
ROKAN HULU-Ruas Jalan Sontang-Duri di Kabupaten Rokan Hulu kini kembali bisa dilalui kendaraan roda empat setelah Pemerintah Provinsi Riau melakukan penanganan pada sejumlah titik yang sebelumnya rusak dan tergenang.
Perbaikan dilakukan dengan menimbun bagian jalan yang rendah dan meninggikan badan jalan menggunakan tanah. Penanganan tersebut dilakukan pada tiga titik yang mengalami kerusakan cukup parah.
Kendaraan dengan muatan besar, terutama truk pengangkut crude palm oil (CPO), diminta tidak melintasi ruas tersebut secara berlebihan. "Kami berharap masyarakat dapat membatasi kendaraan besar melintasi jalan itu, seperti truk CPO dan lainnya. Sama-sama kita menjaga agar tidak rusak lagi," ujar Plt Kepala Bidang Bina Marga Khairul Rizal seperti dikutip dari Mediacentre.

Jalan Sontang-Duri merupakan jalur penghubung Kecamatan Bonai Darussalam di Rokan Hulu dengan Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Sebelumnya, genangan air membuat kendaraan kesulitan melintas, terutama ketika kondisi badan jalan mengalami kerusakan.
'Perbaikan Jalan Sontang-Duri sudah selesai kemarin. Saat ini sudah fungsional dan sudah bisa dilewati kendaraan roda empat," kata Khairul, Senin (11/8/2026).
Menurut Khairul, tiga titik kerusakan ditangani secara bertahap. Titik pertama dikerjakan sekitar sepekan lalu, kemudian titik kedua empat hari berikutnya. Titik terakhir juga telah selesai ditangani.
Pekerjaan dilakukan bersama Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Wilayah VI dengan menggunakan alat berat milik unit tersebut.
Meski sudah dapat dilalui, Pemprov Riau meminta masyarakat ikut menjaga kondisi jalan.
Ia mengatakan kendaraan bertonase besar berpotensi kembali merusak badan jalan yang baru diperbaiki.
Selain penanganan sementara, Dinas PUPR-PKPP Riau telah mengusulkan pembangunan tiga box culvert di sepanjang ruas Jalan Sontang-Duri.
Menurut Khairul, pembangunan saluran tersebut diperlukan untuk memperlancar aliran air sehingga tidak kembali menggenangi badan jalan.
“Kita sudah usulkan pembangunan box culvert di tiga titik ruas tersebut. Mudah-mudahan dapat terealisasi, karena box culvert bisa menjadi saluran air sehingga air tidak menggenangi badan jalan,” katanya.(*)




ROKAN HULU-Ruas Jalan Sontang-Duri di Kabupaten Rokan Hulu kini kembali bisa dilalui kendaraan roda empat setelah Pemerintah Provinsi Riau melakukan penanganan pada sejumlah titik yang sebelumnya rusak dan tergenang.
Perbaikan dilakukan dengan menimbun bagian jalan yang rendah dan meninggikan badan jalan menggunakan tanah. Penanganan tersebut dilakukan pada tiga titik yang mengalami kerusakan cukup parah.
Kendaraan dengan muatan besar, terutama truk pengangkut crude palm oil (CPO), diminta tidak melintasi ruas tersebut secara berlebihan. "Kami berharap masyarakat dapat membatasi kendaraan besar melintasi jalan itu, seperti truk CPO dan lainnya. Sama-sama kita menjaga agar tidak rusak lagi," ujar Plt Kepala Bidang Bina Marga Khairul Rizal seperti dikutip dari Mediacentre.
Jalan Sontang-Duri merupakan jalur penghubung Kecamatan Bonai Darussalam di Rokan Hulu dengan Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Sebelumnya, genangan air membuat kendaraan kesulitan melintas, terutama ketika kondisi badan jalan mengalami kerusakan.
'Perbaikan Jalan Sontang-Duri sudah selesai kemarin. Saat ini sudah fungsional dan sudah bisa dilewati kendaraan roda empat," kata Khairul, Senin (11/8/2026).
Menurut Khairul, tiga titik kerusakan ditangani secara bertahap. Titik pertama dikerjakan sekitar sepekan lalu, kemudian titik kedua empat hari berikutnya. Titik terakhir juga telah selesai ditangani.
Pekerjaan dilakukan bersama Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Wilayah VI dengan menggunakan alat berat milik unit tersebut.
Meski sudah dapat dilalui, Pemprov Riau meminta masyarakat ikut menjaga kondisi jalan.
Ia mengatakan kendaraan bertonase besar berpotensi kembali merusak badan jalan yang baru diperbaiki.
Selain penanganan sementara, Dinas PUPR-PKPP Riau telah mengusulkan pembangunan tiga box culvert di sepanjang ruas Jalan Sontang-Duri.
Menurut Khairul, pembangunan saluran tersebut diperlukan untuk memperlancar aliran air sehingga tidak kembali menggenangi badan jalan.
“Kita sudah usulkan pembangunan box culvert di tiga titik ruas tersebut. Mudah-mudahan dapat terealisasi, karena box culvert bisa menjadi saluran air sehingga air tidak menggenangi badan jalan,” katanya.(*)