logo
Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Hendak Transaksi Sabu di Kebun Karet Kampar Kiri, Pria Dan Wanita Ini Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Olahraga
Heboh! Federasi Korea Selatan Sediakan Layanan Seksual untuk Wasit Asing
ilustrasi wasit (ft:cnbc)
Heboh! Federasi Korea Selatan Sediakan Layanan Seksual untuk Wasit Asing
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 11 Agustus 2026 | 18:53:09

SEOUL-Skandal lama yang melibatkan federasi sepak bola Korea Selatan kembali menjadi perhatian setelah laporan mengenai pemberian fasilitas tidak pantas kepada sejumlah wasit asing dalam pertandingan internasional kembali mencuat.

Laporan tersebut diungkap media Korea Selatan JTBC dan berkaitan dengan pertandingan yang berlangsung pada 2011 dan 2012. Dugaan pemberian fasilitas itu kemudian menjadi bagian dari investigasi Kementerian Olahraga Korea Selatan pada 2016.

Dalam penyelidikan tersebut, Federasi Sepak Bola Korea (KFA) disebut memberikan hiburan yang tidak semestinya kepada perangkat pertandingan asing. Kasus itu kemudian dikenal publik sebagai dugaan “suap seksual”.

iklan-view

Dikutip dari detik.com, sedikitnya tujuh pertandingan disebut masuk dalam laporan investigasi. Pertandingan tersebut terdiri atas laga kualifikasi Piala Dunia, kualifikasi Olimpiade, serta pertandingan persahabatan internasional.

Berdasarkan laporan tersebut, sekitar 10 wasit asing diduga menerima fasilitas yang dibiayai KFA. Pengeluaran dilakukan melalui fasilitas pembayaran federasi untuk berbagai layanan hiburan dan pijat di sejumlah wilayah Korea Selatan.

Salah satu kejadian yang tercatat berkaitan dengan pertandingan Korea Selatan melawan Kuwait dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 pada 29 Februari 2012 di Seoul.

Dokumen pemerintah menyebut kartu kredit resmi KFA digunakan untuk membayar 500.000 won di sebuah tempat pijat di kawasan Gangnam. Berdasarkan pencocokan keterangan staf komite wasit, catatan transaksi dan dokumen KFA, pengeluaran tersebut dikaitkan dengan pemberian fasilitas seksual kepada dua perangkat pertandingan.

Wasit utama pertandingan itu adalah Yuichi Nishimura dari Jepang.

Kasus lainnya terjadi setelah pertandingan Korea Selatan melawan Oman dalam kualifikasi Olimpiade London 2012 di Changwon pada September 2011. Sekitar dua setengah jam setelah pertandingan berakhir, seorang pegawai KFA tercatat membayar 760.000 won di sebuah tempat pijat.

Wasit yang memimpin laga tersebut adalah Ravshan Irmatov dari Uzbekistan.

Transaksi serupa juga tercatat setelah pertandingan Korea Selatan menghadapi Qatar pada kualifikasi Olimpiade London 2012. Kartu kredit KFA digunakan untuk membayar 198.000 won di sebuah tempat pijat di Gangnam.

Laporan lain menyebut lebih dari 10 wasit internasional diduga terlibat dalam rangkaian kejadian tersebut. Seluruh kasus berlangsung ketika Cho Chung-yun menjabat sebagai presiden KFA.

KFA menyatakan kejadian tersebut telah berlangsung sekitar 15 tahun lalu. Federasi juga menyebut dokumen internal hanya disimpan selama lima tahun sehingga tidak lagi memiliki catatan lengkap untuk memastikan seluruh detail kasus.

Meski demikian, KFA menyatakan sistem pengawasan internal telah diperketat. Penggunaan kartu perusahaan dan pengeluaran hiburan kini berada di bawah kontrol yang lebih ketat.(*)

Home / News
Heboh! Federasi Korea Selatan Sediakan Layanan Seksual untuk Wasit Asing
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 11 Agustus 2026 | 18:53:09
Heboh! Federasi Korea Selatan Sediakan Layanan Seksual untuk Wasit Asing
ilustrasi wasit (ft:cnbc)

SEOUL-Skandal lama yang melibatkan federasi sepak bola Korea Selatan kembali menjadi perhatian setelah laporan mengenai pemberian fasilitas tidak pantas kepada sejumlah wasit asing dalam pertandingan internasional kembali mencuat.

Laporan tersebut diungkap media Korea Selatan JTBC dan berkaitan dengan pertandingan yang berlangsung pada 2011 dan 2012. Dugaan pemberian fasilitas itu kemudian menjadi bagian dari investigasi Kementerian Olahraga Korea Selatan pada 2016.

Dalam penyelidikan tersebut, Federasi Sepak Bola Korea (KFA) disebut memberikan hiburan yang tidak semestinya kepada perangkat pertandingan asing. Kasus itu kemudian dikenal publik sebagai dugaan “suap seksual”.

Dikutip dari detik.com, sedikitnya tujuh pertandingan disebut masuk dalam laporan investigasi. Pertandingan tersebut terdiri atas laga kualifikasi Piala Dunia, kualifikasi Olimpiade, serta pertandingan persahabatan internasional.

Berdasarkan laporan tersebut, sekitar 10 wasit asing diduga menerima fasilitas yang dibiayai KFA. Pengeluaran dilakukan melalui fasilitas pembayaran federasi untuk berbagai layanan hiburan dan pijat di sejumlah wilayah Korea Selatan.

Salah satu kejadian yang tercatat berkaitan dengan pertandingan Korea Selatan melawan Kuwait dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 pada 29 Februari 2012 di Seoul.

Dokumen pemerintah menyebut kartu kredit resmi KFA digunakan untuk membayar 500.000 won di sebuah tempat pijat di kawasan Gangnam. Berdasarkan pencocokan keterangan staf komite wasit, catatan transaksi dan dokumen KFA, pengeluaran tersebut dikaitkan dengan pemberian fasilitas seksual kepada dua perangkat pertandingan.

Wasit utama pertandingan itu adalah Yuichi Nishimura dari Jepang.

Kasus lainnya terjadi setelah pertandingan Korea Selatan melawan Oman dalam kualifikasi Olimpiade London 2012 di Changwon pada September 2011. Sekitar dua setengah jam setelah pertandingan berakhir, seorang pegawai KFA tercatat membayar 760.000 won di sebuah tempat pijat.

Wasit yang memimpin laga tersebut adalah Ravshan Irmatov dari Uzbekistan.

Transaksi serupa juga tercatat setelah pertandingan Korea Selatan menghadapi Qatar pada kualifikasi Olimpiade London 2012. Kartu kredit KFA digunakan untuk membayar 198.000 won di sebuah tempat pijat di Gangnam.

Laporan lain menyebut lebih dari 10 wasit internasional diduga terlibat dalam rangkaian kejadian tersebut. Seluruh kasus berlangsung ketika Cho Chung-yun menjabat sebagai presiden KFA.

KFA menyatakan kejadian tersebut telah berlangsung sekitar 15 tahun lalu. Federasi juga menyebut dokumen internal hanya disimpan selama lima tahun sehingga tidak lagi memiliki catatan lengkap untuk memastikan seluruh detail kasus.

Meski demikian, KFA menyatakan sistem pengawasan internal telah diperketat. Penggunaan kartu perusahaan dan pengeluaran hiburan kini berada di bawah kontrol yang lebih ketat.(*)