logo
Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Hari Dicari Belum Berjejak, Keberadaan 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sekitar Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kopdes Merah Putih Diklaim Tak Matikan UMKM, Disperindagkop UKM: Justru Jadi Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanj Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / TEHERAN
Iran Rencanakan Rudal 15.000 Km, Seberapa Jauh Kemampuannya Saat Ini?
Ilustrasi
Iran Rencanakan Rudal 15.000 Km, Seberapa Jauh Kemampuannya Saat Ini?
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 13 Agustus 2026 | 14:33:46

TEHERAN - Iran menyatakan tengah menyiapkan pengembangan rudal balistik dengan jangkauan hingga 15 ribu kilometer. Jika terealisasi, rudal tersebut secara teoritis dapat menjangkau wilayah Amerika Serikat dari Iran.

Pernyataan itu disampaikan Abdolnabi Mousavi Fard, perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di Provinsi Khuzestan, dalam khotbah Jumat di Ahvaz pada 7 Agustus 2026. Ia mengatakan Iran sedang mempersiapkan kemampuan rudal yang dapat menjangkau wilayah Amerika Serikat.

iklan-view

Klaim tersebut menarik perhatian karena jarak 15 ribu kilometer jauh melampaui kemampuan rudal Iran yang selama ini diketahui.

Menurut Missile Threat dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), rudal Khorramshahr Iran memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer. Varian yang diperkenalkan Iran kemudian diperkirakan dapat mencapai sekitar 3.000 kilometer. Rudal tersebut termasuk kategori rudal balistik jarak menengah.

Artinya, target 15 ribu kilometer akan membawa Iran dari kemampuan rudal jarak menengah menuju kelas rudal balistik antarbenua atau ICBM.

Jangkauan sejauh itu bukan perkara menambah bahan bakar atau memperbesar ukuran rudal. Rudal antarbenua membutuhkan kemampuan propulsi, sistem pemandu, struktur roket dan teknologi hulu ledak yang mampu bertahan dalam penerbangan pada jarak sangat jauh. Salah satu tantangan lainnya adalah kemampuan kendaraan masuk kembali ke atmosfer setelah mencapai lintasan balistik di luar atau dekat batas atmosfer.

Di sinilah hubungan Iran dengan Korea Utara menjadi menarik.

CSIS menyebut Khorramshahr kemungkinan dikembangkan dari Musudan atau BM-25, rudal balistik jarak menengah Korea Utara. Musudan sendiri memiliki akar teknologi pada rudal R-27 buatan Uni Soviet. Iran dilaporkan memperoleh rudal Musudan dan peralatan terkait dari Korea Utara pada pertengahan 2000-an.

Hubungan tersebut tidak berarti Iran telah mendapatkan teknologi rudal antarbenua Korea Utara. Namun, rekam jejak itu menunjukkan bahwa kerja sama teknologi rudal antara Teheran dan Pyongyang bukan hal baru.

Korea Utara kini memiliki kemampuan rudal yang jauh lebih jauh. CSIS memperkirakan Musudan memiliki jangkauan sekitar 2.500 hingga 4.000 kilometer, sedangkan program rudal antarbenua Pyongyang telah berkembang jauh melampaui angka tersebut.

Persoalan besar dari sisi teknologi

Selama ini, rudal Iran yang diketahui publik terutama dirancang untuk menjangkau sasaran di Timur Tengah dan wilayah sekitarnya. Jangkauan sekitar 2.000 kilometer sudah cukup untuk mencapai Israel dari Iran. Khorramshahr dengan konfigurasi tertentu bahkan diperkirakan dapat mencapai sekitar 3.000 kilometer.

Sementara itu, jangkauan 15 ribu kilometer menempatkan sebuah rudal pada kelas yang berbeda. Jarak tersebut cukup untuk melintasi sebagian besar wilayah dunia dan, secara teoritis, mencapai daratan Amerika Serikat.

Namun, belum ada bukti terbuka bahwa Iran telah memiliki rudal dengan kemampuan tersebut.

Laporan mengenai rencana 15 ribu kilometer itu sejauh ini bersumber dari pernyataan pejabat atau tokoh Iran, bukan dari pengumuman mengenai rudal yang telah diuji dengan jangkauan tersebut. Media Azerbaijan APA, misalnya, melaporkan rencana itu dengan mengutip pernyataan Mousavi Fard dan laporan Times of India.

Karena itu, angka 15 ribu kilometer belum dapat diperlakukan sebagai kemampuan operasional Iran.

Pernyataan tersebut tetap memiliki arti strategis. Selama bertahun-tahun, kemampuan rudal Iran berkembang terutama untuk menghadapi sasaran di kawasan. Jika Teheran benar-benar mengarahkan programnya menuju rudal antarbenua, sasaran dan perhitungan strategisnya akan berubah.

Yang juga menjadi perhatian adalah kemungkinan teknologi yang diperlukan untuk mencapai target tersebut. Pengalaman Korea Utara menjadi salah satu rujukan yang sulit diabaikan mengingat sejarah perkembangan Musudan dan Khorramshahr.

Tetapi perjalanan dari rudal dengan jangkauan sekitar 2.000–3.000 kilometer menuju 15 ribu kilometer masih sangat panjang.

Untuk saat ini, belum diketahui kapan Iran dapat mewujudkan target tersebut, jenis rudal yang akan digunakan, maupun apakah Teheran telah memulai pengujian sistem dengan kemampuan antarbenua.

