logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Harga Emas Turun, Daya Beli Masyarakat Pekanbaru Masih Lemah
toko-toko emas di salah satu pasar tradisional di Pekanbaru (ft:aini/pekanbarutv)
Harga Emas Turun, Daya Beli Masyarakat Pekanbaru Masih Lemah
Editor: Ridho Haztil | Penulis: aini syafitri az
Rubrik: news | 13 Agustus 2026 | 18:11:14

PEKANBARU-Harga emas di sejumlah pedagang emas di Pekanbaru mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Namun, turunnya harga belum mampu mendorong peningkatan minat masyarakat untuk membeli emas.

Salah seorang pedagang emas di Pekanbaru, Nabil, mengatakan harga emas saat ini berada di kisaran Rp5,6 juta per gram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga pada hari sebelumnya.

Meski harga mengalami penurunan, menurut Nabil, kondisi pasar masih cenderung sepi. Transaksi penjualan emas justru lebih banyak dibandingkan pembelian.

“Sekarang pembeli turun, biasanya lebih banyak yang jual emas,” kata Nabil.

Ia menyebut, masyarakat yang datang ke toko emas masih melakukan transaksi, tetapi jumlahnya belum menunjukkan peningkatan signifikan. Sebagian konsumen memilih menjual emas yang dimiliki dibandingkan menambah kepemilikan.

Sementara untuk pembelian, emas 22 karat dengan kadar sekitar 50 persen menjadi salah satu jenis yang cukup banyak diminati masyarakat.

Menurut Nabil, keputusan masyarakat membeli emas tidak selalu bergantung pada pergerakan harga. Saat harga mengalami kenaikan pun masih terdapat konsumen yang tetap melakukan pembelian.

“Kalau harga emas naik, ada juga yang beli,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga emas belum secara langsung berdampak terhadap peningkatan transaksi pembelian di tingkat pedagang.

Di sisi lain, aktivitas masyarakat yang menjual emas masih relatif lebih ramai. Penjualan emas dapat dilakukan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, sehingga transaksi tidak sepenuhnya mengikuti pola ketika harga turun atau naik.

Penurunan harga emas sendiri menjadi perhatian masyarakat karena emas selama ini tidak hanya dipandang sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai salah satu instrumen penyimpanan nilai.

Namun, berdasarkan pantauan pedagang, harga yang lebih rendah belum cukup untuk membuat pasar emas di Pekanbaru kembali ramai. Pedagang masih menunggu perubahan kondisi pasar dan meningkatnya daya beli masyarakat.

Dengan demikian, meski harga emas telah turun ke kisaran Rp5,6 juta per gram, transaksi di lapangan masih didominasi aktivitas penjualan. Minat pembelian belum menunjukkan lonjakan berarti.

Tags: pekanbaru emas
Home / News
Harga Emas Turun, Daya Beli Masyarakat Pekanbaru Masih Lemah
Editor: Ridho Haztil | Penulis: aini syafitri az
Rubrik: news | 13 Agustus 2026 | 18:11:14
Harga Emas Turun, Daya Beli Masyarakat Pekanbaru Masih Lemah
toko-toko emas di salah satu pasar tradisional di Pekanbaru (ft:aini/pekanbarutv)

PEKANBARU-Harga emas di sejumlah pedagang emas di Pekanbaru mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Namun, turunnya harga belum mampu mendorong peningkatan minat masyarakat untuk membeli emas.

Salah seorang pedagang emas di Pekanbaru, Nabil, mengatakan harga emas saat ini berada di kisaran Rp5,6 juta per gram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga pada hari sebelumnya.

Meski harga mengalami penurunan, menurut Nabil, kondisi pasar masih cenderung sepi. Transaksi penjualan emas justru lebih banyak dibandingkan pembelian.

“Sekarang pembeli turun, biasanya lebih banyak yang jual emas,” kata Nabil.

Ia menyebut, masyarakat yang datang ke toko emas masih melakukan transaksi, tetapi jumlahnya belum menunjukkan peningkatan signifikan. Sebagian konsumen memilih menjual emas yang dimiliki dibandingkan menambah kepemilikan.

Sementara untuk pembelian, emas 22 karat dengan kadar sekitar 50 persen menjadi salah satu jenis yang cukup banyak diminati masyarakat.

Menurut Nabil, keputusan masyarakat membeli emas tidak selalu bergantung pada pergerakan harga. Saat harga mengalami kenaikan pun masih terdapat konsumen yang tetap melakukan pembelian.

“Kalau harga emas naik, ada juga yang beli,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga emas belum secara langsung berdampak terhadap peningkatan transaksi pembelian di tingkat pedagang.

Di sisi lain, aktivitas masyarakat yang menjual emas masih relatif lebih ramai. Penjualan emas dapat dilakukan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, sehingga transaksi tidak sepenuhnya mengikuti pola ketika harga turun atau naik.

Penurunan harga emas sendiri menjadi perhatian masyarakat karena emas selama ini tidak hanya dipandang sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai salah satu instrumen penyimpanan nilai.

Namun, berdasarkan pantauan pedagang, harga yang lebih rendah belum cukup untuk membuat pasar emas di Pekanbaru kembali ramai. Pedagang masih menunggu perubahan kondisi pasar dan meningkatnya daya beli masyarakat.

Dengan demikian, meski harga emas telah turun ke kisaran Rp5,6 juta per gram, transaksi di lapangan masih didominasi aktivitas penjualan. Minat pembelian belum menunjukkan lonjakan berarti.

Tags: pekanbaru emas