logo
● Bila Menemukan Tambang Diduga Ilegal di Riau, Begini Cara Lapor ke Dinas ESDM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BMKG Ingatkan Warga Soal Hujan Lebat dan Petir di Riau Hari Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dua Perempuan Diamankan di Kafe Dumai, Polisi Sita 8 Pil Ekstasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Ribuan Warga Riau Terserang DBD, 23 Meninggal Dunia hingga Juli 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru, 15 Orang Diamankan dari Lima Rumah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Titik Api Karhutla Riau Nihil, OMC Terus Digencarkan untuk Cegah Api Kembali Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Saat Negara Berhemat, Mengapa Birokrasi Bertambah? Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Terseret Arus 459 Km dari Lokasi Tenggelam, Dua Korban KM Virgo Ditemukan di Suk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Harimau
Jejak Harimau Mencekam di Desa Danai, BBKSDA Langsung Pasang Perangkap
Perangkap harimau yang dikirim Tim BBKSDA yang dikirim ke Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung (ft:mCR)
Jejak Harimau Mencekam di Desa Danai, BBKSDA Langsung Pasang Perangkap
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: lingkungan | 11 Agustus 2026 | 15:34:54

INHIL-Jejak dari telapak harimau terpantau di Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir. Kondisi ini membuat kekhawatiran masyarakat semakin meningkat. setelah jejak baru yang diduga merupakan jejak harimau kembali ditemukan.

Menyikapi kondisi ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung mengirimkan kandang perangkap untuk mengevakuasi harimau yang masih berkeliaran dan meresahkan warga.

Kandang perangkap tersebut dikirim dari Tembilahan menggunakan speedboat pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kandang berukuran panjang 180 sentimeter, lebar 70 sentimeter, dan tinggi 100 sentimeter dengan berat mencapai 135 kilogram.

iklan-view

Dalam pengiriman tersebut, tiga petugas BBKSDA Riau turut berangkat bersama seorang dokter hewan. Perjalanan dari Tembilahan menuju Pulau Burung memakan waktu sekitar tiga jam.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidy, turut melepas keberangkatan petugas BBKSDA Riau bersama kandang perangkap tersebut.

Ia mengatakan, pengiriman kandang perangkap menjadi salah satu langkah penanganan untuk mengamankan harimau yang keberadaannya telah membuat warga Desa Danai khawatir. 

"Kandangnya dikirim kemarin menggunakan speedboat," kata Junaidy, Selasa (11/8/26). 

Sementara Humas BBKSDA Riau, Reni, membenarkan pengiriman kandang perangkap tersebut. Menurutnya, setelah tiba di Pulau Burung, tepatnya di Desa Danai, kandang perangkap langsung dipasang oleh petugas.

“Setibanya di Desa Danai, kandang perangkap langsung dipasang. Petugas BBKSDA terus berupaya melakukan evakuasi terhadap harimau tersebut,” ungkap Reni.

Upaya evakuasi dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan warga maupun petugas. Tim BBKSDA juga terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan satwa liar tersebut.

Kepala Desa Danai, Halim, berharap proses evakuasi dapat segera membuahkan hasil. Ia mengatakan, selama harimau masih berkeliaran di sekitar permukiman dan wilayah aktivitas warga, masyarakat masih dihantui rasa takut.

“Harapan kami harimau ini segera dievakuasi. Selama masih berkeliaran, warga masih takut beraktivitas,” ujar Halim.(MCR)

Jejak Harimau Mencekam di Desa Danai, BBKSDA Langsung Pasang Perangkap
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: lingkungan | 11 Agustus 2026 | 15:34:54
Jejak Harimau Mencekam di Desa Danai, BBKSDA Langsung Pasang Perangkap
Perangkap harimau yang dikirim Tim BBKSDA yang dikirim ke Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung (ft:mCR)

INHIL-Jejak dari telapak harimau terpantau di Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir. Kondisi ini membuat kekhawatiran masyarakat semakin meningkat. setelah jejak baru yang diduga merupakan jejak harimau kembali ditemukan.

Menyikapi kondisi ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung mengirimkan kandang perangkap untuk mengevakuasi harimau yang masih berkeliaran dan meresahkan warga.

Kandang perangkap tersebut dikirim dari Tembilahan menggunakan speedboat pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kandang berukuran panjang 180 sentimeter, lebar 70 sentimeter, dan tinggi 100 sentimeter dengan berat mencapai 135 kilogram.

Dalam pengiriman tersebut, tiga petugas BBKSDA Riau turut berangkat bersama seorang dokter hewan. Perjalanan dari Tembilahan menuju Pulau Burung memakan waktu sekitar tiga jam.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidy, turut melepas keberangkatan petugas BBKSDA Riau bersama kandang perangkap tersebut.

Ia mengatakan, pengiriman kandang perangkap menjadi salah satu langkah penanganan untuk mengamankan harimau yang keberadaannya telah membuat warga Desa Danai khawatir. 

"Kandangnya dikirim kemarin menggunakan speedboat," kata Junaidy, Selasa (11/8/26). 

Sementara Humas BBKSDA Riau, Reni, membenarkan pengiriman kandang perangkap tersebut. Menurutnya, setelah tiba di Pulau Burung, tepatnya di Desa Danai, kandang perangkap langsung dipasang oleh petugas.

“Setibanya di Desa Danai, kandang perangkap langsung dipasang. Petugas BBKSDA terus berupaya melakukan evakuasi terhadap harimau tersebut,” ungkap Reni.

Upaya evakuasi dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan warga maupun petugas. Tim BBKSDA juga terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan satwa liar tersebut.

Kepala Desa Danai, Halim, berharap proses evakuasi dapat segera membuahkan hasil. Ia mengatakan, selama harimau masih berkeliaran di sekitar permukiman dan wilayah aktivitas warga, masyarakat masih dihantui rasa takut.

“Harapan kami harimau ini segera dievakuasi. Selama masih berkeliaran, warga masih takut beraktivitas,” ujar Halim.(MCR)