logo
Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Hendak Transaksi Sabu di Kebun Karet Kampar Kiri, Pria Dan Wanita Ini Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pilkades Serentak Pelalawan Digelar 18 November, 43 Desa Mulai Siapkan Panitia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
TPNPB Diminta Hentikan Kekerasan, Lenis Kogoya Sampaikan Tiga Seruan
Kelompok pendukung gerakan Pembebasan Nasional Papua Barat (PNPB). (Foto: Anadolu)
TPNPB Diminta Hentikan Kekerasan, Lenis Kogoya Sampaikan Tiga Seruan
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 11 Agustus 2026 | 18:06:13

JAKARTA - Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia Lenis Kogoya meminta Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menghentikan aksi kekerasan dan ancaman terhadap masyarakat sipil di Papua.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, Lenis mengatakan seruan tersebut disampaikan menyusul sejumlah aksi kekerasan dan ancaman yang terjadi terhadap warga sipil di Papua.

iklan-view

"Saya sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB bahwa belakangan ini eskalasi kekerasan, penyesatan, hingga pembunuhan eksekusi mati antarwarga sipil, guru, misionaris, dan penginjil terus terjadi. Bahkan mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar. Aksi-aksi ini harus segera dihentikan," katanya.

Lenis juga mengatakan terdapat ancaman terhadap masyarakat dan jajaran pemerintah daerah agar tidak mengikuti peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Menurut dia seperti dilansir republika, ancaman dan kekerasan tersebut mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat. Lenis kemudian menyampaikan tiga seruan yang ditujukan kepada kelompok TPNPB, termasuk juru bicara TPNPB Sebby Sambom.

Pertama, ia meminta kelompok tersebut menghentikan penyebaran informasi yang bernada ancaman terhadap masyarakat sipil dan pemerintah daerah.

Kedua, Lenis meminta kelompok bersenjata tidak mengganggu aktivitas masyarakat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Ketiga, ia meminta kelompok tersebut menghentikan kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap masyarakat sipil.

Lenis juga mengimbau masyarakat di Papua tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi mengenai ancaman yang belum terverifikasi.

Lenis mengatakan pemerintah bersama tokoh masyarakat dan adat berupaya menjaga keamanan agar pelayanan publik dan aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan. (*)

Home / News
TPNPB Diminta Hentikan Kekerasan, Lenis Kogoya Sampaikan Tiga Seruan
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 11 Agustus 2026 | 18:06:13
TPNPB Diminta Hentikan Kekerasan, Lenis Kogoya Sampaikan Tiga Seruan
Kelompok pendukung gerakan Pembebasan Nasional Papua Barat (PNPB). (Foto: Anadolu)

JAKARTA - Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia Lenis Kogoya meminta Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menghentikan aksi kekerasan dan ancaman terhadap masyarakat sipil di Papua.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, Lenis mengatakan seruan tersebut disampaikan menyusul sejumlah aksi kekerasan dan ancaman yang terjadi terhadap warga sipil di Papua.

"Saya sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB bahwa belakangan ini eskalasi kekerasan, penyesatan, hingga pembunuhan eksekusi mati antarwarga sipil, guru, misionaris, dan penginjil terus terjadi. Bahkan mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar. Aksi-aksi ini harus segera dihentikan," katanya.

Lenis juga mengatakan terdapat ancaman terhadap masyarakat dan jajaran pemerintah daerah agar tidak mengikuti peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Menurut dia seperti dilansir republika, ancaman dan kekerasan tersebut mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat. Lenis kemudian menyampaikan tiga seruan yang ditujukan kepada kelompok TPNPB, termasuk juru bicara TPNPB Sebby Sambom.

Pertama, ia meminta kelompok tersebut menghentikan penyebaran informasi yang bernada ancaman terhadap masyarakat sipil dan pemerintah daerah.

Kedua, Lenis meminta kelompok bersenjata tidak mengganggu aktivitas masyarakat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Ketiga, ia meminta kelompok tersebut menghentikan kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap masyarakat sipil.

Lenis juga mengimbau masyarakat di Papua tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi mengenai ancaman yang belum terverifikasi.

Lenis mengatakan pemerintah bersama tokoh masyarakat dan adat berupaya menjaga keamanan agar pelayanan publik dan aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan. (*)