logo
Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Hendak Transaksi Sabu di Kebun Karet Kampar Kiri, Pria Dan Wanita Ini Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pilkades Serentak Pelalawan Digelar 18 November, 43 Desa Mulai Siapkan Panitia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Riau Catat 158 Hotspot, Indragiri Hulu dan Bengkalis Jadi Titik Terbanyak
Jumlah titik panas atau hotspot di Riau kembali meningkat dalam waktu kurang dari 24 jam. (Foto: Istimewa)
Riau Catat 158 Hotspot, Indragiri Hulu dan Bengkalis Jadi Titik Terbanyak
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 13 Agustus 2026 | 11:42:24

PEKANBARU-Jumlah titik panas atau hotspot di Riau kembali meningkat dalam waktu kurang dari 24 jam. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, Kamis (13/8/2026) pukul 07.00 WIB terdapat 158 hotspot di wilayah Riau.

Jumlah tersebut bertambah 43 titik dibandingkan pembaruan data BMKG, Rabu (12/8/2026) pukul 16.00 WIB yang mencatat 115 hotspot.

Jika dibanding data sore sebelumnya, kenaikan tersebut mencapai sekitar 37,4 persen. Peningkatan juga terlihat cukup tajam dalam rentang waktu sehari terakhir.

iklan-view

Rabu (12/8/2026) kemarin, jumlah hotspot di Riau masih berada di angka 23 titik. Angka itu kemudian meningkat menjadi 115 titik pada sore hari dan kembali bertambah menjadi 158 titik pada Kamis pagi.

Perubahan tersebut membuat Riau kini menjadi salah satu provinsi dengan konsentrasi titik panas tertinggi di kawasan Sumatera.

Indragiri Hulu dan Bengkalis Terbanyak

Sebaran hotspot di Riau tidak merata. Dari total 158 titik yang terdeteksi BMKG, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 36 titik.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bengkalis dengan 35 titik, kemudian Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 25 titik.

Tiga wilayah tersebut secara keseluruhan menyumbang 96 hotspot atau lebih dari separuh total titik panas yang tercatat di Riau.

Hotspot lainnya tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Pelalawan tercatat memiliki 20 titik, Kuantan Singingi 10 titik, Rokan Hilir 8 titik, dan Rokan Hulu 7 titik.

Selanjutnya, Siak tercatat memiliki 6 hotspot, Kampar 5 titik, Kepulauan Meranti 4 titik, serta Kota Dumai 2 titik.

Data tersebut menunjukkan titik panas saat ini terkonsentrasi cukup besar di wilayah Indragiri Hulu, Bengkalis dan Indragiri Hilir, sementara daerah lain memiliki jumlah yang lebih rendah.

Riau Peringkat Kedua di Sumatera

Peningkatan hotspot di Riau juga terjadi dalam konteks kondisi regional Sumatera. Berdasarkan data BMKG yang sama, total titik panas yang terdeteksi di Pulau Sumatera mencapai 1.097 titik.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 432 titik. Riau berada di posisi kedua dengan 158 titik, disusul Jambi dengan 157 titik.

Selanjutnya terdapat Lampung sebanyak 121 titik, Bangka Belitung 84 titik, Kepulauan Riau 42 titik, Sumatera Barat 31 titik, Sumatera Utara 29 titik, Aceh 25 titik dan Bengkulu 18 titik.

Dengan 158 hotspot, jumlah titik panas di Riau terpaut cukup jauh dari Sumatera Selatan, tetapi hanya selisih satu titik dari Jambi yang berada di posisi ketiga.

Posisi tersebut menempatkan Riau sebagai salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam pemantauan perkembangan titik panas di Sumatera. (bsh)

Riau Catat 158 Hotspot, Indragiri Hulu dan Bengkalis Jadi Titik Terbanyak
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 13 Agustus 2026 | 11:42:24
Riau Catat 158 Hotspot, Indragiri Hulu dan Bengkalis Jadi Titik Terbanyak
Jumlah titik panas atau hotspot di Riau kembali meningkat dalam waktu kurang dari 24 jam. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Jumlah titik panas atau hotspot di Riau kembali meningkat dalam waktu kurang dari 24 jam. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, Kamis (13/8/2026) pukul 07.00 WIB terdapat 158 hotspot di wilayah Riau.

Jumlah tersebut bertambah 43 titik dibandingkan pembaruan data BMKG, Rabu (12/8/2026) pukul 16.00 WIB yang mencatat 115 hotspot.

Jika dibanding data sore sebelumnya, kenaikan tersebut mencapai sekitar 37,4 persen. Peningkatan juga terlihat cukup tajam dalam rentang waktu sehari terakhir.

Rabu (12/8/2026) kemarin, jumlah hotspot di Riau masih berada di angka 23 titik. Angka itu kemudian meningkat menjadi 115 titik pada sore hari dan kembali bertambah menjadi 158 titik pada Kamis pagi.

Perubahan tersebut membuat Riau kini menjadi salah satu provinsi dengan konsentrasi titik panas tertinggi di kawasan Sumatera.

Indragiri Hulu dan Bengkalis Terbanyak

Sebaran hotspot di Riau tidak merata. Dari total 158 titik yang terdeteksi BMKG, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 36 titik.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bengkalis dengan 35 titik, kemudian Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 25 titik.

Tiga wilayah tersebut secara keseluruhan menyumbang 96 hotspot atau lebih dari separuh total titik panas yang tercatat di Riau.

Hotspot lainnya tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Pelalawan tercatat memiliki 20 titik, Kuantan Singingi 10 titik, Rokan Hilir 8 titik, dan Rokan Hulu 7 titik.

Selanjutnya, Siak tercatat memiliki 6 hotspot, Kampar 5 titik, Kepulauan Meranti 4 titik, serta Kota Dumai 2 titik.

Data tersebut menunjukkan titik panas saat ini terkonsentrasi cukup besar di wilayah Indragiri Hulu, Bengkalis dan Indragiri Hilir, sementara daerah lain memiliki jumlah yang lebih rendah.

Riau Peringkat Kedua di Sumatera

Peningkatan hotspot di Riau juga terjadi dalam konteks kondisi regional Sumatera. Berdasarkan data BMKG yang sama, total titik panas yang terdeteksi di Pulau Sumatera mencapai 1.097 titik.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 432 titik. Riau berada di posisi kedua dengan 158 titik, disusul Jambi dengan 157 titik.

Selanjutnya terdapat Lampung sebanyak 121 titik, Bangka Belitung 84 titik, Kepulauan Riau 42 titik, Sumatera Barat 31 titik, Sumatera Utara 29 titik, Aceh 25 titik dan Bengkulu 18 titik.

Dengan 158 hotspot, jumlah titik panas di Riau terpaut cukup jauh dari Sumatera Selatan, tetapi hanya selisih satu titik dari Jambi yang berada di posisi ketiga.

Posisi tersebut menempatkan Riau sebagai salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam pemantauan perkembangan titik panas di Sumatera. (bsh)