logo
Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Hendak Transaksi Sabu di Kebun Karet Kampar Kiri, Pria Dan Wanita Ini Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Politik
SF Hariyanto Tegaskan Masjid Agung An-Nur Harus Dijauhkan dari Kepentingan Politik
Tablik Akbar yang dilaksanakan di Masjid Agung An Nur beberapa waktu lalu (ft:Riauonline)
SF Hariyanto Tegaskan Masjid Agung An-Nur Harus Dijauhkan dari Kepentingan Politik
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 11 Agustus 2026 | 16:02:28

PEKANBARU-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengingatkan agar Masjid Agung An-Nur Provinsi Riau dijauhkan dari kepentingan politik. Ia menegaskan, masjid harus tetap menjadi tempat ibadah dan ruang bersama bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai kegiatan keagamaan serta kemasyarakatan.

“Kegiatan dan urusan keagamaan jangan dicampuradukkan dengan kepentingan politik. Kita ingin Masjid Agung An-Nur menjadi tempat yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan keagamaan dengan suasana yang baik dan penuh kebersamaan,” tegas SF Hariyanto.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin audiensi bersama Majelis Pecinta Qur’an (MPQ) Indonesia di Ruang Rapat Wakil Gubernur Riau, Senin (10/8/2026). Pertemuan tersebut membahas pemanfaatan aula dan sejumlah fasilitas Masjid Agung An-Nur, termasuk penataan penggunaan fasilitas agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

iklan-view

Menurut SF Hariyanto, Masjid Agung An-Nur semestinya dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang terbuka untuk berbagai kegiatan positif. Berbagai ruangan dan fasilitas yang tersedia harus dikelola dengan baik sehingga mampu mendukung kegiatan keagamaan, pendidikan Al-Qur’an, sosial, maupun kemasyarakatan.

“Ruangan dan aula yang ada di Masjid Agung An-Nur agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kalau ada persoalan dalam penggunaannya, mari kita selesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, penataan fasilitas tidak boleh menghilangkan fungsi Masjid Agung An-Nur sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di Riau. Kebijakan efisiensi yang diterapkan Pemerintah Provinsi Riau juga harus dilakukan secara proporsional tanpa mengurangi fungsi utama masjid.

SF Hariyanto turut memastikan pemerintah akan mengupayakan perbaikan eskalator Masjid Agung An-Nur melalui penganggaran Tahun Anggaran 2027. Perbaikan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di masjid.

Sementara itu, Ketua Harian Pengurus Masjid Agung An-Nur mengatakan, penataan penggunaan aula dilakukan untuk memastikan fasilitas digunakan sesuai fungsi dan ketentuan. Pengurus juga tengah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) sebagai pedoman pemakaian aula.

Upaya penataan tersebut sekaligus dibarengi efisiensi penggunaan listrik. Biaya listrik masjid tercatat turun dari sekitar Rp72 juta pada April menjadi Rp55 juta pada Mei dan sekitar Rp52 juta pada Juni.

Dengan pengelolaan yang lebih tertib, Masjid Agung An-Nur diharapkan semakin optimal menjadi rumah bersama masyarakat Riau, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang bermanfaat.(mcr)

Home / News
SF Hariyanto Tegaskan Masjid Agung An-Nur Harus Dijauhkan dari Kepentingan Politik
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 11 Agustus 2026 | 16:02:28
SF Hariyanto Tegaskan Masjid Agung An-Nur Harus Dijauhkan dari Kepentingan Politik
Tablik Akbar yang dilaksanakan di Masjid Agung An Nur beberapa waktu lalu (ft:Riauonline)

PEKANBARU-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengingatkan agar Masjid Agung An-Nur Provinsi Riau dijauhkan dari kepentingan politik. Ia menegaskan, masjid harus tetap menjadi tempat ibadah dan ruang bersama bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai kegiatan keagamaan serta kemasyarakatan.

“Kegiatan dan urusan keagamaan jangan dicampuradukkan dengan kepentingan politik. Kita ingin Masjid Agung An-Nur menjadi tempat yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan keagamaan dengan suasana yang baik dan penuh kebersamaan,” tegas SF Hariyanto.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin audiensi bersama Majelis Pecinta Qur’an (MPQ) Indonesia di Ruang Rapat Wakil Gubernur Riau, Senin (10/8/2026). Pertemuan tersebut membahas pemanfaatan aula dan sejumlah fasilitas Masjid Agung An-Nur, termasuk penataan penggunaan fasilitas agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurut SF Hariyanto, Masjid Agung An-Nur semestinya dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang terbuka untuk berbagai kegiatan positif. Berbagai ruangan dan fasilitas yang tersedia harus dikelola dengan baik sehingga mampu mendukung kegiatan keagamaan, pendidikan Al-Qur’an, sosial, maupun kemasyarakatan.

“Ruangan dan aula yang ada di Masjid Agung An-Nur agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kalau ada persoalan dalam penggunaannya, mari kita selesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, penataan fasilitas tidak boleh menghilangkan fungsi Masjid Agung An-Nur sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di Riau. Kebijakan efisiensi yang diterapkan Pemerintah Provinsi Riau juga harus dilakukan secara proporsional tanpa mengurangi fungsi utama masjid.

SF Hariyanto turut memastikan pemerintah akan mengupayakan perbaikan eskalator Masjid Agung An-Nur melalui penganggaran Tahun Anggaran 2027. Perbaikan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di masjid.

Sementara itu, Ketua Harian Pengurus Masjid Agung An-Nur mengatakan, penataan penggunaan aula dilakukan untuk memastikan fasilitas digunakan sesuai fungsi dan ketentuan. Pengurus juga tengah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) sebagai pedoman pemakaian aula.

Upaya penataan tersebut sekaligus dibarengi efisiensi penggunaan listrik. Biaya listrik masjid tercatat turun dari sekitar Rp72 juta pada April menjadi Rp55 juta pada Mei dan sekitar Rp52 juta pada Juni.

Dengan pengelolaan yang lebih tertib, Masjid Agung An-Nur diharapkan semakin optimal menjadi rumah bersama masyarakat Riau, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang bermanfaat.(mcr)