
PEKANBARU-Jumlah titik panas atau hotspot di Riau kembali meningkat dalam waktu kurang dari 24 jam. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, Kamis (13/8/2026) pukul 07.00 WIB terdapat 158 hotspot di wilayah Riau.
Jumlah tersebut bertambah 43 titik dibandingkan pembaruan data BMKG, Rabu (12/8/2026) pukul 16.00 WIB yang mencatat 115 hotspot.
Jika dibanding data sore sebelumnya, kenaikan tersebut mencapai sekitar 37,4 persen. Peningkatan juga terlihat cukup tajam dalam rentang waktu sehari terakhir.

Rabu (12/8/2026) kemarin, jumlah hotspot di Riau masih berada di angka 23 titik. Angka itu kemudian meningkat menjadi 115 titik pada sore hari dan kembali bertambah menjadi 158 titik pada Kamis pagi.
Perubahan tersebut membuat Riau kini menjadi salah satu provinsi dengan konsentrasi titik panas tertinggi di kawasan Sumatera.
Indragiri Hulu dan Bengkalis Terbanyak
Sebaran hotspot di Riau tidak merata. Dari total 158 titik yang terdeteksi BMKG, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 36 titik.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bengkalis dengan 35 titik, kemudian Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 25 titik.
Tiga wilayah tersebut secara keseluruhan menyumbang 96 hotspot atau lebih dari separuh total titik panas yang tercatat di Riau.
Hotspot lainnya tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Pelalawan tercatat memiliki 20 titik, Kuantan Singingi 10 titik, Rokan Hilir 8 titik, dan Rokan Hulu 7 titik.
Selanjutnya, Siak tercatat memiliki 6 hotspot, Kampar 5 titik, Kepulauan Meranti 4 titik, serta Kota Dumai 2 titik.
Data tersebut menunjukkan titik panas saat ini terkonsentrasi cukup besar di wilayah Indragiri Hulu, Bengkalis dan Indragiri Hilir, sementara daerah lain memiliki jumlah yang lebih rendah.
Riau Peringkat Kedua di Sumatera
Peningkatan hotspot di Riau juga terjadi dalam konteks kondisi regional Sumatera. Berdasarkan data BMKG yang sama, total titik panas yang terdeteksi di Pulau Sumatera mencapai 1.097 titik.
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 432 titik. Riau berada di posisi kedua dengan 158 titik, disusul Jambi dengan 157 titik.
Selanjutnya terdapat Lampung sebanyak 121 titik, Bangka Belitung 84 titik, Kepulauan Riau 42 titik, Sumatera Barat 31 titik, Sumatera Utara 29 titik, Aceh 25 titik dan Bengkulu 18 titik.
Dengan 158 hotspot, jumlah titik panas di Riau terpaut cukup jauh dari Sumatera Selatan, tetapi hanya selisih satu titik dari Jambi yang berada di posisi ketiga.
Posisi tersebut menempatkan Riau sebagai salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam pemantauan perkembangan titik panas di Sumatera. (bsh)




PEKANBARU-Jumlah titik panas atau hotspot di Riau kembali meningkat dalam waktu kurang dari 24 jam. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, Kamis (13/8/2026) pukul 07.00 WIB terdapat 158 hotspot di wilayah Riau.
Jumlah tersebut bertambah 43 titik dibandingkan pembaruan data BMKG, Rabu (12/8/2026) pukul 16.00 WIB yang mencatat 115 hotspot.
Jika dibanding data sore sebelumnya, kenaikan tersebut mencapai sekitar 37,4 persen. Peningkatan juga terlihat cukup tajam dalam rentang waktu sehari terakhir.
Rabu (12/8/2026) kemarin, jumlah hotspot di Riau masih berada di angka 23 titik. Angka itu kemudian meningkat menjadi 115 titik pada sore hari dan kembali bertambah menjadi 158 titik pada Kamis pagi.
Perubahan tersebut membuat Riau kini menjadi salah satu provinsi dengan konsentrasi titik panas tertinggi di kawasan Sumatera.
Indragiri Hulu dan Bengkalis Terbanyak
Sebaran hotspot di Riau tidak merata. Dari total 158 titik yang terdeteksi BMKG, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 36 titik.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bengkalis dengan 35 titik, kemudian Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 25 titik.
Tiga wilayah tersebut secara keseluruhan menyumbang 96 hotspot atau lebih dari separuh total titik panas yang tercatat di Riau.
Hotspot lainnya tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Pelalawan tercatat memiliki 20 titik, Kuantan Singingi 10 titik, Rokan Hilir 8 titik, dan Rokan Hulu 7 titik.
Selanjutnya, Siak tercatat memiliki 6 hotspot, Kampar 5 titik, Kepulauan Meranti 4 titik, serta Kota Dumai 2 titik.
Data tersebut menunjukkan titik panas saat ini terkonsentrasi cukup besar di wilayah Indragiri Hulu, Bengkalis dan Indragiri Hilir, sementara daerah lain memiliki jumlah yang lebih rendah.
Riau Peringkat Kedua di Sumatera
Peningkatan hotspot di Riau juga terjadi dalam konteks kondisi regional Sumatera. Berdasarkan data BMKG yang sama, total titik panas yang terdeteksi di Pulau Sumatera mencapai 1.097 titik.
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 432 titik. Riau berada di posisi kedua dengan 158 titik, disusul Jambi dengan 157 titik.
Selanjutnya terdapat Lampung sebanyak 121 titik, Bangka Belitung 84 titik, Kepulauan Riau 42 titik, Sumatera Barat 31 titik, Sumatera Utara 29 titik, Aceh 25 titik dan Bengkulu 18 titik.
Dengan 158 hotspot, jumlah titik panas di Riau terpaut cukup jauh dari Sumatera Selatan, tetapi hanya selisih satu titik dari Jambi yang berada di posisi ketiga.
Posisi tersebut menempatkan Riau sebagai salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam pemantauan perkembangan titik panas di Sumatera. (bsh)