
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran harus membayar kompensasi atas orang-orang yang tewas dan mengalami luka berat akibat tindakan Iran selama beberapa dekade.
Pernyataan Trump tersebut disampaikan melalui media sosial pada Senin (10/8/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran serta kebuntuan upaya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Trump mengatakan Amerika Serikat akan menuntut kompensasi dari Iran atas korban yang menurutnya tewas maupun mengalami luka parah akibat tindakan negara tersebut. Ia juga menyinggung berbagai konflik dan serangan yang dikaitkan dengan Iran selama bertahun-tahun.
Tuntutan Trump muncul setelah Iran sebelumnya meminta Amerika Serikat dan Israel memberikan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan oleh operasi militer mereka terhadap Iran.
Persoalan kompensasi kini menjadi salah satu isu yang memperumit upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik dan memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Iran sebelumnya menyatakan pembukaan kembali jalur strategis tersebut bergantung pada sejumlah tuntutan kepada Amerika Serikat, termasuk penghentian sanksi, berakhirnya ancaman militer serta pemberian kompensasi atas kerusakan akibat serangan.
Trump Singgung Korban Konflik Puluhan Tahun
Dalam pernyataannya seperti dilansir reuters, Trump juga meminta Iran bertanggung jawab atas kematian dan luka yang dialami warga Amerika dalam berbagai konflik selama puluhan tahun.
Trump turut mengaitkan tuntutan tersebut dengan sejumlah insiden masa lalu. Namun, salah satu kasus yang disinggung, yakni pemboman kapal perang USS Cole pada Oktober 2000, sebelumnya dikaitkan oleh FBI dengan jaringan Al Qaeda.
Trump juga menyerukan agar Iran memberikan kompensasi kepada keluarga korban yang tewas dalam aksi demonstrasi antipemerintah di Iran pada Januari. Gelombang demonstrasi tersebut disebut sebagai salah satu gejolak domestik terbesar di Iran sejak Revolusi Islam 1979. (*)




WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran harus membayar kompensasi atas orang-orang yang tewas dan mengalami luka berat akibat tindakan Iran selama beberapa dekade.
Pernyataan Trump tersebut disampaikan melalui media sosial pada Senin (10/8/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran serta kebuntuan upaya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Trump mengatakan Amerika Serikat akan menuntut kompensasi dari Iran atas korban yang menurutnya tewas maupun mengalami luka parah akibat tindakan negara tersebut. Ia juga menyinggung berbagai konflik dan serangan yang dikaitkan dengan Iran selama bertahun-tahun.
Tuntutan Trump muncul setelah Iran sebelumnya meminta Amerika Serikat dan Israel memberikan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan oleh operasi militer mereka terhadap Iran.
Persoalan kompensasi kini menjadi salah satu isu yang memperumit upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik dan memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Iran sebelumnya menyatakan pembukaan kembali jalur strategis tersebut bergantung pada sejumlah tuntutan kepada Amerika Serikat, termasuk penghentian sanksi, berakhirnya ancaman militer serta pemberian kompensasi atas kerusakan akibat serangan.
Trump Singgung Korban Konflik Puluhan Tahun
Dalam pernyataannya seperti dilansir reuters, Trump juga meminta Iran bertanggung jawab atas kematian dan luka yang dialami warga Amerika dalam berbagai konflik selama puluhan tahun.
Trump turut mengaitkan tuntutan tersebut dengan sejumlah insiden masa lalu. Namun, salah satu kasus yang disinggung, yakni pemboman kapal perang USS Cole pada Oktober 2000, sebelumnya dikaitkan oleh FBI dengan jaringan Al Qaeda.
Trump juga menyerukan agar Iran memberikan kompensasi kepada keluarga korban yang tewas dalam aksi demonstrasi antipemerintah di Iran pada Januari. Gelombang demonstrasi tersebut disebut sebagai salah satu gejolak domestik terbesar di Iran sejak Revolusi Islam 1979. (*)