tersebut untuk mendapatkan tambahan pendapatan.

Ade mulai berjualan bendera Merah Putih di tepi Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, sejak 1 Agustus 2026. Warga asli Pekanbaru itu mengaku penjualan mulai ramai pada siang hari, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk memasang bendera menjelang 17 Agustus.

Menurut Ade, bendera yang paling banyak diminati merupakan jenis yang biasa dipasang di depan rumah. Harganya beragam, mulai dari Rp15 ribu, Rp20 ribu, hingga Rp25 ribu, tergantung jenis dan ukuran.

Dalam sehari, Ade rata-rata mampu menjual lima hingga 10 bendera. Dari aktivitas perdagangan musiman tersebut, ia memperoleh omzet sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari.

"Kalau penjualan kurang lebih stabil, sama seperti tahun lalu," ujar Ade saat ditemui di lokasi berjualan.

Meski memberikan peluang pendapatan tambahan, penjualan bendera juga memiliki tantangan. Ade mengatakan jumlah barang yang terjual setiap hari tidak selalu sama. Terkadang, bendera yang dibawanya masih tersisa dan tidak habis dalam satu hari.

Bendera tersebut diperoleh Ade dari seorang pemasok yang menjadi penyedia barang dagangannya. Ia berharap penjualan semakin meningkat menjelang puncak peringatan HUT RI pada 17 Agustus.

Bagi Ade, berjualan bendera menjadi salah satu peluang untuk mendapatkan pendapatan tambahan dari aktivitas ekonomi yang muncul setiap tahun menjelang perayaan kemerdekaan.