Dengan demikian, yang diumumkan Iran saat ini adalah ambisi pengembangan, bukan bukti bahwa rudal 15 ribu kilometer telah tersedia di gudang senjatanya. (*)


Home / News
Iran Rencanakan Rudal 15.000 Km, Seberapa Jauh Kemampuannya Saat Ini?
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 13 Agustus 2026 | 14:33:46
Iran Rencanakan Rudal 15.000 Km, Seberapa Jauh Kemampuannya Saat Ini?
Ilustrasi

TEHERAN - Iran menyatakan tengah menyiapkan pengembangan rudal balistik dengan jangkauan hingga 15 ribu kilometer. Jika terealisasi, rudal tersebut secara teoritis dapat menjangkau wilayah Amerika Serikat dari Iran.

Pernyataan itu disampaikan Abdolnabi Mousavi Fard, perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di Provinsi Khuzestan, dalam khotbah Jumat di Ahvaz pada 7 Agustus 2026. Ia mengatakan Iran sedang mempersiapkan kemampuan rudal yang dapat menjangkau wilayah Amerika Serikat.

Klaim tersebut menarik perhatian karena jarak 15 ribu kilometer jauh melampaui kemampuan rudal Iran yang selama ini diketahui.

Menurut Missile Threat dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), rudal Khorramshahr Iran memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer. Varian yang diperkenalkan Iran kemudian diperkirakan dapat mencapai sekitar 3.000 kilometer. Rudal tersebut termasuk kategori rudal balistik jarak menengah.

Artinya, target 15 ribu kilometer akan membawa Iran dari kemampuan rudal jarak menengah menuju kelas rudal balistik antarbenua atau ICBM.

Jangkauan sejauh itu bukan perkara menambah bahan bakar atau memperbesar ukuran rudal. Rudal antarbenua membutuhkan kemampuan propulsi, sistem pemandu, struktur roket dan teknologi hulu ledak yang mampu bertahan dalam penerbangan pada jarak sangat jauh. Salah satu tantangan lainnya adalah kemampuan kendaraan masuk kembali ke atmosfer setelah mencapai lintasan balistik di luar atau dekat batas atmosfer.

Di sinilah hubungan Iran dengan Korea Utara menjadi menarik.

CSIS menyebut Khorramshahr kemungkinan dikembangkan dari Musudan atau BM-25, rudal balistik jarak menengah Korea Utara. Musudan sendiri memiliki akar teknologi pada rudal R-27 buatan Uni Soviet. Iran dilaporkan memperoleh rudal Musudan dan peralatan terkait dari Korea Utara pada pertengahan 2000-an.

Hubungan tersebut tidak berarti Iran telah mendapatkan teknologi rudal antarbenua Korea Utara. Namun, rekam jejak itu menunjukkan bahwa kerja sama teknologi rudal antara Teheran dan Pyongyang bukan hal baru.

Korea Utara kini memiliki kemampuan rudal yang jauh lebih jauh. CSIS memperkirakan Musudan memiliki jangkauan sekitar 2.500 hingga 4.000 kilometer, sedangkan program rudal antarbenua Pyongyang telah berkembang jauh melampaui angka tersebut.

Persoalan besar dari sisi teknologi

Selama ini, rudal Iran yang diketahui publik terutama dirancang untuk menjangkau sasaran di Timur Tengah dan wilayah sekitarnya. Jangkauan sekitar 2.000 kilometer sudah cukup untuk mencapai Israel dari Iran. Khorramshahr dengan konfigurasi tertentu bahkan diperkirakan dapat mencapai sekitar 3.000 kilometer.

Sementara itu, jangkauan 15 ribu kilometer menempatkan sebuah rudal pada kelas yang berbeda. Jarak tersebut cukup untuk melintasi sebagian besar wilayah dunia dan, secara teoritis, mencapai daratan Amerika Serikat.

Namun, belum ada bukti terbuka bahwa Iran telah memiliki rudal dengan kemampuan tersebut.

Laporan mengenai rencana 15 ribu kilometer itu sejauh ini bersumber dari pernyataan pejabat atau tokoh Iran, bukan dari pengumuman mengenai rudal yang telah diuji dengan jangkauan tersebut. Media Azerbaijan APA, misalnya, melaporkan rencana itu dengan mengutip pernyataan Mousavi Fard dan laporan Times of India.

Karena itu, angka 15 ribu kilometer belum dapat diperlakukan sebagai kemampuan operasional Iran.

Pernyataan tersebut tetap memiliki arti strategis. Selama bertahun-tahun, kemampuan rudal Iran berkembang terutama untuk menghadapi sasaran di kawasan. Jika Teheran benar-benar mengarahkan programnya menuju rudal antarbenua, sasaran dan perhitungan strategisnya akan berubah.

Yang juga menjadi perhatian adalah kemungkinan teknologi yang diperlukan untuk mencapai target tersebut. Pengalaman Korea Utara menjadi salah satu rujukan yang sulit diabaikan mengingat sejarah perkembangan Musudan dan Khorramshahr.

Tetapi perjalanan dari rudal dengan jangkauan sekitar 2.000–3.000 kilometer menuju 15 ribu kilometer masih sangat panjang.

Untuk saat ini, belum diketahui kapan Iran dapat mewujudkan target tersebut, jenis rudal yang akan digunakan, maupun apakah Teheran telah memulai pengujian sistem dengan kemampuan antarbenua.

Dengan demikian, yang diumumkan Iran saat ini adalah ambisi pengembangan, bukan bukti bahwa rudal 15 ribu kilometer telah tersedia di gudang senjatanya. (*)